Sejujurnya saya agak malas buat throwback ke 2020, tapi i learned a lot dan sayang aja buat dilupain.
Setahun yang rasanya panjang sekali, namun sekaligus terasa sangat singkat, ya gak sih? kalau diingat-ingat lagi saya melalui banyak hal, saya menyelesaikan beberapa hal penting, saya melakukan banyak hal yang tidak biasa saya lakukan.
Karena tinggal di rumah saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama orang tua, dan saya sangat bersyukur tentang hal ini. Kami bercerita tentang ini itu, dan berdebat kecil karena hal sepele. Kemudian saya lebih mengenal perilaku kucing saya yang semakin hari semakin menggemaskan itu.
Selama tahun 2020 saya juga habiskan waktu untuk menyelesaikan skripsi, tentunya dengan segala drama per-skripsian yang melelahkan yang menguras isi kepala dan air mata.
Saya belajar memasak, walaupun sudah lama hidup sendiri tinggal di kos selama kuliah saya tidak pernah benar-benar bisa memasak. Kemudian saya menulis beberapa cerita fiksi, membaca buku, menonton banyak serial Netflix, drama korea, dan anime.
Banyak hal yang saya lakukan selama di rumah, tapi rasanya semua yang saya lakukan dan saya lalui terasa kelam diselimuti sesuatu yang lebih besar, tepatnya diselimuti rasa kecewa.
Saya berpikir mungkin karena saya terlalu kecewa terhadap keadaan, keadaan yang tengah dialami seluruh dunia ini. Rasanya saya ingin menghapus semua kenangan di tahun 2020, melupakan semuanya, tapi itu sudah pasti mustahil.
Saya kecewa terhadap mimpi-mimpi dan rencana-rencana yang telah saya susun menjadi tidak berarti.
Tapi saya sepenuhnya sadar, kita semua terkena dampak. Saya tidak seharusnya melimpahkan semua kekecewaan pada keadaan ini.
Karenanya saya selalu sabar menjalani hari-hari, dan melakukan hal-hal positif agar semua ini dapat terlewati.
Semoga untuk jalan-jalan yang lebih menanjak dan terjal yang mungkin akan dilalui pada tahun baru ini, kita semua dapat melewatinya dengan hati dan jiwa yang kuat, dengan perasaan yang lebih lapang dan ikhlas. Semoga kita selalu dimudahkan jalannya oleh Tuhan.