selasa ku tergesa-gesa
karena selalu ada asa
disana

Origami Around
Acquired Stardust
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

★
Keni
No title available
Xuebing Du

titsay

blake kathryn
we're not kids anymore.
h

Kiana Khansmith
$LAYYYTER

roma★
NASA
wallacepolsom
styofa doing anything
almost home
cherry valley forever

Janaina Medeiros

seen from United States
seen from United States

seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Palestinian Territories

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Argentina

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@sendudulu
selasa ku tergesa-gesa
karena selalu ada asa
disana
Jangan suka senja, karena dia mengubah cerah, menutupi langit dengan jingga, membalik bahagia menjadi lara, terus seiring temaram ada, hingga semua kan gulita
Rintik ini berbisik pelan setelah gelapnya mendungku,
Menuntun hati untuk berteduh dari sendu yang terdayuh,
Semakin derasnya jatuh semakin keras rinduku, hujan itu selalu tau,
kita sebenarnya tidak benar-benar jatuh cinta. kita ditipu rasa, dibuai harapan hingga bias intuisi salah artikan makna. sadarlah ini cuma sekedar susunan kata. tak lebih dari sebuah paragraf yang pernah kau baca.
kala mata kita bertemu pada satu titik. kemudian kikuk menyelimuti tiap detik. isi kepala terbang meninggalkan diriku yang tak berkutik. ini tak lebih dari sebuah jebakan dari seorang berparas cantik.
Rindu dan Temu
Dari hal apapun juga rindu tetaplah rindu, temu tetaplah temu. Mereka tak bisa di satukan dalam satu rasa ataupun makna. Karena kau akan merasa berbeda saat merindu apalagi rasa yang kau rasa saat bertemu.
Saat kau merindu semua tentang dia seakan membujuk, mengusik tiap detik dan selalu ribut di ruang-ruang pemikiranmu. Berbeda saat kau ketemu, itu kosong. Kau akan lupa semua yang sebelumnya kau pikir akan kau lakukan saat melihat dia didepanmu. Hanya dengan melihatnya, mendengarnya bahkan menyentuhnya saja sudah mewakili jutaan tindakan yang kan kau lakukan dalam perencanaan saat kau didalam momen-momen merindu.
Saat merindu kau penuh rasa sesak seakan ingin teriak semuanya terlihat beriak tak tenang
sibuk menyelamatkan senja, temaram menelan cerah,
kala lara dimana-mana, lekas pulang bersua, rindu capai tara,
untuk dia,
Saat kau tak dapat merasakan cinta, maka mulailah dengan membencinya.
Dari semua pertikaian antara hati dan logika, yang paling manis itu saat kau guyur aku dengan rindumu hingga kemudian aku basah kuyup karena pergimu.
perihal pergi semua punya cerita yang berbeda-beda,
ada yang tertinggal dan sendu mengingat makna, ada yang meninggalkan dan resah melupakan kata.
tapi satu yang sama, semua yang pergi punya satu pulang yang sama, karena itu pisahkan rasa sedih dengan kata pergi saja.
apapun itu lupakanlah lara, tabung rindumu hingga kaya.
kemudian nanti biarkan senyum menyapa, dalam satu yang ternanti saat kita berdua bersua.
di setiap rasa khawatir yang datang dipermulaan rindu saat senja menyuruh pulang, ada resah yang dituntun masuk ke kepala yang kemudian memenuhi semua ruang
aku ingin bertemu~
pagi ku selalu menyangka akan semua hal-hal yang dulu pernah terharapkan kembali datang dan kemudian terwujudkan
Kamu udah kayak indomie goreng, satu terasa kurang kalo dua itu kelebihan
Malam makin ketengah saat-saat rindu kian menengadah.
bertemankan rasa yang lama mencoba mengumpulkan harapan-harapan patah.
tak peduli akan sesaknya sepi di kala tetap begitu melarutkan malam hingga cerah.
Jika kau bertemu pagi katakan padanya kalau aku sudah siap dipeluk terik menuju siang hingga senja memanggil pulang.
Kemudian mereka merangkai cerita-cerita seakan mudah memulai dari kembali memutihkan hati yang penuh bercak warna-warni kenangan kami.
dan dia buat biru hati ini karena dia pergi.
Kau sadar dia melangkah pergi bahkan tak ditinggalkan kata-kata, kau mengatur makna berbaris menulis tipis-tipis, kau berharap dia melirik jejak-jejak pena yang kau tarik pada secarik, nyatanya dia tak peduli lagi akan makna sebab rasa tak lagi ada, dan kau masih sibuk memilah aksara mengeja arti demi dia ?
Jangan terlalu memaksa seakan tau tentang perasaan, dia itu terlihat tersenyum padahal menangis menahan.