Kau boleh mengataiku kolot, karena apa yang diajarkan kepadaku memang wanita sepatutnya dijaga. Agamaku, budayaku, negaraku pun, meletakkanku tidak sejajar dengan lelaki, bukan karena aku tidak pantas dan tidak sejajar dengannya. Mereka melakukannya demi menjagaku, jenisku. Jangan kau coba lawan kehendak alam, seperti jangan kau coba untuk meng-imam-i seorang lelaki. Disebut Imam-pun juga karena Ia adalah seorang lelaki.
mengapa tidak kau ubah pendekatanmu, dengan memperbaiki generasinya? dengan mengajarkan anak lelaki untuk menghargai jenismu?















