“Semoga lekas menemukan; bukan yang sempurna, tapi dengannya kau hampir tidak mengenal sakit hati.”
— Faris (via mbeeer)
we're not kids anymore.

titsay
No title available
occasionally subtle
KIROKAZE

pixel skylines

Andulka

❣ Chile in a Photography ❣

tannertan36

No title available
styofa doing anything
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Claire Keane
TVSTRANGERTHINGS
Xuebing Du
No title available

Kaledo Art

roma★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

⁂
seen from Jordan

seen from United States
seen from Brazil

seen from Brazil

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Poland
seen from Italy
@sparksfliess
“Semoga lekas menemukan; bukan yang sempurna, tapi dengannya kau hampir tidak mengenal sakit hati.”
— Faris (via mbeeer)
Book of the day: The Power of Now by Eckhart Tolle
Get the FREE Kindle Reading App
Me. Every single time.
The Scientific Explanation Behind the Reason Why Introverts Need Much More Alone Time Than Extroverts
fyp-psychology:
Picture this: You’re at a party. A few of the people you know fairly well, most are mild acquaintances and the rest you’ve never before. How do you interact?
The way you view and respond to social situations is the primary indicator on whether you are an introvert or an extrovert.
Keep reading
Malaikat Terbaik
Konon, ada seorang anak kecil berkata kepada Tuhan, tepat sebelum ia dilahirkan.
"Tuhan, aku takut.." ucap anak kecil itu.
Mendengar pernyataan anak kecil itu, Tuhan tersenyum.
Sembari memeluk dan memangkunya, Tuhan menjawab, "Wahai Anaku, sudah saatnya kau menempuh kehidupan baru, tidak bisa selamanya kau ada di sini, suatu saat kita akan berjumpa lagi kelak, dengan jiwa yg berbeda."
Anak tersebut menitikan air matanya, dia sangat tidak ingin meninggalkan Surga.Tempat di mana dia bisa dengan bebas bermain riang gembira. Tempat di mana ia bisa dengan bebas tertawa dan tidak perlu merasa takut akan apapun.
Dengan sedikit murung, anak itu berusaha meyakinkan Tuhan agar ia tak diturunkan ke muka bumi.
"Tuhan, saat aku di sana, siapa yg akan melindungiku? sedangkan di sini, aku terlindung dari segala marabahaya." tanya sang anak kecil.
Tuhan menjawab "Tenang saja anakKu, akan kukirimkan Malaikat TerbaikKu untuk selalu menjagamu."
"Lalu saat aku ada di sana, siapa yg akan melindungiku dari dinginnya udara malam? sedangkan di sini, udara selalu terasa hangat."
Tuhan kembali menjawab "Tenang saja anakKu, akan kukirimkan Malaikat TerbaikKu untuk selalu menghangatkanmu."
"Lalu saat nanti aku menangis, siapa yg akan mengerti aku? sedangkan di sini, aku mempunyai Tuhan tempatku mengadu"
Tuhan menjawab,"Tenang saja anakKu, akan kukirimkan Malaikat TerbaikKu untuk selalu menghiburmu."
"Lalu saat aku ada di sana, bagaimana aku berbicara? sedangkan aku tidak bisa bahasa mereka."
Tuhan kembali menjawab,”Tenang saja anakKu, Malaikat TerbaikKu akan mengajarimu cara berbahasa yg luhur.”
"Jika aku lapar, siapa yg akan memberiku makan?"
Tuhan menjawab, "Malaikat TerbaikKu akan mencarikan makanan untukmu sampai kapanpun"
"Jika aku mengantuk, di manakah aku akan tertidur?"
Tuhan menjawab,"Malaikat TerbaikKu akan menjadi tempat bernaungmu."
"Lalu jika aku sakit, siapa yg akan merawatku?"
Tuhan menjawab, "Malaikat TerbaikKu akan selalu merawatmu siang dan malam, tanpa lelah."
"Jika aku tersakiti, siapa yg akan menolongku?"
Tuhan menjawab, "Malaikat TerbaikKu akan mewakili segala penderitaanmu."
"Lalu jika AKU LUPA PADAMU, aku harus bagaimana?"
Tuhan kembali menjawab,"Tenang, Malaikat TerbaikKu akan selalu membimbingmu untuk mengingatKu."
Anak itu terdiam seribu bahasa. Tuhan tampak tersenyum melihatnya. Lalu anak itu kembali bertanya untuk yg terakhir kalinya.
"Tuhan, aku mau turun ke muka bumi, asal Kau mau menjawab pertanyaanku yg terakhir ini."
Tuhan bertanya, "Apakah pertanyaanmu itu, anakKu?”
"Aku penasaran, siapakah Malaikat TerbaikMu itu, Tuhan?" tanyanya penasaran.
Mendengar pertanyaan terakhir anak kecil itu, Tuhan Tersenyum bahagia. Lalu di bisikannya dengan pelan sebuah kata-kata yg indah di telinga sang anak kecil.
"Malaikat terbaikKu itu, nanti akan kau sebut dengan panggilan, IBU."
mbeeer - dengan sedikit sentuhan edit dari saya
#blue #blueocean #nail #nailart #bag #jeans #rippedjeans
i told 'em that it wasnt me being desperate. Its just my soul is slowly sinking i need him to help it out
Setiap anak adalah Fans Militan nasi goreng ibunya masing-masing.
Hidup nasi goreng emak! (via mbeeer)
i like it how you make it look like you just talk about some random shits when in fact you cry your heart out.
And damn you got me there for a sec.
But, well, I shouldn’t have got my logic involved when i was in love tho.
.
.
Otherwise, you’d still be here.
I’m going to tell you something: thoughts are never honest. Emotions are.
Albert Camus, Notebooks 1951-1959 (via wordsnquotes)
But sometimes thoughts lead you to the right path, while emotions make you lost your way.
I was going to go easy on you and not to hurt your feeling, but you were just so bitchy af
Seems like I have a very sharp tongue
They say I am a cold-blooded. They say I am helpfulness. But, in fact, they just do not know me.
Self reminder :)
Sampai mati kisah ini kan ku jaga,hingga berakhir nafasku…
(via alwaysopenmyheart)
kenapaki seng beb?
This is a riddle that kids solve in 10 mins, can you solve it? #9gag