Harus berjuang bagaimana lagi dengan hidupku ini ya Tuhan.
Semua yang aku susun hancur,
Hidup gapunya arah,
Gatau mau menyusun lagi mulai dari mana.

No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
we're not kids anymore.
dirt enthusiast
TVSTRANGERTHINGS

Product Placement

if i look back, i am lost
Cosimo Galluzzi

Kiana Khansmith
KIROKAZE

shark vs the universe
No title available

izzy's playlists!
Xuebing Du
No title available

No title available
Peter Solarz
Three Goblin Art
Mike Driver
wallacepolsom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States
@perindupantai
Harus berjuang bagaimana lagi dengan hidupku ini ya Tuhan.
Semua yang aku susun hancur,
Hidup gapunya arah,
Gatau mau menyusun lagi mulai dari mana.
Tuhan, aku capek.
Start where you are, use what you have, do what you can
A missstep is not a failure
Dont go backwards and don’t give up 🤍
Sebelum Kau Tekan "Post"
Waktu mengajarkan kita untuk tumbuh, tapi internet mengajarkan kita untuk berhati-hati.
Ada kata-kata yang baiknya dilepas, ada yang baiknya disimpan, dan ada yang lebih baik kau telan saja.
Tidak semua keresahan layak dipajang. Tidak semua luka pantas diumumkan. Tidak semua cerita perlu disaksikan orang yang bahkan tak tahu nama lengkapmu.
Kadang, yang paling dewasa itu bukan yang paling lantang, tapi yang paling tahu kapan harus diam.
---------------
mamang kecewa ngeliat postingan berbau SARA yang lagi rame ini
BERDAMAILAH
dengan pikiran yg tak mampu kau ceritakan
Tidak ada pilihan selain menjadi kuat.
Meski tidak mewah, tidak seperti istana, tapi rumah orang tua sendiri akan lebih nyaman, hangat. Rasa itu ada di hati.
Handle me like I’m something you prayed for.
Ada sebuah nasihat dari Imam Syafi'i;
"Ketika engkau menginginkan sesuatu, maka bayangkan jika saat itu juga engkau kehilangannya. Jika engkau merasa tidak apa-apa kehilangannya, itulah tanda bahwa aman bagimu memilikinya."
Alangkah dalam hikmah yang terkandung dari nasihat itu. Bahwa penting sekali bagi kita meneliti apa yang mendasari keinginan kita untuk memiliki. Sebab tanda jika keinginan untuk memiliki didominasi oleh hawa nafsu adalah muncul rasa kepemilikan sebelum dan setelah terkaruniai sesuatu yang diinginkan itu.
Rasa memiliki seringkali menjadi sebab kelalaian (kemaksiatan).
Coba perhatikan, bukankah orang yang merasa memiliki kuasa membuat ia jadi semena-mena pada yang dianggap berada di bawah kuasanya?.
Bukankah orang yang merasa memiliki harta bisa menjadikan ia sombong dan menganggap semua bisa dibeli dengan hartanya?.
Begitu pula ketika kita merasa memiliki seseorang (baik itu pasangan, anak, saudara, atau pun orang tua), bisa menjadikan kita tak rela ketika kehilangan (entah karena ia memutuskan pergi dari hidup kita atau karena Allah yang mengambilnya kembali dari sisi kita).
Padahal sejatinya, semua yang terkarunia hanyalah titipan dari-Nya. Kita tidak pernah benar-benar memiliki, kita hanya (saling) dititipi.
Oleh karena itu, saat kita menginginkan sesuatu, kata Imam Syafi'i, tolak ukurnya adalah dengan membayangkan seberapa lapang hati kita jika kehilangannya.
Kalau sebelum Allah karuniakan saja sudah ada rasa tak rela atau jadi takut sekali kehilangannya, berarti nafsulah yang mendominasi.
Maka, segera batalkan/tinggalkan. Karena yang seperti itu, jika tetap dipaksakan berpotensi menjadikan kita punya rasa kepemilikan yang akan melalaikan dan menjerumuskan ke dalam kemaksiatan.
Ingatlah, kebaikan itu selalu menenangkan. Yang sejatinya baik, tak akan membuatmu jadi khawatir berlebihan atau takut sekali kehilangan.
Wallahu a'lam bishawab.
@rizqan-kareema.
Tuhan
Kenapa harus aku
Kenapa aku yang mengalami ujian ini
Aku capek Tuhan
Gatau kapan semua ini akan berakhir
Gatau kapan aku bisa menyembuhkan ini semua
Mengobati luka ini
Terlanjur kecewa dan sakit sekali hatiku ini
Gratitude and acceptance are the keys to clarity. When you truly appreciate what you have and make peace with what you've lost, only then can you see what you truly want. Embrace the present, learn from the past, and move forward with purpose! #Gratitude #Acceptance #Clarity #motivation #trending #quotes #viral #fyp #facebookreels #instagramreels
"Nak, memang tidak semuanya harus berbalas..."
Tak semua senandung harus menemui gema, tak semua seruan akan dibalas oleh gaung yang merdu. Ada doa yang terbang tinggi, memecah langit dengan rindu, namun layu sebelum sempat mencapai singgasana-Nya. Ada pinta yang mengalir, lembut seperti sungai, namun tenggelam di pusaran sunyi yang tak berbatas. Tidakkah kau mengerti? Tidak semua yang kita titipkan pada malam, akan sampai pada bintang.
Kita ini, makhluk yang menabur harap seperti petani menebar benih di ladang yang asing. Tapi apakah setiap bibit mesti tumbuh? Tidak semua tanah ramah, tidak semua musim bersahabat. Ada yang jatuh di tanah tandus, diserap oleh hampa, lalu menguap menjadi angin tanpa arah.
Dan bukankah hujan pun tak selalu menjadi berkah? Di tempat yang kering, ia adalah nyawa. Namun, di bumi yang telah basah, ia bisa menjadi beban. Begitu pula doa, ia tak selalu menjelma jawaban. Kadang, ia hanya menjadi riak kecil di lautan takdir, tak cukup kuat untuk mengubah arus.
Tuhan, yang Maha Mendengar, kadang memilih diam, bukan karena lupa, tapi karena tahu. Ia tahu kapan kita perlu dilimpahi, kapan kita mesti belajar kekurangan. Sebab, tidak semua kehilangan adalah celah, dan tidak semua penolakan adalah luka.
Maka, jika pinta kita seperti embun yang terhapus mentari sebelum sempat menyentuh bumi, mungkin bukan karena ia sia-sia, melainkan karena Tuhan sedang menyusun hujan di waktu yang lebih tepat. Jika doa kita seperti burung yang terbang, hilang di cakrawala tanpa arah, mungkin ia sedang mencari sarang yang lebih baik untuk hinggap.
Tidak semua yang tak berbalas adalah penolakan. Kadang, ia adalah cara semesta mengajarkan ikhlas tanpa syarat, dan keyakinan tanpa perhitungan. Sebab, cinta yang tulus pun tak selalu harus diterima. Dan di situlah, manusia belajar bahwa berharap adalah seni mencintai, bahkan ketika jawaban tak pernah datang.
“When writing the story of your life, don’t let anyone else hold the pen.”
— Unknown
menjadi orang dewasa akan selalu sepaket dengan kewajiban belajar menghadapi setiap badai sendirian. Terutama saat belum berpasangan. Terutama saat satu per satu teman-teman dekat sudah sibuk dengan hidupnya masing-masing. Terutama saat kita tidak lagi punya energi untuk menaruh kepercayaan yang begitu besar kepada orang lain bahkan hanya untuk sekedar bercerita.
In many times, i wish there was someone i can be with to share anything. But i also know that, everyone will be alone eventually. That makes me scared to be that closer with anyone because im scared they will leave me someday. It sucks. And it makes me more looks sad because i keep looking for the someone that can make me better and ended up with disappoinment bcs the only one i have now is myself. Everyone is busy with their own wounds. So we have to learn to handle it by ourselves.
I hope there will comes a day when we don't need to face everthing alone. When we finally trust someone to be share anything with.
If my life is full of darkness right now, i believe some day will be shine
Suka ga suka, hidup itu isinya series of problem, yang nuntut kita buat beradaptasi untuk bisa survive
Kalo lagi beruntung, kita berhasil dengan sadar ngambil pelajaran dari problem yang tersebut, yang kemudian bikin kita naik level
Panduannya sangat jelas, terinspirasi dari Qur'an:
Bersama kesulitan akan ada kemudahan (94:5-6)
Kita ditakdirkan menerima problem tersebut karena Allah tau kita mampu (2:286) (64:11)
Yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik, suka atau ga suka (2:216)
Dalam menjalaninya, Key Success Metric yang perlu dimonitor:
Kedekatan kita dengan Allah
Ketenangan hati
---
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (64:11)
It is okay to disappoint people. In fact, it’s often necessary. When you choose to stay true to your values and beliefs you will inevitably let others down at times, but that’s not a reflection of your worth. It’s a sign of self respect. You are not responsible for managing everyone else’s expectations at the cost of your own well being. People who genuinely care about you will understand and those who don’t were only invested in what you could offer them, not in who you truly are. Disappointment is temporary, but betraying yourself to please others creates long term resentment. Honor your path, even if it means not meeting everyone’s expectations.