Mendapati seorang ibu saling bergandengan dengan anak perempuannya menghadiri majlis ilmu. Ghirah yang tinggi dalam menuntut ilmu sangat nampak sekali dari keduanya. Potret ini menjadi salah satu hal yang dirindukan bahkan diimpikan oleh sebagian anak juga para orang tua.
Perbincangan yang tak lama namun memberikan pelajaran yang banyak teruntuk diri saya pribadi,
Bahwa sungguh beruntung wanita yang menjadi anak dari ibu tersebut, dan sungguh cerdasnya wanita yang menjadi seorang ibu tersebut.
Di usia sang anak yang baru menginjak masa sekolah menengah atas, orang tuanya berikhtiar dengan memilihkan sistem pendidikan terbaik untuk anaknya. Orang tuanya memfasilitasi anak wanitanya itu dengan home schooling. Tentu ikhtiar setiap orang tua itu berbeda, tergantung pada kemampuan dari masing-masing. Salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan orang tua ini adalah agar meminimalisir intensitas anak wanitanya untuk sering keluar rumah. Sistem pembelajaran home schooling yang dipilihnya pun memang yang baik bagi seorang muslim/ah.
“Paling setelah sekolah dirumah, ibu ajak anak ibu untuk hadir ke majlis ilmu atau belajar Al-Qur’an yang bersanad, juga Bahasa Arab. Ya sehari - hari kesibukannya memang dengan saya”
Kurang lebih begitu pemaparan dari beliau, maasyaaAllaah.
Dengannya, memang sang anak jadi bisa lebih banyak waktu untuk fokus menuntut ilmu syar’i dan beberapa program yang sang ibu cerdas ini pilihkan untuk anaknya.
Sampai - sampai sang ibu ini berkata,
“Saya juga masih bingung, masih selektif dalam mencari hal apa lagi yang bisa dipelajari anak saya (dalam ilmu dunia) tentunya diluar mempelajari Bahasa Arab dan Al Qur’an”
MaasyaaAllaah laa quwwata illaa billaah.
Sungguh terenyuh hati ini mendengar pemaparan seorang ibu yang semangat berusaha dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya. Kesehariannya disibukkan dengan menuntut ilmu syar’i. Bukan hanya anaknya saja yang dituntut belajar A, B, C sampai Z. Tapi beliau pun sebagai ibu berusaha untuk sama-sama belajar hal serupa dengan sang anak. Sama-sama memperdalam ilmu agama dan mungkin mereka pun saling mengingatkan pula dalam pengamalan ilmu di kesehariannya.
Potret kehidupan yang mungkin jarang sekali kita dapati. Salah satu bentuk ikhtiar orang tua dan seorang ibu untuk kebaikan dirinya dan anak-anaknya. Salah satu contoh perwujudan dari makna keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Rahmah. Keluarga yang mencetak generasi-generasi Rabbani. Keluarga yang dibangun diatas ketaqwaan kepada Allāh, segala nikmat dan karunia yang Allāh berikan dipergunakan sebaik mungkin di jalan agama-Nya.
Semoga Allāh memberikan taufiq kepada kita sebagai orang tua, calon orang tua dan terkhusus para wanita, agar terus menambah semangat dalam menuntut ilmu agama, mengamalkannya, juga berusaha menjadi sebaik - baik madrasah pertama bagi anak - anak kita kelak. Bi’idznillaah.
Hadaanallaah wa iyyakum ajma’in.