Selamat jalan Abang/Guru kami @herricahyadi

pixel skylines
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
NASA
No title available
🪼

No title available

Kaledo Art
trying on a metaphor

Love Begins

No title available
tumblr dot com

JBB: An Artblog!

oozey mess

JVL
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

No title available
Claire Keane
No title available
Alisa U Zemlji Chuda
seen from Bangladesh

seen from Malaysia

seen from Uzbekistan

seen from United States
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Poland
@sepanjangmusim
Selamat jalan Abang/Guru kami @herricahyadi
Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum juga menemukan jawabannya. Tentang kapan, siapa, mengapa, hal-hal yg membuatku harus menghela nafas lebih panjang, yang bertahan tidak sepenuhnya kuat. Mengapa sesulit dan sesakit ini menanti dan menemukan rumah untuk pulang?
Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah napas kita.
- Ibnul Qayyim Al Jauziyyah
Andai Engkau Tahu
Pernah tahu bagaimana rasanya dicintai?
Ketika seseorang mau menerimamu dalam keadaan yang agaknya belum ideal. Tapi dia bersedia bersiap bersamamu untuk menyongsong hari esok yang separuh jelas, separuh samar.
Pernah tahu bagaimana rasanya ditunggu?
Ketika seseorang selalu di sana bertahan melawan bosan dan ketidakpastian, juga pikiran-pikiran untuk meninggalkan dan berlalu. Sedangkan orang yang ditunggu merasa malu karena hal-hal yang separuh sepele, separuh serius.
Pernah tahu rasanya menemukan?
Suatu proses yang berbelok liku tapi sebenarnya sederhana, karena jalan dan pilihan-pilihan yang telah berlalu dan terlalui semuanya bermuara pada menemukanmu.
Before I even found you, you were already there, are still there, being the most beautiful girl (inside and outside) whom I hardly have a second thought to marry.
Kau tahu? Semua proses yang sudah dan sedang berjalan memberi pengaruh positif pada diriku: soal merapikan ibadah, membetulkan niat, meluruskan yakin pada Sang Pemberi Rezeki, serta mengupayakan dan merencanakan yang terbaik untuk kita berdua ke depannya.
Karena cinta sudah jauh lebih dari cukup untuk seorang pemuda berubah menjadi lebih visioner, lebih hati-hati, dan lebih optimis serta peduli untuk membekali diri menjadi kepala keluarga yang pantas didengarkan, peduli pada kesehatan agar bisa menjaga dan membersamaimu di dunia ini lebih lama, peduli pada finansial karena ingin menjadi “pakaian” yang menutupi kekurangan dan memperindah luaran agar kita tidak perlu malu, dan mendukung visi dan cita-cita seseorang yang telah rela menahan “ingin”-nya untuk mendukung pria yang ia yakini mampu menjadi imamnya.
Bagaimana aku harus bersyukur atas semua ini? @syofarahals
MashaAllah 💙
Yang Mendahului Zaman
Namanya merbak dari tanah minang hingga Semenanjung Malaya. Dari telinga Soekarno hingga rakyat kecil di bumi nusantara, ia terkenal sebagai orang yang gigih dan cerdas dalam upaya mencerdaskan bangsa. Dia adalah Syekhah Rahmah El-Yunisiyah.
Seorang perempuan yang patut menjadi teladan bagi kaum perempuan masa kini, karena memiliki prinsip yang tegas dalam menjaga nilai-nilai Islam, terutama menjaga marwah perempuan. Seseorang yang berani mengancam petinggi militer jepang karena menculik gadis-gadis minang, menghindarkan calon-calon ibu bangsa itu ternodai hanya untuk pemuas nafsu para penjajah jepang belaka.
Seseorang yang berani mengambil komando tentara rakyat dalam menghadapi agresi militer belanda. Dengan gigih melakukan perang gerilya untuk menjaga kemerdekaan yang didapat dari pengorbanan darah para syuhada.
Senantiasa memiliki niat mulia untuk mendakwahkan Islam tanpa perlu menghabiskan waktu berdebat atas perbedaan. Memulai dengan langkah pembaruan pendidikan dengan membangun sekolah diniyah putri, dengan tujuan untuk mencerdaskan para ibu dan calon generasi umat mendatang.
Satu pelajaran yang paling berkesan bagi saya pribadi, adalah ketabahan yang dimilikinya saat membangun sekolah diniyah dari nol dengan harta bendanya. Sampai malapetaka hadir, bencana gempa melanda Negeri Minang kala itu. Rumah-rumah rata, masjid surau juga hancur begitu pula sekolah yang ia bangun rubuh bersamaan dengan semangatnya.
Namun, Rahmah bukanlah orang yang pantang menyerah. Ia kembali kumpulkan para guru dan murid-murid, bahu membahu memperbaiki apa yang bisa diperbaiki. Lalu selanjutnya, bergerilya kesana kemari untuk meminta bantuan kepada Raja-Raja Melayu untuk menyelamatkan aset penting umat ini.
Dalam hati beliau selalu meyakini tentang Firman Allah Surat Muhammad Ayat 7 :
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Maka, dalam berdakwah ini sejauh mana pengorbanan yang sudah kita diberikan. Akankah kita mengeluh dengan kesulitan yang dihadapi. Dari kurangnya dana, sedikitnya orang, dan banyaknya musuh yang menyerang.
Syekhah Rahmah El-Yunusiah setidaknya dapat memberi pelajaran bagi kita. Seorang perempuan hebat dimasanya dengan kiprah kepemimpinan dan cita-cita dakwahnya, sudah menjadi tugas seorang Dai/daiyah berkontribusi dengan apa yang ia miliki dengan tekad yang kuat serta selalu minta pertolongan dari Allah.
Bagaimana aktivis dakwah hari yang terlalu banyak mengeluh dengan aktivitasnya. Terasa penat dengan syuro-syuro yang dijalani. Lalu banyak diantaranya yang mabuk dalam virus merah jambu hingga lupa dengan tujuan aslinya.
Dakwah itu bukan soal eksistensi, namun tentang kontribusi. Dakwah harus berdampak, dan agen dakwah harus bisa mentransformasikan masyarakat menuju madani, dimulai dari hal kecil.
Sekolah Diniyah Putri dan pengaruhnya semakin dalam akarnya, meskipun Rahmah sudah tidak ada. Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.
Saya yakin di dalam umat ini akan muncul Rahmah-Rahmah baru untuk menyongsong dan mempersiapkan generasi terbaik umat.
Kita tunggu, biarkan sejarah yang bicara.
Surakarta, 28 Jumadil Awwal 1442 H
.
@abanurkholik
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata:
"Tidaklah musibah turun melainkan karena dosa. Dan musibah tersebut tidak hilang melainkan dengan taubat." (Al-Jawabul Kafi).
Istitha'ah yakni meningkatkan kemampuan sebagai asas untuk menunaikan syariah. Syarat-syarat menuju penunaian syariah berupa kemandirian ekonomi dan finansial, fisik yang prima, kecerdasan yang terus diasah, keterampilan hidup yang terus digesa sehingga kader dakwah memiki izzah dalam menyuarakan dakwah.
Tarbiyah tanpa dakwah akan melahirkan orang-orang yang pintar berwacana namun miskin kerja nyata. Banyak bermimpi malas beraksi. Pintar berteori kurang aplikasi. Banyak usulan sulit mengambil keputusan. Rajin rapat namun lambat mufakat. Ibnu Athaillah mengingatkan, "Merasa sedih karena kehilangan kesempatan berbuat kebaikan, namun tak bergerak untuk berbuat demikian, termasuk tanda bahwa diri telah teperdaya." (Al-Hikam)
- Dalam Buku Back to Tarbiyah
"Ruh-ruh adalah seperti tentara yang berbaris-baris, maka yang saling mengenal akan bersatu dan yang saling mengingkari akan berselisih." (Hr. Bukhari dan Muslim)
Menurut Muhammad Ahmad ar-Rasyid, indikator tercapainya misi perjalanan dakwah adalah:
1. Antusias mengerjakan shalat dan menegakkan aqidah.
2.Berpegang teguh pada etika persaudaraaan
3. Senang memberi (berkontribusi) dan senang dengan kesibukan sehari-hari yang melelahkan, dalam kebaikan.
4. Merindukan jihad dan mati syahid tetapi tidak ngawur. Tidak melakukan aksi teror yang dilarang oleh Islam.
5. Disiplin dalam menegakkan ketaatan.
6. Tidak berambisi dalam keduniawian dan meringankan bebannya.
7. Menanti datangnya kematian dan melupakan angan-angan duniawi.
8. Cinta kepada Allah dengan penuh harap dan rasa takut.
9. Putus hubungan dengan orang-orang kafir dan orang-orang munafik.
10. Sabar menghadapi segala cobaan dan ujian.
- Dalam Buku Back to Tarbiyah.
Tarbiyah islamiyah adalah proses mempersiapkan seseorang dengan persiapan yang menyentuh seluruh aspek kehidupannya meliputi: ruhani, jasmani, dan akal pikiran. Ia bersifat integral dan komprehensif mencakup seluruh aspek kehidupan yang rinci dan detail. Ringkasnya, tarbiyah islamiyah adalah proses penyiapan manusia yang shalih, yakni agar tercipta ke- seimbangan dalam potensi, tujuan, ucapan, dan tindakannya secara keseluruhan.
- Dalam Buku Back to Tarbiyah
"Perbaharuilah taubatmu setiap waktu. Bagilah umurmu dalam tiga waktu. Satu waktu untuk menuntut ilmu. Satu waktu untuk beramal. Satu waktu untuk memenuhi hak jiwamu dan keperluanmu." (Al-Harits al-Muhasibi)
"Tidaklah sebuah kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, yang dibacakan di dalamnya kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali akan diturunkan kepada ketenangan mereka dan dilimpahkan kepada rahmat mereka, dan malaikat mereka yang dikelilingi serta Allah menyebut-nyebut mereka kepada makhluk di sisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasab-nya." (HR Muslim)
Bagaimana posisi kita di hadapan Allah? Bagaimana cara meraih cita-cita itu? Ada empat golongan:
1. Pertama, kelompok manusia yang memiliki keinginan tinggi dan tujuan yang jauh. Namun mereka tidak mempunyai semangat untuk mencapai tujuan tersebut. Merasa aman di zona nyaman, namun tertipu oleh angan-angan. "Impian tidak diperoleh dengan berkhayal, namun harus dicapai dengan menundukkan dunia."
2. Kedua, manusia yang mempunyai target dan keinginan yang rendah, namun mereka memiliki semangat tinggi untuk mencapai target dan keinginan yang rendah tersebut. Mereka menyia-nyiakan diri untuk urusan sepele, remeh-temeh, dan tidak memiliki nilai yang tinggi. Tak ada kebaikan pada orang seperti ini. Karena hanya menyibukkan diri dengan urusan pribadi dan rendah nilainya.
3. Ketiga, kelompok manusia yang memiliki tujuan dan keinginan yang rendah, dan mereka tak juga bersemangat untuk meraih tujuan dan keinginan yang rendah tersebut. Hidup dan matinya sama saja, keberadaan tidak memberikan pengaruh, kehadiran hanya menambah jumlah dan meng- habiskan jatah. Pergi tidak dicari. Lalu apa gunanya hidup? Hidup dan mati tak ada bedanya. Seperti bangkai berjalan alias mayat hidup atau jerangkong.
4. Keempat, kelompok orang yang memiliki keinginan dan tujuan yang tinggi lalu mereka bersemangat untuk mencapai tujuan tersebut. Inilah orang yang bisa melakukan perubahan dan mengendalikan kehidupan. Mereka inilah manusia yang bergerak, bukan hanya duduk-duduk saja. Mereka dipuji oleh Allah dalam Al-Qur`an. “Tidaklah sama orang-orang yang duduk dari kaum Mukminin dan tidak memikul risiko bahaya apa pun dibandingkan dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka. Allah mengutamakan kedudukan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka daripada orang-orang yang duduk (tidak melakukan apa-apa). Dan setiap mereka menjanjikan kebaik-an oleh Allah." (Q.s.an-Nisa' [4]: 95)
- Dalam Buku Back to Tarbiyah
Abu Wafa ibnu Uqail sangat perhatian dalam menjaga waktu dan memanfaatkannya di setiap helaan nafas agar selalu terbangun kebaikan berkualitas. Dia lebih memilih makan roti dan mencampurkan air pada roti tersebut, demi mempercepat pengunyahan sehingga lebih banyak waktu yang bisa dipergunakan untuk membaca dan mencatat ilmu-ilmu baru.
- Dalam Buku Back to Tarbiyah
Beberapa teman sering bertanya, kenapa saya mau terjun di pelosok. Rasanya terlalu superior kalau menjawab ingin membangun peradaban. Tapi nyatanya mimpi saya demikian. Ditengah keterbatasan ilmu dan kemampuan, ternyata memang tidak pernah terlambat mempelajari hal baru, seperti mengenal lebih jauh karakter masyarakat pelosok, bagaimana budaya dan adat istiadatnya, mencari tau permasalahan ketimpangan sosial-ekonomi-pendidikan, terlebih soal agama.
Rasanya memang terlalu muluk ingin membangun peradaban didaerah terpencil. Mengenalkan islam, menyelamtkan pendidikan. Tapi kata Allah kita tidak diwajibkan berhasil hingga akhir, kita hanya ditugaskan untuk berjuang diatasnya, memperjuangkannya.
Di turki setelah shalat, anak-anak diajak bermain oleh imamnya. Supaya mereka senang ke masjid. Dibeberapa masjid baru di Turki seperti masjid Hamdi Cami di Ankara disiapkan tempat bermain dalam masjid di sudut kanan di bawah tangga. Bila masjid tak ada tempat bermain di dalam, disiapkan di luar masjid seperti taman-taman. Masjid menjadi pusat orang berbahagia.
Mereka nampaknya meyakini apa yg dititahkan pendahulu mereka, Sultan Al-Fatih bahwa; "khawatirlah olehmu bila masjid-masjidmu sudah tidak terdengar lagi suara anak kecil."