My forever supporter 💐💐
Xuebing Du

#extradirty

No title available
Today's Document
EXPECTATIONS
Misplaced Lens Cap
Not today Justin
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Show & Tell
we're not kids anymore.
he wasn't even looking at me and he found me
Jules of Nature
The Stonewall Inn

titsay

roma★

Love Begins
Game of Thrones Daily

Origami Around
d e v o n
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from Japan

seen from Malaysia

seen from Spain
seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from Switzerland
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Philippines
seen from United States
@suciwulans
My forever supporter 💐💐
"I try harder to be the best version of me. But still not the best version to you." Kadang tanpa sadar kita berusaha menjadi yang terbaik di hadapan manusia. Padahal seharusnya kita berusaha menjadi yang terbaik di mata Allah, yang Maha Segala nya.
Yesterday's playdate with my happy pills 👧👶💙💚💛💜❤🎡🎪🍦🍼🌈
🐛🐛🐛🐛 #notetomyself
16 weeks. Alhamdulillah. Doa-doa untukmu selalu mengalir terucap setiap mengingatmu dan penciptamu, Nak. ❤
Tak perlu mengumbar kebaikan. Bisa jadi kebaikan yang diumbar akan menjadi keburukan bagi diri kita. Cukup Allah lah yang Maha Mengetahui walaupun hanya niat.
Belajar ikhlas itu tidak mudah. Tidak semudah melafalkan kata ikhlas. Tidak semudah menghafal suratnya. Hanya niat yang tulus yang bisa mengantarkan kita pada keikhlasan.
Tempat yang jauh itu tidak ada, yang ada hanyalah kaki yang tidak mau melangkah ke sana. Jangan berhenti melangkah, untuk siapa pun yang ingin sampai ke tujuan.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
:3 wup wup
You are more than your past. You are stronger than the people who tried to break you. You are more than your past. You have a future.
In the mood of 👗💬✏📏📐✂ Akhirnyaa 😂😂 *setelah morning sickness & muntah parah selama beberapa bulan*
pusar saya gatal, sangat gatal sampai saya menumpahkan seperempat botol minyak telon ke atasnya. kata teman saya, bisa jadi saya hamil. saya sih tidak percaya. pusar gatal tidak termasuk tanda-tanda kehamilan. apalagi, saya dan mas yunus belum merencanakan kehamilan–merencanakan untuk tidak hamil dulu, tepatnya.
tapi bukan saya dan mas yunus namanya, kalau tidak suka bercanda. “mas, aku pingin tahu tek. beli tahu tek yuk.” “emang kamu doyan petis-petis gitu?” “gatau kan aku belum pernah makan.” “besok malam aja ya, aku ngantuk banget sekarang.” saya memelas, “mas, ini kayaknya bawaan janinnya deh. kasian kalau nggak diikutin.” “hahaha ngawur,” lalu saya dikelikitik seperti biasa. besok malamnya, kami sungguhan keliling sekitaran rumah untuk beli tahu tek.
hari-hari berikutnya saya sering demam terutama saat pagi. badan saya pegal-pegal dan sangat tidak nyaman. selama 3 bulan sebelum menikah, saya lari pagi hampir 5km setiap hari. kebiasaan ini berhenti sesampainya saya di surabaya karena saya lupa bawa sepatu lari. nah, sepertinya demam-demam itu karena saya kurang olahraga. akhirnya demi mengambil sepatu lari, saya pulang ke bogor–sekaligus mengurus perintilan pasca-pernikahan yang belum selesai.
rencana lari pagi bubar jalan karena di bogor saya demam terus setiap pagi. entah dari mana, saya merasa mungkin teman saya ada benarnya, mungkin saya hamil. ditambah lagi, saya sudah 2 hari terlambat menstruasi. saat itu malam hari namun saya merasa tidak sanggup menunggu pagi untuk mengetes urin.
dua garis. garis satunya samar-samar tapi saya tau pasti bahwa persis ada dua garis di sana. seketika saya panik. saya memberi tau mas yunus–yang malam itu sedang jaga–dengan mengirim foto hasil tes lewat whatsapp. mas yunus sama-sama tidak percaya, “lusa dites lagi aja ya kica. coba pakai alat tes merk lain.”
saya panik. saya bahagia luar biasa tapi kepanikan lebih dominan menyelimuti perasaan saya. tiba-tiba saya menyesal tidak langsung mengonsumsi asam folat setelah menikah. tiba-tiba saya menyesal karena saya baru sempat melakukan tes kesehatan pranikah, namun belum sempat mengikuti program vaksin apapun. tiba-tiba saya menyesal karena saya begitu heboh mempersiapkan hari pernikahan tetapi sama sekali tidak mempersiapkan kehamilan.
saya dan mas yunus tidak berencana untuk menunda kehamilan. namun kami sama-sama tau dan paham bahwa kami belum siap untuk punya anak. ada banyak sekali alasan yang cukup membuat kami menerima bahwa kami belum siap–sehingga kami perlu mencegah pembuahan.
siapa yang mengira bahwa kata Allah lain. ibu kami sempat kaget sekali karena usia kandungan saya lebih tua dua minggu dari usia pernikahan kami. ini karena hari pertama haid terakhir (HPHT) saya adalah dua minggu sebelum kami menikah. ibu kami baru ber-“oh” panjang setelah kami jelaskan bahwa dari HPHT-lah usia kandungan dihitung.
saya dan mas yunus lebih kaget lagi. artinya kami “berhasil” pada percobaan pertama saja. kata mereka, mas yunus tokcer luar biasa.
entah pregnancy blues itu ada atau tidak, tapi bisa dibilang saya mengalaminya. kerap saya merasa sedih karena saya belum bisa menjadi ibu yang baik, belum siap. mulai dari urusan menata makan, menata waktu istirahat, menata hati dan emosi, serta menata lain-lain. belum lagi karena saya mengalami morning sickness yang cukup parah. hampir setiap selesai muntah saya menangis karena kerongkongan saya sakit. seringkali di malam hari saat mas yunus jaga, saya kelaparan namun tidak punya energi untuk masak atau makan.
yang bisa saya lakukan setiap kesakitan atau kelaparan hanyalah berdzikir sambil berdoa, semoga beserta rasa sakit tersebut Allah mengampuni dosa-dosa saya. doa yang sama juga berlaku untuk ibu-ibu saya. semoga setiap rasa sakit yang pernah ada pada ibu-ibu saya karena saya dan mas yunus, menggugurkan dosa-dosa ibu.
sekarang usia kandungan saya hampir memasuki trimester kedua. mulai berkurang sudah rasa mual beserta frekuensi muntah yang saya alami. seperti pesan ibu, “mbak hatinya ditata ya,” saya mulai menata segalanya. saya pun gumun melihat perubahan yang terjadi pada diri saya sendiri.
saya tidak pernah sehati-hati sekarang. soal apa yang saya lakukan, soal apa yang saya konsumsi: makan-lihat-baca-dengar, soal apa yang saya katakan, bahkan soal apa yang saya pikirkan. walaupun pada banyak hal saya tidak seproduktif biasanya karena mudah lelah dan perlu banyak istirahat–saya sedikit sekali menulis, saya sedikit sekali melakukan ini itu, saya jarang sekali membuka laptop bahkan ponsel saya–saya merasa menjadi versi diri yang terbaik.
semua karena Kakak, karena Allah mempercayakan Kakak kepada saya.
dulu saya mengira bahwa sesuatu datang kepada kita karena kita sudah siap. ternyata tidak. sesuatu datang kepada kita karena kita mempersiapkan. ternyata lagi, tidak. bisa jadi sesuatu datang kepada kita karena Allah yang mempersiapkan–bukan kita–sebuah rencana baik untuk kita.
saya tidak bisa tidak bersyukur karenanya, karena-Nya. saya bersyukur bukan karena banyak yang bilang, “alhamdulillah loh mbak, banyak yang sudah menikah lama tapi belum-belum juga hamil.” rasanya kebahagiaan saya tidak diukur oleh perbandingan dengan hidup orang lain.
saya bersyukur karena keluarga saya bilang, “mbak uti berubah ya setelah hamil. sekarang lebih keibuan, lebih rajin macam-macam, lebih lembut.” saya bersyukur karena menjadi seseorang yang lebih baik.
saya masih memiliki lebih dari 6 bulan untuk mempersiapkan diri menjadi ibu yang hebat. bersama mas yunus, insyaAllah kami siap.
Ya Allah, mudahkanlah kebahagiaanku terletak pada hal-hal yang sederhana. Mudahkanlah hatiku mencintai pada hal-hal yang sederhana. Jadikanlah kesederhanaan sebagai salah satu alasanku bila nanti jatuh cinta. Aamiin.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Bermimpi besar mengajarkan kita dekat pada Tuhan. Karena kita tahu persis bahwa kita tidak akan pernah mampu dan pernah bisa, kecuali Tuhan yang memampukan dan membisakan kita.
(via miftahulfikri)
Maafkan kekuranganku yang selalu merasa kurang akanmu.
(via aidicted)
Siapkan dirimu untuk menjadi seorang istri dan ibu. Menikah bukan hanya untuk menyatukan dua orang tapi menyatukan dua keluarga.
(via aidicted)