02. Worldwide Accounting Diversity
1. INTRODUCTION
Perbedaan terjadi karena berada pada berbagai negara yang berbeda pada perlakuan akuntasi terhadap banyak entitas atau item-item yang ada. Sebagai contoh, perusahaan di Amerika tidak boleh melaporkan property, tanah, dan peralatan lebih dari nilai historisnya. Sebaliknya, perusahaan di Eropa boleh melaporkan asset mereka pada nilai wajar.
Perbedaan pada akuntansi dapat menyebabkan perbedaan jumlah yang signifikan pada laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan komprehensif lainnya. Jika kita melihat pada laporan tahunan 2009 SK Telecom Company Ltd. menggambarkan lima belas perbedaan yang signifikan antara SAK Korea Selatan dan SAK Amerika. Berdasarka Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) Korea Selatan, SK Telecom melaporkan bahwa net income mereka sebesar ₩1,056 miliar. Jika SK Telecom menggunakan GAAP Amerika, makan net income mereka akan berubah menjadi ₩1,357 miliar, naik sekitar 28%.
Pada pembahasan kali ini, bagian ini akan memperlihatkan bukti dari perbedaan akuntansi, mengkaji penyebab dari perbedaan akuntansi, dan mempelajari permasalah yang timbul dari perbedaan akuntansi itu sendiri.
2. EVIDENCE OF ACCOUNTING DIVERSITY
Untuk membuktikan bahwasanya akuntansi itu memiliki perbedaan dengan negara lainnya. Mari kita perhatikan laporan posisi keuangan konsolidasi dari perusahaan Inggris; Vodafone Group PLC dan perusahaan Amerika; Verizon Communications Inc
3. REASONS FOR ACCOUNTING DIVERSITY
Sebuah survei dari literatur yang relevan telah mengidentifikasi lima item berikut diterima sebagai faktor yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara:
(1) sistem hukum,
(2) perpajakan
(3) penyedia pembiayaan
(4) inflasi
(5) Hubungan politik dan ekonomi.
(6) Hubungan antar faktor
3.1. Legal System
Ada dua jenis utama dari sistem hukum yang digunakan di dunia, yaitu; common law dan dikodifikasi hukum Romawi. Negara common law mengandalkan jumlah hukum undang-undang yang terbatas, yang kemudian ditafsirkan oleh pengadilan. Keputusan pengadilan menetapkan preseden, sehingga mengembangkan kasus hukum yang melengkapi undang-undang. Common law berkembang di negara-negara yang berbahasa inggris.
Sebuah sistem hukum kode, diikuti disebagian besar negara-negara non-berbahasa inggris. Negara yang menganut sistem ini cenderung memiliki peraturan yang bersifat lebih relative atau hukum yang telah dikodifikasikan memiliki jangkauan yang luas terhadap aktivitas manusia.
3.2. Taxation
Di beberapa negara, laporan keuangan yang dipublikasikan membentuk dasar untuk perpajakan, sedangkan di negara-negara lain, laporan keuangan disesuaikan untuk tujuan pajak dan disampaikan kepada pemerintah secara terpisah dari laporan yang dikirim ke pemegang saham. Dalam kebanyakan kasus, beban dikurangkan untuk tujuan pajak itu harus digunakan dalam perhitungan pendapatan laporan keuangan.
3.3. Providers of Financing
Penyedia utama pembiayaan untuk usaha bisnis umumnya adalah keluarga, bank, pemerintah, dan pemegang saham. Di negara-negara yang dimana pembiayaan perusahaannya didominasi oleh keluarga, bank, atau negara aka nada sedikit tekanan akuntanbilitas public dan keterbukaan informasi.
3.4. Inflation
Negara-negara yang mengalami tingkat tinggi kronis inflasi merasa perlu untuk mengadopsi aturan akuntansi yang diperlukan untuk penyesuian inflasi pada jumlah biaya historis.
3.5. Political and Economic Ties
Akuntansi adalah sebuah teknologi yang relatif mudah dapat dipinjam dari atau diterapkan di negara lain. Melalui hubungan politik dan ekonomi, aturan akuntansi telah dikonversi dari satu negara ke negara lain.
3.6. Correlation of Factors
Secara kebetulan atau tidak, ada korelasi yang tinggi antara sistem hukum, kepatuhan pajak, dan sumber pendanaan.
4. PROBLEM CAUSED BY ACCOUNTING DIVERSITY
4.1. Preparation of Consolidated Financial Statements
Perbedaan praktik akuntansi di berbagai belahan dunia menyebabkan suatu masalah yang bisa dikatakan cukup serius untuk beberapa pihak. Salah satu masalah tersebut adalah penyiapan laporan keuangan konsolidasi bagi perusahaan-perusahaan yang juga melakukan operasional di luar negeri. Perusahaan yang mempunyai anak di negara lain, yang dimana pencatatan akuntansi dan standarnya menggunakan aturan setempat harus mengonversi seluruh entitas dan operasional anak kepada GAAP dan mata uang perusahaan induk supaya laporan konsolidasi dapat dihasilkan.
4.2. Access to Foreign Capital Markets
Permasalahan kedua yang ditimbulkan yaitu akses terhadap pasar modal asing. Jika perusahaan ingin menjual saham atau meminjam uang di pasar modal asing, hal ini dapat terjadi jika perusahaan menyediakan satu set laporan keuangan sesuai dengan standar laporan keuangan negara dimana modal tersebut ingin diperoleh.
4.3. Comparability of Financial Statements
Masalah yang ketiga muncul dari ada perbedaan praktik akuntansi dunia adalah berhubungan dengan kurangnya daya banding laporan keuangan antar perusahaan di berbagai negara. Secara signifikas, perbedaan dapat mempengaruhi analisis laporan keuangan asing untuk membuat keputusan investasi dan pinjaman. Kurang komparabilitas laporan keuangan juga dapat memberikan efek buruk pada perusahaan ketika membuat keputusan untuk mengakuisisi perusahaan asing.
4.4. Lack of High-Quality Accounting Information
Masalah keempat yang muncul akibat adanya keberagaman akuntansi dunia adalah kurang kualitas tinggi dari standar akuntansi di beberapa bagian dunia. Ada anggapan umum bahwa kebangkrutan bank di Asia Timur pada tahun 1997 adalah karena tiga factor; sector korporasi leverage yang tinggi, ketergantungan sector swasta pada mata uang asing, dan kurangnya transparansi akuntansi. Krisis di Asia Timur tidak disebabkan oleh kurangnya transparansi akuntansi, tetapi hal ini sudah pasti memberikan sumbangan pada krisis tersebut. Investor dan kreditor internasional tidak dapat menilai secara memadai risiko karena laporan keuangan tidak mencerminkan tingkat eksposur risiko karena kekurangan berikut:
Jumlah utang yang sebenarnya disembunyikan oleh transaksi pihak terkait yang tidak diungkapkan dan off-balance-sheet financing.
Tingkat risiko pertukaran mata uang asing yang tidak jelas.
Informasi tentang sejauh mana investasi dan pinjaman yang telah dibuat didalam spekulasi asset tidak tersedia.
Kewajiban kontinjensi untuk menjamin utang, biasanya pinjaman mata uang asing, tidak dilaporkan.
Pengungkapan yang seharusnya mengenai loan loss tidak dibuat.
Karena permasalahan yang timbul akibat keberagaman akuntansi dunia, mencoba untuk mengeurangi perbedaan tersebut telah berlangsung selama lebih kurang tiga dekade. Proses ini dinamakan harmonisasi. Tujuan utam dari harmonisasi adalah menciptakan satu set akuntasi internasional yang akan dipakai oleh perusahaan dari berbagai negara.
5. ACCOUNTING CLUSTERS
Mengingat adanya pembahasan mengenai faktor yang mempengaruhi praktik akuntansi dunia, tidak mengejutkan bahwa ada beberapa negara yang berada pada kelompok yang sama. Skema satu klasifikasi mengidentifikasi ada tiga model akuntansi utama yaitu; (1) fair presentation/full disclosure model, (2) the legal compliance model, dan (3) the inflation-adjusted model.
5.1. A Judgmental Classification of Financial Reporting Systems
Pada bagan 2.5 istilah micro-based dan macro-uniform masing-masingnya menggambarkan Anglo Saxon dan Continental European Models. Masing-masing kelas dibagi menjadi dua sub-kelas yang kemudian dibagi lagi menjadi famili. Dalam kelas micro-based sistem akuntansi, ada sub-kelas yang dipengaruhi oleh ekomi bisnis dan teori akuntansi. Belanda adalah satu-satunya negara dalam sub-kelas ini. Salah satu manifestasi dari pengaruh teori adalah, bahwa perusahaan Belanda sudah dapat menggunakan akuntansi current replacement cost accounting untuk menilai aset mereka laporan keuangan utama. Sub-kelas dari micro-based lainnya adalah perusahaan asal Inggris, lebih pragmatis dan berorientasi pada praktik bisnis, tidak terlalu bergantung pada teroi ekonomi dan pengembangan aturan akuntansi.
Pada macro-uniform, terdapat sub-kelas yang berbasis pada “government and economics” serta “continental, government, tax, legal”
6. AN EMPIRICAL TEST OF THE JUDGMENTAL CLASSIFICATION
Klasifikasi penilaian pada bagan 2.5 dilakukan dengan tes empiris pada tahun 1990. Dengan melibatkan data sebanyak 100 buah praktik laporan keuangan yang dianalisa menggunakan prosedur statistik hierarchical cluster analysis.
7. THE INFLUENCE OF CULTURE ON FINANCIAL REPORTING
7.1. Hofstede’s Cultural Dimensions
Menggunakan respon untuk survei perilaku yang dilakukan pada pegawai IBM secara menyeluruh, Hofstede mengidentifikasi empat dimensi budaya yang dapat dipakai untuk menggambarkan persamaan dan perbedaayan budaya di seluruh dunia secara umum: (1) individualism, (2) power distance, (3) uncertainty avoidance, dan (4) masculinity. Dan yang terbaru ditemukan adalah long-term orientation. Induavidualism adalah kecenderungan individu untuk memiliki ikatan yang longgar dengan masyarakat dan lingkungan. Power distance adalah jarak kekuasaan pada hierarki dan distribusi ketidaksamaan kekuasaan di dalam sebuah institusi dan organisasi dapat diterima. Uncertainty avoidance merujuk kepada sikap individu atau masyarakat untuk menghindari ketidakpastian yang menunjukkan bahwa individu tidak nyaman dengan ketidakpastian dan ambiguitas. Masculinity merujuk kepada penekanan nilai maskulin tradisional individu pada kinerja dan pencapaian daripada nilai feminism sebuah hubungan. Long-term orientation merujuk pada pemikiran dan perancanaan individu untuk jangka panjang.
7.2. Gray’s Accounting Values
Gray mengidentifikasi empat nilai akuntansi yang dapat dikenal secara luas, yang dimana dapat digunakan untuk mengidentifikasi subculture sebuah negara. Diantaranya yaitu, (1) professionalism, (2) uniformity, (3) conservatism, dan (4) secrecy.
Gray juga beragumen bahwasanya, nilai budaya sebuah negara mempengaruhi nilai akuntansi, seperti yang ditunjukkan oleh bagan 2.7.
7.3. Religion and Accounting
Agama memainkan peran yang penting dalam mendefinisikan budaya nasional pada banyak bagian di dunia serta juga dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap praktik bisnis. Contoh nya dalam agama islam, al-quran mendiktekan panduan untuk melakukan kontribusi penggalangan dana dan pengenaan bunga pada pinjaman. Pada beberapa negara islam, perusahaan perbankan beroperasi secara syariah. Karena peraturan akuntansi tradisional tidak dapat mencakup transaksi yang dibawa oleh Institusi Keuangan Islam, maka akuntansi dan organisasi auditing Institusi Keuangan Islam (AAOIFI) aktif dalam pengembangan dan mengenalkan standar akuntansi islam. Pada tahun 2004, Malaysian Accounting Standard Board mengumumkan bahwa merke akan mengenakan empat standar akuntani yang baru yang berhubungan dengan ijrah (leasing), zakat (income tax), takaful (insuramce), dan mudarabah (deferred payments).
8. A SIMPLIFIED MODEL OF THE REASONS FOR INTERNATIONAL DIFFERENCES IN FINANCIAL REPORTING
Setelah memilah-milah banyak nya alasan yang telah di hipotesiskan untuk mempengaruhi perbedaan secara internasioanl pada laporan keuangan, Nobes mengembangkan sebuah model dengan dua faktor penjelas: budaya dan sifat dari sistem keuangan. Nobes berpendapat bahwa alasan utama dari perbedaan laporan keuangansecara internasional adalah tujuan yang berbeda bagi laporan tersebut.
Sistem keuangan sebuah negara dilihat sebagai faktor yang paling berhubungan dalam menetukan tujuan dari laporan keuangan. Lebih spesifik nya, ketika sebuah negara memiliki atau tidak memiliki sistem pembiayaan ekuitas yang kuat dengan sejumlah shareholder luar akan menetukan sifat dari pelaporan keuangan di sebuah negara. Nobes membagi sistem keuangan menjadi dua kelas, A dan B. Sistem keuangan kelas A ditemukan di negara-negara dengan pembiayaan ekuitas yang kuat dari para shareholders nya. Pada kelas A, praktik pengukuran tidak terlalu konservatif, pengungkapan yang luas, dan praktik akuntansi berbeda dengan peraturan pajak. Klasifikasi kelas A sesuai dengan apa yang disebut Anglo-Saxon Accounting.
Sedangkan untuk kelas B, sistem akuntansi nya ditemukan pada negara yang lemah akan sistem pembiayaan ekuitas dari shareholder luar nya. Ukurannya adalah lebih konservatif, pengungkapannya tidak terlalu luas, dan praktik akuntansi lebih mengikuti peraturan pajak. Klasifikasi kelas B yaitu akuntansi di Benua Eropa.
Nobes berpendapat bahwa budaya, termasuk struktur institusi, menentukan sifat dari sistem akuntansi. Nobes juga berpendapat bahwa beberapa budaya mengarah kepada sistem pembiayaan ekuitas yang kuat dan budaya lainnya mengarah kepada sistem pembiayaan ekuitas yang lemah dari pihak luar. Nobes menyederhanakan model alasan tersebut untuk akuntansi internasional menjadi :
Kebanyakan negara maju memiliki budaya yang mandiri, Nobes mengimplementasikan model nya menjadi:
Banyak dari negara berkembang biasa nya didominasi oleh negara lain sebagai hasil dari penjajahan eropa. Menurut Nobes, negara yang budaya nya di dominasi menggunakan sistem akuntansi berdasarkan negara yang mendominasi mereka tanpa memperhatikan sifat dari sistem pembiayaan ekuitas.
8.1. Examples of Countries with Class A Accounting
Contoh dari negara-negara yang tergolong dalam akuntansi kelas A adalah :
Inggris : tergolong kepada budaya tipe ke-1 dengan sistem pembiayaan ekuitas yang kuat
New Zealand : merupakan negra yang didominasi oleh Inggris sehingga memiliki sistem pembiyaan ekuitas yang kuat karena terpengaruh oleh sistem Inggris. New Zealanf digolongkan kepada Kelas A.
Malawi : memiliki pembiayaan ekuitas dari luar yang lemah, tetapi sebagai negara bekas jajahan Inggris, Malawi digolongkan menjadi akuntansi Kelas A.
Nobes juga menambahkan bahwa sistem keuangan pada sebuah negara akan berkembang dari lemah menuju kuat, sistem akuntansi juga akan berkembang ke arah akuntansi Kelas A. Contohnya adalah Cina. Selain itu, perusahaan yang menggunakan akuntansi Kelas A akan tetap menggunakan akuntansi tersebt meskipun berlokasi di negara dengan sistem akuntansi Kelas B, contohnya adalah Nestle dan Bayer and the Swiss company.
8.2. Recent Changes in Europe
Model yang disederhanakan oleh Nobes hadir unutk menjelaskan perkembangan akuntansi yang muncul di Eropa lebih dari dua dekade. Dikarenakan keingingan dari perusahaan-perusahaan untuk menjadi kompetitif dalam menarik investasi pembiayaan ekuitas asing, beberapa negara Eropa (dengan sistem akuntanis Kelas B) mengembangkan dua tingkat sistem laporan keuangan diakhir tahun 1990-an. Austria, Perancis, Jerman, Italia, dan Switzerland memberikan pilihan terhadap perusahaan yang terdaftar dalam pertukaran saham untuk menggunakan standar laporan keuangan internasional (IFRS) dalam mempersiapkan laporan keuangan gabungan mereka. Sedangkan untuk perusahaan induk tetap menyajikan laporan keuangan dengan peraturan akuntansi setempat.
Keinginan perusahaan-perusahaan untuk menjadi kompetitif pada pasar modal internasional menyebabkan European Commision pada tahun 2005 untuk mewajibkan semua perusahaan publik dalam serikat Eropa untuk menggunakan IFRS dalam mempersiapkan laporan keuangan gabungan. Perusahaan di Eropa saat ini mengunakan seperangkat standar akuntansi yang berdasarkan model akuntansi Anglo-Saxon dalam mempersiapkan laporan keuangan gabungan mereka. Bagaimanpun juga, pada kebanyakan kasus, beberapa perusahaan swasta di Eropa tetap menggunkaan GAAP setempat, seperti yang dilakukan perusahaan publik dalam menyusun laporan keuangan induk perusahaan.
9. FURTHER EVIDENCE OF ACCOUNTING DIVERSITY
Perbedaan dalam akuntansi dapat dilihat sebagaimana dibawah ini:
Perbedaan pada laporan keuangan termasuk laporan tahunan.
Perbedaan dalam format yang digunakan untuk menyajikan laporan keuangan individu.
Perbedaan dalam tingkatan detail yang ada di laporan keuangan
Perbedaan terminologi.
Perbedaan dalam pengungkapan.
Perbedaan dalam pengakuan dan pengukuran
9.1. Financial Statements
Perusahaan di Amerika diminta untuk memasukan laporan neraca, laba rugi, dan laporan arus kas didalam laporan keuangan. Sebagai tambahan, jadwal menjelaskan perubahan laba ditahan dan akumulasi laba rugi komperhensif harus ditampilkan.pada hakikatnya, seluruh perusahaan di dunia menyediakan neraca dan laba rugi pada laporan keuangan. Walaupun tidak secara universal, kebanyakan negara pada saat ini meminta adanya penyajian dari laporan arus kas.
9.2. Format of Financial Statements
Perusaahan-perusahaan yang ada di Amerika menyusun aset dan kewajiban pada neraca sesuai dari likuditas nya, dari yang paling lancar sampai ke yang paling tidak lancar. Tetapi pada banyak negara lainnya aset dan kewajibannya disusun dalam urutan yang berkebalikan dari likud atau tidaknya. Pada format laporan keungan yang digunakan yang biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, sales revenue dan harga pokok penjualan dilaporkan terpisah, dan selisih nya menjadi laba kotor.
Harga pokok penjualan termasuk biaya manufacturing (biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead) yang berhubungan dengan semua penjualan pada periode saat itu. Sebagai tambahannya, terdapat juga biaya-biaya seperti biaya penjualan, biaya administratif, biaya penelitian dan pengembangan, serta biaya-biaya opersai lainnya dikurangkan untuk memperhitungkan operating income. Contoh nya adalah format pada laporan laba rugi Callaway Golf Company dibawah ini:
Berbeda dengan perusahaan-perusahaan umumnya di Amerika, peusahaan-perusahaan di Eropa menyajikan laporan keuangan mereka menggunakan format expenditure. Perusahaan-perusahaan tersebut tidak menyajkan harga pokok penjualan menjadi satu pos, tetapi mereka memisahkan pos-pos tersebut, seperti biaya bahan pokok, beban personel, dan depresiasi. Untuk pos beban personel merupakan kumpulan total keseluruhan biaya personel yang ditimbulkan oleh perusahaan.
9.3. Level of Detail
Perbedaan juga terlihat pada tingkatan detail yang disediakan pada laporan keuangan individu. Pada perusahaan di Amerika, mereka cenderung lebih menyajikan beberapa pos-pos yang berhubungan pada awal laporankeuangan dan kemudian melengkapiny adengan memberikan rincian tambahan. Walaupun rincian yang dapat dipertimbangkan disediakan pada awal laporan keuangan, informasi tambahan juga dimasukkan pada catatan tambahan untuk menyediakan rincian yang lebih jauh pada pos-pos lainnya.
9.4. Terminology
Terdapat beberapa perbedaan istilah-istilah yang biasanya digunakana di beberapa negara, conoth nya pada negara Amerika Serikat yang biasanya menggunakan istilah kas atau setara kas, pendapatan pajak (taxes receivable), piutang (account receivable), dan persediaan. Sedangkan untuk megara-negara yang tidak berbahasa inggris menerjemahkan laporan keuangan mereka kedalam bahasa inggris untuk kenyamanan para pengguna bahasa inggris. Biasanya perusahaan-perusahaan ini menggunakan istilah antara inggris Amerika atau British dalam mempersiapkan laporan keuangannya.
9.5. Disclosure
Banyaknya perbedaan jenis informasi yang ada pada banyak negara diungkapkan dalam suatu laporan keuangan. Banyak dari pengungkapan disajikan oleh perusahaan diwajibkan oleh hukum atau peraturan-peraturan lainnya. Sebagai tambahannya, banyak dari perusahaan di dunia menyediakan informasi tambahan dan pengungkapan secara lebih sering untuk lebih bersaing dan mendapatkan pembiayaan di pasar modal internasional.
Pengungkapan diwajibkan untuk dibuat oleh perusahaan publikdi Amerika Serikat. Biddle dan Saudagaran mengembangkan tingkatan dari pengungkapan yang dibutuhkan oleh bursa saham di delapan negara utama.
9.6. Recognition and Measurement
Perbedaan internasional yang paling penting yang ada pada pelaporan laporan keuangan adalah yang berhubungan dengan pengakuan dan pengukuran aset, kewajiban, pendapatan, dan beban. Pengakuan mengacu kepada keputusan apakah sebuah item atau pos harus dilaporkan dalam laporan keuangan. Contohnya adalah standar akuntansi nasional yang menentukan apakah biaya yang terkait dengan perolehan penggunaan sumber daya harus diakui sebagai aset pada laporan keuangan.
Sumber:
Timothy Doupnik & Hector Perera. 2007. International Accounting. Mc Grow. Hill















