terima kasih karena sudah banyak bersabar, terimakasih atas hatimu yang terlalu lapang, terima kasih karena aku bisa merasakan lagi cukup dan syukur sebab dimiliki seseorang.
noise dept.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

❣ Chile in a Photography ❣
The Stonewall Inn
sheepfilms
todays bird
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
he wasn't even looking at me and he found me
Keni

shark vs the universe
Cosmic Funnies

if i look back, i am lost
Lint Roller? I Barely Know Her
RMH
Mike Driver

bliss lane

Game Changer & Make Some Noise
Sweet Seals For You, Always

roma★

No title available
seen from Brazil
seen from Argentina
seen from United Kingdom
seen from Italy
seen from Spain
seen from United States

seen from China

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Mexico
seen from Costa Rica
seen from Russia
seen from Australia
seen from Malaysia
seen from Philippines
seen from United States
seen from Canada
seen from Costa Rica
@staynrr
terima kasih karena sudah banyak bersabar, terimakasih atas hatimu yang terlalu lapang, terima kasih karena aku bisa merasakan lagi cukup dan syukur sebab dimiliki seseorang.
kenapa baru mulai riuh saat kita sudah memadamkan rasa?
orang-orang selambat itu menyadari bahwa ada apa-apa diantara kita
“Kamu mau punya rumah yang seperti apa?”
“Random lagi deh, hm, yang gimana ya.” Balasku sambil berpikir sejenak. “Mungkin yang nggak tingkat juga gapapa, tapi ada teras dan halaman buat tanaman.”
“Kenapa nggak mau yang tingkat?”
“Bukan nggak mau sih, kalau tingkat kan agak serem ya, kamu tau kalau aku agak takut juga sama ketinggian.”
“Oh gitu, aku mau punya rumah yang tingkat, minimalis gitu, dalamnya ruangannya banyak, terus ada ala-ala rooftop biar bisa stargazing gitu.”
“Hohoho astetik banget ya anaknya.” Tiba-tiba aku terpikir sesuatu. “Hm, aku sih nggak muluk-muluk ya, yang penting nanti pagar rumahnya jangan tinggi”
“Kenapa gitu?”
“Biar kalau tetangga ghibah atau julid kedengeran, kan kalau pagarnya tinggi nggak bisa ghibah nanti akunya.”
“Sesederhana itu?” pertanyaannya yang kujawab dengan sekali anggukan mantap. “Oke, kalau gitu rumah kita nanti nggak usah ada pagarnya, biar lancar kamu ghibahnya.”
Semoga, semoga Tuhan mengizinkannya
“Semoga kita bukanlah satu dari sekian banyaknya orang yang berbahagia dengan cara merebut kebahagiaan orang lain.”
—
Menyenangkan rasanya. Saat aku bisa melihatmu bercerita dengan sangat bahagia.
Menyenangkan rasanya. Saat aku bisa kembali melihat senyummu.
Menyenangkan rasanya. Saat aku masih bisa menjadi orang yang kau cari saat kau ingin berbagi.
-Sitinurlia
Ternyata, memang benar pergi, ya. Kukira setelah usahaku untuk berpura-pura menghilang akan memunculkan kamu lagi. Tapi ternyata, tidak. Aku semakin kehilangan kamu. Sekarang, merengek memintamu kembali pun adalah sia-sia.
Just because.
Hanya karena kau sudah mengenalnya lama, itu tidak berarti dia adalah orang yang tepat untukmu.
Hanya karena dia adalah orang yang baik, itu tidak berarti dia sudah baik untukmu.
Hanya karena kau yang paling memperjuangkannya, itu tidak berarti dia akan membalas perasaanmu.
Hanya karena kau mencintainya, itu tidak berarti dia adalah orang yang ditakdirkan untukmu.
Andira W.
30 Desember 2018.
Kamu yang Tidak
Aku rasa, kita tidak saling jatuh cinta.
Kita, hanya dua orang yang tak sengaja dipertemukan dalam satu keadaan, lalu kebetulan bahagia berkat kehadiran masing-masing. Tapi, tidak untuk lebih.
Kita, hanya dua orang yang saling membutuhkan untuk membunuh kesepian di sisi kita, lalu merasa nyaman karena memiliki seseorang untuk diajak berbagi. Tapi, itu sudah cukup.
Aku, tidak memerlukan lagi jawaban atas pertanyaan “kita ini apa?”. Kamu, juga mungkin tidak pernah berniat menjanjikan “kita”. Aku, kamu, tau itu.
Aku, mungkin sudah terlanjur jatuh sebelum kamu mencegahku. Kamu, mungkin pernah sekali saja kagum padaku. Tapi, perihal perasaan kita, biarlah kita mengetahuinya dengan cara yang paling indah.
Aku rasa, kita memang tidak saling jatuh cinta. Atau mungkin, aku saja, kamu yang tidak.
Ada yang hampir melepaskan jika saja tak kembali dipertahankan
-Sitinurlia
Setelah Pergimu
Pernah ada yang datang setelah kepergianmu.
Menawarkan bahagia seperti yang pernah kau bawa.
Menjanjikan setia seperti yang pernah kau ucap.
Menyanggupi bersama seperti yang pernah kau lakukan.
Bukannya menerima, aku malah membandingkan.
Menimbang atas semua kejadian yang kuberinama pelajaran.
Mengingat lagi semua yang pernah kau lakukan.
Merasakan lagi lebih dalam luka yang kau tinggalkan.
Bukan…
View On WordPress
Menyelesaikan Kamu
Saya senang pernah membersamai kamu pada waktu itu.
Menjadi orang yang berpengaruh dalam hal merubah pola pikirmu.
Saya senang melihat kamu tumbuh dengan hal yang jauh lebih baik lagi.
Tapi, kini saya jauh.
Lebih tepatnya sengaja menjauh.
Tugas saya dalam mempengaruhi pola pikirmu sudah selesai.
Begitupun kamu, saya juga harus tumbuh.
Terimakasih pada hal menyenangkan yang pernah tercipta.
Semoga,…
View On WordPress
Fiksi Mini
Hah! Mengalah lagi. Aku sebenarnya bosan dengan keadaan dimana aku harus selalu mengerti orang lain dengan terus menerus mengabaikan kepentingan diriku sendiri. Memang, manusia itu makhluk sosial, membutuhkan manusia lain. Entahlah, atau mungkin kebanyakan orang hanya memanfaatkan keadaanku saja.
"Re? Kamu mau tau enggak? Aku lagi suka sama cowok! Ganteng lagi! Namanya Devan."
"Oh, ya?" Batinku berharap semoga bukan dia. "Ada fotonya? Seganteng apa sih?" Tanyaku penasaran.
Sambil menunjukkan foto, seketika senyumku luntur. Rasanya tidak mungkin. Aku tidak mungkin bisa mengalahkan perasaan yang kupunya untuk sahabatku. Apa aku tidak berhak untuk bahagia? Kita menyukai lelaki yang sama! Apa-apan ini!
"Hei! Re? Rere? Kenapa? Ganteng kan?"
"Ah? Oh, i, iya. Ganteng." Jawabku dengan senyum terpaksa.
"Kamu bahagia, Ra?" Tanyaku penasaran.
"Banget!" Jawabnya dengan senyum mengembang.
"Re? Kemarin aku coba pedekate sama Devan. Tapi dia keliatan cuek gitu. Eh? Atau emang dia orangnya cool gitu ya? Aduh! Makin suka. Tapi, temen-temennya bilang katanya dia lagi suka sama seseorang loh, Re. Duh, kira-kira siapa. Apa mungkin aku?"
"Ah? Oh, mungkin aja."
"Minggu depan, aku mau ajak Devan makan. Kamu ikut juga ya, Re?"
"Oh, hm, iya." Jawabku seadanya.
Melihat sahabatku bahagia harusnya aku juga bahagia. Tapi kebahagiaan mana yang harus aku tunjukkan saat kebahagiaanku sendiri harus kurelakan.
"Re, kasih aku kesempatan. Aku akan bikin kamu bahagia. Aku tau, kamu tersiksa kan, dengan terus menerus nungguin Devan? Apalagi sekarang, Kiara, sahabat kamu, juga suka suka sama Devan, kan? Ayolah, Re, kita sahabatan udah lama. Aku tau baik buruknya kamu. Kamu juga tau keluarga aku."
"Nah, itu, itu, Dan. Aku enggak mau ngerusak persahabatan kita."
"Tapi aku bisa jagain kamu sebagai pacar sekaligus sahabat, Re. Buka hati kamu buat aku. Lihat keberadaan aku!"
"Syahdan.."
"Re, tolong, percaya, kasih aku kesempatan."
"Oke. Kasih aku waktu." Jawabku pasrah.
Percayalah, merelakan sesuatu yang sudah kita genggam dengan erat itu tidak mudah, atau mungkin tidak akan bisa. Tapi, ketika dihadapkan oleh orang-orang yang kita sayangi, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus memilih seseorang yang sangat berarti.
"Rere?"
"Loh? Devan?" Aku kebingungan kenapa dia ada disini.
"Re, aku mohon, kali ini jangan ngalah lagi."
"Heh? Maksudnya?"
"Kamu udah banyak ngalah. Aku sebenernya udah terlanjur jatuh cinta sama kamu, Re."
"Van?" Aku semakin tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Tolong, Re. Berjuang sama aku. Buat aku. Buat kita. Jangan ngalah. Aku enggak mau liat kamu ngorbanin perasaan kamu. Aku enggak mau kamu ngorbanin aku."
"Terus, Kiara?"
"Kamu tuh, bisa enggak sih, enggak usah mikirin orang lain disaat diri kamu sendiri membutuhkan itu. Kalau aku cintanya sama kamu, emang dia bisa apa? Hm? So, marry me?"
Aku hanya bisa tersenyum sambil menatap matanya, sambil bergumam dalam hati. "Maaf, Dan, aku memilih Devan. Maaf, Ra, kali ini aku enggak bisa ngalah."
Tidak terasa. Rotasi kita akan berubah. Saat koneksi untuk saling berhubungan diantara kita seakan mati suri. Kalo nanti semesta menempatkan kita pada keadaan entah disibukkan oleh kerja. Usaha. Kuliah. Dan serentetan aktivitas lainnya. Atau mungkin semesta menyiapkan sebuah kejutan. Entah itu pasangan. Teman bisnis. Teman kerja. Teman kuliah. Bahkan sampai bisa dibilang lebih bermakna dari apa yang telah kita lakukan bersama. Dengan rencana yang telah disusun sedemikian apiknya oleh Tuhan. Aku cuma punya satu harap. Semoga suatu saat. Entah pada waktu dan keadaan yang mana rindu yang kupunya dapat dirasakan juga oleh kalian. Enggak ada luv yang lebih dari more. ❤
Mwah!
-Sitinurlia
Mulai lupakan orang-orang yang tak membalas pesan singkatmu. Terima kenyataan, jangan terpuruk dalam khayalan. Sadar diri itu perlu, memperbaiki diri itu penting. Dia memang menarik, tapi kamu bisa membuat dirimu jadi lebih menarik bagi yang lain. Jangan terpuruk semakin buruk.
–boycandra
Karma telah sampai padaku. Ditinggalkan. Dikhianati. Tidak dihargai. Disakiti. Dan, semua yang pernah kau rasakan telah kujumpai. Apa masih belum puas kalau belum kamu sendiri yang menyebabkannya?
-Sitinurlia
Ada yang senang sekali berkeliling kota kecil bernama ingatan.
Ada yang senang sekali berkelana menjelajah tempat-tempat yang disebut kenangan.
Ada yang senang sekali mendatangi dunia yang katanya lebih berimajinasi bernama mimpi.
Ada yang senang sekali membahagiakan diri dengan sebutan harapan.
Ada yang senang sekali meriuhkan seisi kepala bernama kamu.
-Sitinurlia
2018 Punya Akhir
Sedang apa, Mas? Apa kamu juga sedang merencanakan liburan di akhir tahun seperti ini? Apa kamu sudah tau ingin melakukan apa di malam pergantian tahun nanti? Apa kamu juga sudah merencanakan sesuatu di tahun yang akan datang seperti kebanyakan orang? Apa kamu mungkin sedang bingung ingin melakukan apa di sisa-sisa liburan akhir tahun ini?
Mas, andai saja. Andai di hari terakhir pada 2018 ini aku sedang membersamai kamu. Andai di hari terakhir pada 2018 ini semesta sudah merestui pertemuan kita. Andai di hari terakhir pada 2018 ini bukan lagi rencana di tahun depan untuk kesenangan dan kepentingan diriku sendiri, melainkan semata untuk kebaikan kita.
Tidak apa, Mas. Mungkin semesta masih menyediakan perjalanan panjang pada kita sebelum akhirnya berhenti pada kita yang telah disatukannya. Entah pada tahun ke berapa. Entah pada rencana yang mana. Entah pada saat doa apa. Semogaku masih menyegerakan kamu.