WriterTalk #31: Menulis Untuk Ramadhan
Setelah tiga bulan berlalu, akhirnya saya menulis untuk serial WriterTalk lagi, yeay! Berhubung sebentar lagi Ramadhan, saya akan membahas tentang bagaimana merencanakan menulis untuk Ramadhan. Beberapa teman menanyakan perihal #30daysramadhanwriting ini kepada saya melalui inbox Tumblr dan juga Instagram. That’s why saya jadi ingin sekali berbagi juga kepada kalian tentang project ini. Check this out!
Sederhananya #30daysramadhanwriting ini berarti kita akan menulis selama 30 hari tanpa berhenti selama bulan Ramadhan. Apa yang membuat kita perlu melakukan ini? Selain memang akan menjadi sarana untuk menyampaikan kebenaran dan membagikan kebaikan, menulis 30 hari ini juga bisa menstimulasi diri kita untuk memunculkan dan mengeksekusi ide, mengambil makna dari hal-hal sederhana, dan belajar konsisten dalam menulis. FYI, belakangan ini kegiatan menulis 30 hari memang sedang populer (lagi) dan sudah banyak dilakukan oleh penulis-penulis di luar sana dengan memanfaatkan sosial media.
Tahun ini insyaAllah akan menjadi tahun ke-3 saya dalam membuat project #30daysramadhanwriting setelah memulainya untuk pertama kali di tahun 2015 lalu. Dari pengalaman 3 tahun ke belakang ini, saya menemukan beberapa formulasi yang bisa dilakukan untuk membuat menulis selama 30 hari ini menjadi mungkin untuk dilakukan. Jangan khawatir jika kamu adalah pemula, sebab, di tahun 2015 lalu juga saya pemula kok. Hehe.
Lalu, Bagaimana Cara Memulai #30daysramadhanwriting ini?
Pertama, niatkanlah bahwa kamu memang ingin menulis dalam rangka menghidupkan hari-hari di Ramadhanmu dengan kebaikan dan tentunya juga untuk mencari perhatian Allah agar Allah meridhoi apa yang kamu tuliskan. Dalam hal ini, meluruskan niat akan menjadi PR setiap hari, sebab akan selalu saja ada hal-hal lain yang menggelitikmu untuk melupakan niat dan tujuan utama, entah itu yang berasal dari likes, reblog, atau pujian-pujian yang sangat berpotensi melenakan. Luruskan terus niat, doa yang kenceng!
Kedua, lakukanlah riset sederhana. Ini adalah proses yang hampir selalu ada ketika saya mengawali berbagai project menulis, termasuk juga ketika menulis buku Menata Kala. Riset sederhana ini bisa dilakukan dengan cara apa saja, seperti misalnya memposting pertanyaan terbuka terkait dengan tema yang akan kamu ambil di media sosial, bertanya pada orang-orang secara random, atau juga dengan melihat situasi dan kondisi yang sedang terjadi saat ini. Ini menyenangkan, karena seringkali akan ada jawaban-jawaban istimewa yang menakjubkan, yang tidak kita pikirkan sebelumnya. Penting juga untuk melakukan riset literatur dengan membaca buku-buku yang temanya hampir mirip atau bahkan serupa dengan tema yang akan kamu tuliskan karena ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk memperluas sudut pandang.
Ketiga, kumpulkanlah hasil riset dalam bentuk coretan-coretan atau mind-map sehingga konsepmu bisa lebih terpetakan dengan mudah lalu jadikanlah konsep tersebut sebagai guidance tulisan-tulisanmu. Ini mungkin akan sedikit memakan waktu, tapi akan memudahkanmu dalam membuat 30 tulisan selama 30 hari ke depan.
Keempat, sampaikanlah rencana #30daysramadhanwriting yang akan kamu lakukan ini kepada pembaca dan orang-orang yang ada di lingkaranmu. Alangkah lebih baik jika hal ini disampaikan dalam bentuk poster atau image post. Kalau kamu memang bisa desain, gunakanlah kemampuanmu itu untuk membuatnya. Tapi, jika kamu seperti saya yang memang tidak bisa menggunakan software desain sama sekali, kamu bisa menggunakan canva.com yang merupakan situs online yang memang dikhususkan untuk orang-orang seperti kita. Mengapa ini penting? Sebab, ini akan memudahkanmu untuk lebih bisa berkomitmen terhadap apa yang akan dilakukan, “Saya sudah declare sama orang-orang kalau akan menulis selama 30 hari nih, masa 10 hari doang terus udahan?”. Selain itu, merasalah ditunggu oleh pembacamu agar lebih bersemangat.
Kelima, atur dan persiapkanlah kapan kamu akan menulis dan kapan kamu akan mempostingnya di sosial media. Biasanya, saya menulis di malam hari setelah tarawih atau dini hari selepas shalat Shubuh. Untuk postingnya, biasanya saya memilih waktu sore ketika menjelang berbuka. Kamu tidak perlu sama seperti saya dalam menentukan waktu ini, carilah waktu yang tepat untukmu. Supaya tulisanmu terpublikasi di jam yang sama setiap harinya, kamu bisa menggunakan fitur queue yang ada di kanan dashboard Tumblrmu.
Bagaimana jika di tengah jalan tiba-tiba merasa tidak ingin melanjutkan?
Jangan terburu-buru, mungkin ini hanyalah emosi sesaat dari kejenuhanmu atas hal baru yang dilakukan. Kembalilah mengingat niat, melihat konsep, dan merasa ditunggu oleh pembaca. Saya biasanya jenuh dan lelah juga kok kalau sudah hampir sampai di hari ke-30, tapi dengan melakukan 3 hal tadi, atas seizin Allah Alhamdulillah tidak ada bolong sampai projectnya selesai. Kalau secara teknis kamu tiba-tiba kehilangan ide, berdiskusilah dengan orang lain, bacalah buku, tontonlah video inspiratif, dan perhatikanlah sekitarmu.
Yuk hidupkan Ramadhan dengan tulisan-tulisan inspiratif yang kaya akan kebaikan. Teringat pesan Ustadz Salim A Fillah dalam salah satu bukunya, “Tinta yang digoreskan oleh seorang penulis adalah darah bagi perubahan peradaban. Karenanya, perhatikanlah kemana arah penamu bergerak!” Ya, penting sekali untuk memperhatikan arah pena kita. Sebab, kita tentu tidak ingin tulisan kita menjadi keburukan yang berrantai-rantai, bukan?
Selamat menyongsong Ramadhan dengan bersemangat. Saya menunggu tulisan-tulisan kalian mewarnai dashboar biru tua ini. Saling mendoakan ya, semoga Allah memudahkan kita untuk konsisten menulis di 30 hari Ramadhan ini agar bisa menyebarluaskan kebaikan-Nya melalui tulisan. Bismillah! Laa hawla wa laa quwwata illa billah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.
Bagaimana, apakah ini cukup membantu? Kalau masih ada pertanyaan, silahkan kirim melalui inbox Tumblr atau e-mail, ya. Jangan sungkan. Oh iya, silahkan tinggalkan comment di post ini jika kamu ingin ikut menulis #30daysramadhanwriting agar saya bisa follow-back untuk memantau dan membaca tulisanmu juga. Cheers!
Untuk membaca seri WriterTalk yang lain, silahkan klik disini.