Rasa suka itu ternyata ada masa kadaluwarsanya.
KIROKAZE
No title available
ojovivo
Monterey Bay Aquarium

Janaina Medeiros

Love Begins
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

izzy's playlists!

JBB: An Artblog!

if i look back, i am lost

Kaledo Art

blake kathryn
Sade Olutola
Misplaced Lens Cap

祝日 / Permanent Vacation
No title available
todays bird
Alisa U Zemlji Chuda
Not today Justin

★

seen from United Kingdom

seen from France
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Belgium

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
@setyaningrumadetyas
Rasa suka itu ternyata ada masa kadaluwarsanya.
Dungu dan bodoh. Sibukkan diri lebih baik.
Kemarau panjang. Wajar, sudah lama tidak hujan. . . . #kaobarat #halmaherautara
And if a person were given all of the world and what is in it, it would not fill this emptiness.
Ibn Qayyim Al-Jawziyyah (via islamic-art-and-quotes)
Have you ever experienced that moment of crying so much because you missed the feeling of making sujood to Allah? Have you ever experienced that moment when you raise your hands for takbeerat and your tears just come running down just because you feel something inside you feels so much ease? Have you ever experienced being so lost that you almost lost hope but with one salah standing in salah, you’ve been recharged with imaan like never before? Have you ever missed praying and calling upon Allah that reading this makes you sob and cry already? Oh slave of Allah, this is your imaan telling you to come back to Allah. Indeed, it just takes one heartbeat to remember Allah. So what are you waiting for? Go Pray. ______ Have you ever wondered how the Sahabah felt when they testified the Shahada the first time in their lives? How they’ve finally found true guidance after years of misguidance? Every day we are called back with every Adhan, when will we answer? Come back. Pray again. Allah awaits for you.
A way to waste the time by something not really bad. Just one or two words to reflect my 'bogoshippo' expresion. I want to come back home, soon. After the sun rise.
Just with them. Two of them. In the Dunya and Jannah. Aamiin.
Cb77174
It’s natural to be upset when faced with hardship. But try to pull yourself together. He won’t let you down. Your efforts won’t go to waste.
— ﷽ (@IslamicThinking) September 17, 2017
Seorang istri/ ibu harus bisa atau mau belajar masak. Karena tanggung jawab gizi keluarga ada padanya. Jika makan di warung, kebanyakan orientasi penjual adalah untung sehingga kadang mengorbankan kualitas atau kesehatan (tidak semua warung, kebanyakan yang saya temui saja). Jika ingin makan berkualitas dan sehat biasanya mahal. Jika diserahkan orangtua atau mertua, mau sampai kapan?? Enaknya tidak harus bak resto berbintang. Cukup bisa dan mau saja, biasanya suami akan lebih menghargai jika disiapkan dengan segenap perasaan. Ini bukan untuk menjadikan mereka sebagai pembantu atau koki ketika dirumah. Tetapi bisa jadi itu adalah salah satu alasan seorang suami dan anggota keluarga yang lain betah atau bahkan merindukan rumah tersebab ada istri/ ibu yang selalu memasak dengan penuh cinta. ©Ibn Syams
(via quraners)
CEPAT LELAH
Sekiranya kita dapati diri kita cepat sekali lelah ketika membaca Al-Qur'an. Barangkali hati kita sudah terlalu pekat untuk menerima cahaya dari Al-Qur'an. Sehingga ia mudah sekali merasakan lelah dalam bertilawah.
Sekiranya kita dapati diri kita cepat sekali lelah ketika membaca Al-Qur'an. Ketahuilah yang terjadi sesungguhnya Al-Qur'an sedang mengoperasi penyakit jiwa kita yang sudah mulai bebal menebal, sebab dia adalah syifaa (penyembuh)
Dan sangat wajar dalam proses oprasi tersebut jika ada rasa pedih, perih, sakit bahkan berdarah-darah ketika memperjuangkannya..
Maka jika kita dapati diri kita yang demikian. Tetap lanjutkan dan tekadkan diri untuk tidak lelah membersamai. Jangan lelah apapun yg terjadi.
Teruskan tilawah Qur'an kita, sampai kita merasakan ketenangan.
Sampai jiwa-jiwa kita menjadi benar-benar bersih dan melembut.
Dan benar saja apa yang di sampaikan Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu
*“Sekiranya hatimu bersih, kau tidak akan merasa puas dari firman Tuhanmu”*
Maka apa kabar hati kita saat ini? Tidak merindukah ia dengan cinta yang tertuang dalam surah cinta-Nya. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu.
Semoga Allah melembutkan hati-hati yang ingin membersamai Al-Qur'an, memberikan ketenangan bagi mereka yang membacanya, melembutkan hati yang keras dan mengistiqomahkan untuk selalu membaca dan bersama Al-Qur'an..
Sebab, tidak ada cinta yang lebih manis dari seorang muslim yang berazzam untuk membersamai Al-Qur'an..
Sudah tilawah hari ini wahai hati yang baik?
((Self Reminder)) || ©Ibn Syams
Quran 18:27 – Surat al-Kahf
Source: everything-bass, via IslamicArtDB
Source: allasianflavours, via IslamicArtDB
Ingin Dakwah Karena Allah Semata Orang mengekspresikan kebenaran itu dengan berbagai cara, yang dia pikir itu paling sesuai dengan dirinya, ini level pertama, sebab yang dia pikirkan masih dirinya Ada lagi yang berdakwah dia memilih menyampaikan dengan cara yang dia rasa paling sesuai dengan target dakwahnya, nah ini level kedua, sudah mulai pakai cinta Ada lagi yang berdakwah sudah tidak lagi berpikir tentang aku atau merasakan apa yang dirasa orang lain, tapi sudah Allah saja yang ada di kepala dan hatinya Nah, ini level yang lain lagi, keikhlasan mengalahkan segalanya, Allah diatas segalanya. Maka lisannya Allah bimbing agar orang lain mudah mengambil hikmah dari kata-katanya Tulisannya menginspirasi, nasihatnya dituruti, marahnya ditakuti, candanya melegakan hati, hadirnya menyemangati. Tak peduli kaya miskin, semua yang manusia diurusi Kita semua tentu ingin jadi yang ketiga, hanya saja tidak mudah, kita harus betul-betul ikhlas dalam semua hal, jadikan hanya Allah sebagai sebab dan harapan amalan Mungkin itu sebabnya Allah ingatkan para pendakwah “Jangan memberi dengan berharap balasan yang lebih banyak”, artinya jangan harapkan apapun selain dari Allah Popularitas, harta, jabatan, dielu-elukan, dipuji dan dijunjung, ialah ujian lain yang tak dialami orang biasa. Tapi bisa membuat pendakwah dijungkalkan ke neraka Lalu yang mana kita? Andaikan dakwah kita masih berkisar soal menunjuk orang lain yang tak sesuai dengan kita, mungkin kita masih dalam tahapan yang pertama Bila kita berdakwah dengan mengalihkan maksiat orang lain menuju ketaatan dengan cara yang dia suka, mungkin kita sudah sampai pada level yang kedua Tapi apabila kita sudah mau turun menuntun, membersamai, tak lepas dari sunnah-sunnah tambahan, menjadikan doa sebagai senjata, bisa jadi level kita naik lagi Nah, tulisan ini haya sebagai introspeksi, dari yang belum punya level manapun, yang ingin banget bisa berdakwah hanya karena Allah semata, bukan karena yang lain
Ustadz Felix Siauw (via felixsiauw)
Memaksa Diri
Beberapa bulan belakangan ini sedang membiasakan diri untuk membaca Al-quran. Selepas sholat wajib, entah magrib isya atau subuh. Tapi lebih sering selepas isya siih, heee. Minimal 1 lembar paling banyak 1 juz. Duuh lemah banget emang, harusnya bisa lebih dari itu. Harusnya. Dulu yang bacanya cuma seminggu sekali, sekarang maksa diri untuk membacanya setiap hari. Beraaat banget awalnya, eh tapi kalau kelewat kok jadi ada perasaan rindu yaa. Apalagi jika sedang berhalangan, seminggu itu lamaaa banget. Memang sih bisa melalui ponsel, tapi gak enak rasanya. Banyak rintangannya. Setan suka bisikin, ‘bisa kali sambil baca notif’ hahah. Ya gitu-gitu lah.
Kalau ditanya bagaimana rasanya? Tentu saja menyenangkan. Dan yg pasti menenangkan. Coba sih kalau ndak percaya, heee.
Eemmm saya cerita di sini termasuk riya gak yah? Takut sebenernya, tapi niatnya cuma pengen share aja siih. Bahwa sesuatu yg baik itu memang harus dipaksakan. Biar terbiasa. Saya sendiri masih jauh dari baik. Doakan ya mudah2an istiqomah, aamiin.
Oiya, saya juga senang sekali membaca postingan-postingan dari mas @quraners . Beliau salah satu motivator terbesar saya. Terimakasi yaa sudah banyak share hal-hal baik. Selalu mengingatkan kami para jiwa-jiwa yg kosong, *halah. Maapkan juga saya suka capture ndak ijin, untuk saya share kembali di medsos yg lain, heee.
Saya membaca ini, jadi teringat dengan faidah dari kajian ustadz Febrian Fariansyah yang agar memaksakan diri untuk melatih agar selalu membersamai dan memaksakan diri untuk membacanya (Al-Qur'an) meski iman sedang turun. Setiap hari, setiap waktu.
Sebab dari keterpaksaanlah jiwa kita akan menyesuaikan. Sebab dari keterpaksaanlah jiwa kita akan terbiasa. Cinta karna biasa.
Syaikh Ali Attuwaijiri, guru besar di Universitas Islam Madinah yang mengatakan,
“Bahwa obat sihir dan ‘ain yang disebabkan hasad adalah dengan Al-Qur'an. Maka dari itu kita harus memperbanyak baca Al-Qur'an.
Ada kemungkinan kita sakit kepala dan capek yang disebabkan oleh ‘ain tapi tidak sadar. Apalagi dikalangan tholabul ilmi, hasad sangat sering terjadi.
Ada murid beliau yang dulu hafalannya luar biasa tetapi karena 'ain sekarang keadaannya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah.
Begitu juga anak beliau sudah lama terkena sihir yang diminumnya tanpa sadar. Setelah terkena sihir malas sholat berjamaah dan sangat berat membaca surah Al-Baqarah. Sampai sekarang dia masih berusaha keras sampai sehari membaca Al-Baqarah sebanyak 4 kali.
Pesan beliau ruqyah dengan Al-Qur'an adalah obat. Namun terkadang kita harus sabar menunggu hasilnya. Sebagaimana orang yang minum obat, kadang harus menunggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan kesembuhan.”
Terkadang untuk memulai kebaikan kita musti memaksakan diri agar ia mau memulainya. Sebab talbis iblis tak pernah berhenti membisikan sesuatu yang buruk namun dikemas dengan cara yang indah, alih-alih bahwa hal itu adalah baik.
Maka jika didapati keadaan kita masih malas melakukan kebaikan atau bahkan ketika membaca Al-Qur'an, ada baiknya paksalah ia, paksalah untuk membaca Al-Qur'an. Sebuah kalam cinta-Nya untuk kita..
Semoga Allah memberkahi kita dengan Al-Qur'an.
©Ibn Syams (Self Reminder)
Mau nanya... bagaimna sebagai seorang muslimah menjaga hati? Saranin beli buku apa jga dan kegiatan apa yg baik?😬
Yang penting satu, jangan jadi akhwat yang apa-apa baper. Jadi akhwat itu harus strong. Nggak boleh menye-menye! Coba mulai lakukan kegiatan positif-produktif. Biar nggak menambah-nambahi ke-baper-an.
Eh, tapi kalau bicara soal hati, mas Angga @quraners kayaknya lebih faham deh. Langsung aja beli bukunya “Mengeja Sepi Menjaga Hati”. Hehe..
Perihal menjaga hati untuk seorang wanita adalah dengan tidak selalu baper. Boleh baper jika pada tempatnya. Semisal hafalan yang kurang baik, sholat wajib yang belum ontime, sholat sunnah yang belum pernah dikerjakan, tilawah qur'an yang gak setiap hari, dan kebaikan yang lainnya yang diri sendiri kalah dari muslimah diluaran sana.
Tidak boleh baper pada hal-hal perasaan diri sendiri. Semisal kebaikan seorang laki-laki, perhatian mereka, ataupun hal-hal kecil lainnya. Ini bukan baper pada tempatnya. Sebab laki-laki suka lupa bahwa ia baik pada semua orang.
Wanita yang berkelas itu adalah mereka yang paham kapan menempatkan diri mereka. Kapan ia harus tersenyum, kapan ia harus mengangguk, kapan ia harus menjaga jarak, dan bahkan kapan ia harus batuk.
Dan hal itu tidak didapatkan dengan mudah. Butuh pembelajaran dan waktu tentunya. Salah satunya membaca buku @quraners ‘Mengeja Sepi Menjaga Hati’ *lhaa promo lagi :D
Tapi bagimanapun, hatur nuhun ya kang @salmanfariis sudah dibantu promo :D
©Ibn Syams
The heart will rest and feel relief if it is settled with God, and it will worry and be anxious if it is settled with people.
Ibn Qayyim Al-Jawziyyah (via islamic-art-and-quotes)
Mau nanya... bagaimna sebagai seorang muslimah menjaga hati? Saranin beli buku apa jga dan kegiatan apa yg baik?😬
Yang penting satu, jangan jadi akhwat yang apa-apa baper. Jadi akhwat itu harus strong. Nggak boleh menye-menye! Coba mulai lakukan kegiatan positif-produktif. Biar nggak menambah-nambahi ke-baper-an.
Eh, tapi kalau bicara soal hati, mas Angga @quraners kayaknya lebih faham deh. Langsung aja beli bukunya “Mengeja Sepi Menjaga Hati”. Hehe..
Perihal menjaga hati untuk seorang wanita adalah dengan tidak selalu baper. Boleh baper jika pada tempatnya. Semisal hafalan yang kurang baik, sholat wajib yang belum ontime, sholat sunnah yang belum pernah dikerjakan, tilawah qur'an yang gak setiap hari, dan kebaikan yang lainnya yang diri sendiri kalah dari muslimah diluaran sana.
Tidak boleh baper pada hal-hal perasaan diri sendiri. Semisal kebaikan seorang laki-laki, perhatian mereka, ataupun hal-hal kecil lainnya. Ini bukan baper pada tempatnya. Sebab laki-laki suka lupa bahwa ia baik pada semua orang.
Wanita yang berkelas itu adalah mereka yang paham kapan menempatkan diri mereka. Kapan ia harus tersenyum, kapan ia harus mengangguk, kapan ia harus menjaga jarak, dan bahkan kapan ia harus batuk.
Dan hal itu tidak didapatkan dengan mudah. Butuh pembelajaran dan waktu tentunya. Salah satunya membaca buku @quraners ‘Mengeja Sepi Menjaga Hati’ *lhaa promo lagi :D
Tapi bagimanapun, hatur nuhun ya kang @salmanfariis sudah dibantu promo :D
©Ibn Syams