Suitmedia is a full-service digital agency that helps brands in digital transformation through strategy, product development, and creative communication.
Instagram Ads mulai banyak diminati para pelaku bisnis. Dari dalam negeri sendiri, kolom iklan Instagram telah banyak diisi dan dimanfaatkan oleh beberapa brand yang sebelumnya sudah kita kenal sangat gencar melakukan kampanye produknya di berbagai saluran media.
Brand tersebut diantaranya adalah situs ritel belanja online, penyedia layanan tiket travel online, layanan komunikasi seluler dan juga masih banyak brand lainnya. Sedangkan dari luar negeri salah satunya adalah brand fast food berlogo merah yang sudah sangat dikenal di berbagai negara.
Dengan hadirnya fitur Ads pada Instagram, diperkirakan pendapatan Instagram akan terus meningkat. Data dari eMarketer menyebutkan Instagram akan memperoleh pendapatan sebesar US$ 600 juta di tahun 2015 ini dan diperkirakan pada tahun 2016 pendapatan Instagram akan mencapai US$ 1,5 miliar.
Fitur Ads pada Instagram mampu memberi alternatif baru bagi pelaku bisnis untuk membantu memasarkan produknya. Anggriawan Sugianto, COO Suitmedia, konsultan pemasaran dan media sosial, menjelaskan pelaku bisnis mendapat dua manfaat dengan beriklan di Instagram.
Pertama, meningkatkan brand awareness, dimana sebagian besar orang menggunakan Instagram untuk mencari inspirasi visual. Bila brand bisa memanfaatkan Instagram dengan baik, brand bisa menggerakkan sisi emosional dari target audience nya. Fitur Ads memungkinkan brand untuk menjangkau lebih banyak orang dengan profil demografi yang sesuai dengan karakter konsumennya.
Kedua, meningkatkan potensi penjualan, sebelum adanya fitur Ads, brand hanya bisa menyertakan tautan ke situsnya terbatas di halaman profil. Namun dengan adanya fitur Ads memungkinkan brand untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke aset digitalnya, baik websitemaupun aplikasi mobile.
Anggriawan juga memberikan 3 tips untuk pelaku bisnis dalam mengoptimalkan penggunaan Instagram sebagai saluran dalam memasarkan produknya.
Pertama adalah tentukan tujuan yang spesifik mengapa brand Anda menggunakan Instagram, apakah untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan customer engagement, atau meningkatkan potensi penjualan melalui web atau mobile. Kedua, tentukan targetaudience yang sesuai profil demografi konsumen Anda.
Yang terakhir, buatlah konten yang engaging, baik gambar maupun video singkat, yang bisa menceritakan bisnis Anda secara visual, sehingga target audience tergerak secara emosional untuk menggunakan produk atau layanan Anda.
Penggunaan aplikasi seluler atau yang lebih dikenal dengan mobile applications kini makin banyak diminati.
Data yang diperoleh dari Gartner menjelaskan bahwa tren untuk penggunaan mobile apps yang diunduh pada tahun 2015 sebanyak 170 milyar dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi 270 milyar pada tahun 2017. Sementara dari sisi pendapatan, menurut data Statista pada tahun 2015 pendapatan dari mobile applications seluruh dunia mencapai USD 45 milyar dan diprediksi akan naik menjadi USD 76 milyar pada tahun 2017.
Bagi pelaku bisnis, hal tersebut merupakan kesempatan untuk membangun maupun mengembangkan bisnisnya. selain itu mobile apps dinilai sangat membantu para pebisnis memberikan kemudahan bagi pengguna bisnisnya dan pelaku bisnis itu sendiri.
Seperti yang dijelaskan oleh Ardian Franindo selaku Head Of Mobile Solution dari Suitmedia, ada 3 manfaat kemudahan secara teknis yang dapat diperoleh bagi pelaku bisnis yang menggunakan mobile application.
Pertama, untuk pra transaksi. Mobile application yang memiliki fitur LBS (location based system) yang digabung dengan pencarian, tampilan peta, hingga kemudian aksi langsung (telepon/transaksi) bisa meningkatkan kesadaran pengguna pada bisnis anda. Fitur tersebut bisa diterapkan di bisnis travel (tiket,hotel,transport), event, makanan hingga outlet belanja
Selain itu, manfaat pra transaksi pada mobile application juga bemanfaat untuk membuat saluran pemasaran langsung dengan adanya fitur push notification anda dapat memberikan info promo atau berita terbaru ke tangan pengguna dengan cepat dan juga dapat dikombinasikan ke fitur profiling sehingga meningkatkan relevansi promo/bisnis ke pengguna.
Manfaat yang kedua adalah untuk membantu proses transaksi. Dengan pemilihan User Experience (UX) yang tepat pada aplikasi akan mempermudah pengguna dalam melakukan transaksi pada bisnis anda. Tambahkan juga fitur pencari pada aplikasi supaya mempermudah pengguna mencari sesuatu yang diinginkan. Selain itu dengan menggunakan mobile application dapat menciptakan sistem komunikasi pembayaran dengan lebih murah dan mudah.
Manfaat yang terakhir adalah untuk keperluan pasca transaksi. Dengan mobile application, pelanggan yang melakukan transaksi atau membeli produk akan bisa langsung mereview sehingga mempermudah tindak lanjut kedepanya serta pemberian nilai produk yang anda jual. Selain itu mobile application juga dapat memberikan solusi loyalti terhadap pelanggan setia untuk meningkatkan kedekatan dengan penggunaan. Sistem loyalti digital akan mempermudah pengguna karena tanpa perlu menyimpan kartu fisik.
Rabu, 1 Juli 2015 Suitmedia kembali mengadakan acara buka puasa bersama “SuitRamadhan” yang bertempat di kantor Suitmedia, kali ini Suitmedia berkesempatan mengundang 25 anak dari Yayasan Yatim Piatu Mizan Amanah untuk berbagi keceriaan bersama dengan para Suitmedian. Sebelum menantikan waktu berbuka, Suitramadhan dibuka dengan Tausi’ah yang disampaikan oleh Ustad Rio Herdiansyah untuk memberikan siraman rohani kepada Suitmedian.
Acara dilanjutkan dengan lomba menghias donat yang diikuti oleh beberapa kelompok beranggotakan adik-adik kita dari Yayasan Yatim Piatu Mizan Amanah dan dibimbing oleh Suitmedian yang dipilih untuk menjadi mentor bagi adik-adik Mizan Amanah. Lomba ini bertujuan untuk membangun kreativitas mereka dan juga mengajarkan arti kebersamaan dalam sebuah tim kelompok.
Kebersamaan terus berlanjut sampai waktu berbuka puasa tiba, Suitmedian dan adik-adik kita dari Mizan Amanah berbaur menjadi satu untuk menikmati menu santapan berbuka puasa.
Setelah menyantap sajian yang disediakan, acara dilanjutkan kembali dengan shalat maghrib berjamaah kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba menghias donat.
Selamat kepada adik kita yang menjadi pemenang dan tidak lupa mendapatkan hadiah bingkisan menarik dari Suitmedia.
Keceriaan masih berlanjut dengan sesi foto bersama dengan adik-adik Yayasan Mizan Amanah dan Suitmedian.
Tidak lupa Suitmedia memberikan sebuah bingkisan untuk adik-adik kita yang diberikan langsung oleh Almika Indra selaku CEO Suitmedia kepada perwakilan dari Yayasan Panti Asuhan Mizan Amanah
Saatnya adik-adik kita berpamitan untuk pulang dan tidak lupa memberikan salam kenangan dengan Suitmedian, Terima Kasih telah berbagi keceriaan dengan kami, Semoga kita masih mendapat kesempatan menjalin silahturahmi di bulan ramadhan berikutnya. Salam
KEMAJUAN teknologi digital saat ini membawa dampak positif bagi pelaku bisnis dan masyarakat. Peluang teknologi digital banyak dimanfaatkan pelaku bisnis sebagai salah satu lahan yang menjanjikan untuk mengembangkan usaha.
Namun tidak hanya pelaku usaha yang diuntungkan, masyarakat juga dimanjakan dengan banyaknya layanan-layanan berbentuk digital yang dikembangkan pelaku bisnis. Seperti bisa kita lihat saat ini masyarakat dapat memesan barang, makanan dan jasa melalui situs online maupun aplikasi smartphone.
Maraknya bisnis digital tidak terlepas dari pengguna internet dan smartphone di Indonesia yang terus berkembang secara pesat. Menurut hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) pada 2014, jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 88,1 juta dan diperkirakan tumbuh 41%-42% pada 2015.
Untuk pengguna smartphone di Indonesia, Emarketer menyebutkan pengguna smartphone aktif di Indonesia mencapai 52,2 juta pada 2015 dan diprediksi akan mencapai angka 69,4 juta pada 2016.
Dalam memanfaatkan momen ini, para pelaku bisnis yang menggunakan teknologi digital diharapkan selalu menyesuaikan perkembangan teknologi digital agar lebih menarik perhatian bagi para pengguna.
Bobby, head of front- end developer dari Suitmedia memaparkan banyak pelaku bisnis yang menyalah artikan kata "menarik" dari sebuah website ataupun halaman digital sebagai desain web terkini dengan desain grafik dan animasi indah.
Menurutnya, halaman digital yang menarik mempunyai informasi yang jelas mengenai produk atau jasa yang ditawarkan pada saat pengguna atau calon pelanggan mengunjungi website tersebut. "Jika dalam waktu kurang dari 10 detik pengguna tidak bisa mengetahui apa yang ditawarkan dari halaman itu, maka dapat dipastikan halaman tersebut tidak menarik," terang Bobby dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews.
Dia memberikan tips kepada para pelaku usaha agar dapat mengoptimalkan halaman digital bisnisnya. Pertama, utamakan konten daripada tampilan visual. Para pelaku bisnis harus tahu secara jelas apa yang mereka jual dan bagaimana cara menyampaikan pesan itu melalui halaman digital secara optimal.
Kedua, halaman digital atau website harus cepat karena pengguna tidak suka menunggu, seperti penelitian yang dilakukan Amazon.com membuktikan bahwa peningkatan kecepatan website sebanyak 100ms (0.1 second) meningkatkan penjualan sebanyak 1%.
Ketiga, website harus mobile friendly karena saat ini meningkatnya pengguna yang mengakses website melalui smartphone maupun tablet, membuat website yang mobile friendly merupakan hal yang wajib dimiliki. Sehingga, memudahkan pengguna membuka website pada smartphone mereka.
Sabtu, 13 Juni 2015 Suitmedia mengadakan workshop untuk pertama kalinya dengan tema ‘Building Modern Web & Mobile Apps’. Workshop ini diadakan di kantor Suitmedia dengan mengundang 20 mahasiswa terpilih berdasarkan jawaban terbaik melalui twitter seputar tema teknologi digital. 20 peserta mahasiswa tersebut berasal dari berbagai universitas negeri dan swasta diantaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Gunadarma dan banyak lagi universitas lainnya.
Acara workshop ini diisi oleh tiga pembicara yang memberikan pengetahuan kepada peserta dan tentunya ahli dibidang nya masing-masing. Sesi pertama diisi oleh Dandy Risandi selaku Art Director Suitmedia, kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu oleh Bobby selaku Head of Front-End Developer dan yang terakhir perwakilan dari Suitmedia Bandung yaitu oleh Viki Adrianto selaku Mobile Developer.
Tidak hanya secara teoritis saja, para pembicara juga memberikan bekal berupa ilmu praktikal yang dapat mereka aplikasikan di dalam industri kreatif khususnya pada bidang teknologi digital. Acara yang berlangsung selama delapan jam ini cukup menarik para perhatian peserta karena mereka mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung secara interaktif dengan pembicara yang ahli dalam bidangnya. Selain berinteraksi dengan pembicara, mereka juga dapat bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan sesama peserta lainnya selama workshop berlangsung.
Pada sesi pertama, peserta diajarkan langsung oleh Art Director Suitmedia dalam penggunaan Adobe Photoshop untuk mendesain suatu website.
Kemudian selanjutnya pada sesi kedua peserta diajarkan bagaimana membuat website yang responsive dari sisi front-end dengan menggunakan CCS dan Javascript untuk membuat style pada web dan juga animasi.
Dan yang terakhir adalah sesi dengan Mobile Developer dimana peserta diajarkan bagaimana membuat aplikasi Android yang sederhana dengan menggunakan Android Studio serta bagaimana cara mengkonfigurasikan Android Studio dan smartphone android nya.
Jakarta: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan efektif diberlakukan pada 1 Januari 2016. Hal tersebut akan membawa dampak positif pada semua sektor perekonomian khususnya di Indonesia. Pada aspek ini, start uplokal menyatakan kesiapannya di era MEA tersebut.
Dampak langsung yang akan dirasakan dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) antara lain adalah banyaknya aliran permodalan asing, investasi asing, serta tenaga kerja baru dari berbagai negara ASEAN. Sebab, setiap investor dan pekerja di ASEAN memiliki hak yang sama secara bebas untuk melakukan kegiatan ekonominya di sejumlah negara anggota ASEAN.
Indonesia sendiri diprediksi akan menjadi lahan yang subur bagi berbagai industri, mengingat jumlah penduduk Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara mencapai 250 juta jiwa. Salah satu bidang yang terpengaruh oleh berlakunya MEA adalah bidang teknologi informasi. Menurut hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI) 2014, jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai 88,1 juta dan diperkirakan akan tumbuh 41 persen sampai 42 persen pada 2015.
Dengan berkembangnya pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia tersebut, para pelaku usaha yang berbasis teknologi informasi atau biasa disebut denganstart up berharap start up lokal dapat bersaing dan unggul dengan start up asing yang diprediksi akan banyak berekspansi ke Indonesia akibat pengaruh berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendatang.
"Sumber daya manusia Indonesia memang masih kalah bersaing dari sisi pendidikan dan produktivitas," ungkap CEO Suitmedia Almika Indra, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (13/5/2015).
Kendati demikian, Almika menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga langkah agarstart up lokal bisa bersaing dengan start up asing. Pertama, meningkatkan sumber daya manusia lokal menjadi lebih berkualitas agar dapat menciptakan produk-produk unggul dengan memberikan pelatihan, seminar serta online course.
Kedua, dengan membuat produk atau jasa yang memiliki diferensiasi. Artinya produk atau jasa yang diciptakan memiliki nilai tambah dan fitur yang lebih baik sehingga pelanggan dan para investor mampu melihat nilai lebih dari produk ataupun jasa yang ditawarkan.
Ketiga, kepekaan terhadap fluktuasi yang akan terjadi, sehingga dapat mengantisipasi secara tepat resiko yang akan muncul. Selain itu, juga sebagai start up diharapkan ada kolaborasi dengan pemerintah yang sangat diperlukan seperti infrastruktur dan juga kebijakan-kebijakan untuk mendukung start up lokal.
Almika menambahkan, berlakunya MEA dapat menjadikan tantangan tersendiri bagi bisnis start up lokal Indonesia agar lebih konsisten dalam menciptakan produk yang lebih baik, sekaligus sebagai peluang untuk memasuki pasar yang lebih luas, meraih investasi dan tentunya memperkenalkan produk lokal Indonesia yang tidak kalah baik dengan negara ASEAN lainnya.
"Masyarakat Ekonomi ASEAN mendatang merupakan momen yang tepat bagi kita untuk unjuk gigi dengan medan pasar yang lebih terbuka," pungkasnya.
Untung-Rugi Perubahan Algoritma Pencarian Google Search Mobile
Liputan6.com, Jakarta - Upaya Google dalam melakukan inovasi pada mesin pencarinya terus dilakukan setiap tahun seperti yang terjadi pada hari Selasa kemarin (21/4/2015). Tahun ini, Google meng-update algoritma pencari Google Search untuk perangkat mobile menjadi lebih `mobile friendly`.
Tujuan dari update ini adalah untuk memudahkan para pengguna perangkat mobile dalam melakukan pencarian di mesin pencari Google, khususnya di sektor tampilan situs yang sesuai dengan tampilan layar perangkat mobile yang lebih kecil.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para praktisi SEO untuk mengoptimalisasi tampilan dan menyesuaikan website-nya agar bisa diterima oleh algoritma baru Google Search yang berkonsep mobile friendly.
Anggriawan Sugianto, Chief Technology Officer (CTO) Suitmedia, dalam siaran persnya menjelaskan bahwa ada dua pihak yang akan mendapatkan manfaat dari perubahan algoritma ini.
Yang pertama adalah para pengguna search engine Google di perangkat mobile. Mereka akan diuntungkan karena mendapatkan user experience yang lebih baik. Yang kedua, para pemilik situs yang sudah mobile friendly. Mereka akan secara otomatis mendapati kenaikan ranking untuk keyword-keyword tertentu yang relevan dengan kontennya.
Namun, di sisi lain Sugianto menyebutkan bahwa ada pula pihak-pihak yang akan dirugikan, yakni mereka para pemilik situs yang belum dioptimasi untuk tampilan perangkat mobile
Apa yang diungkapkan Sugianto senada dengan yang sebelumnya sudah disampaikan oleh CEO Duda (perusahaan desain website) Itai Sadan. Menurutnya perubahan ini akan merugikan para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
"Yang paling dirugikan adalah orang-orang yang tidak terlalu paham akan hal ini. Bagi saya, yang tidak akan memahami hal ini adalah para pengusaha UKM. Mereka akan benar-benar terkejut ketika jumlah kunjungan situs mereka menurun secara signifikan," uajar Sadan seperti yang dikutip dari laman Business Insider.
Pihak Google sendiri mengatakan perubahan ini harus dilakukan karena menyesuaikan dengan kebiasaan pengguna dalam melakukan pencarian internet yang didominasi via perangkat mobile. Google sendiri faktanya memang mengusai lebih dari 90% pasar mobile search.
Selain itu, penempatan situs-situs yang sudah mobile friendly juga dapat menghemat waktu loading laman Google Search. Dengan kata lain, pengguna akan lebih ringan dalam mengakses laman Google Search
21 April 2015 merupakan hari yang bertepatan dengan Hari Kartini. Seperti yang kita ketahui, bahwa Hari Kartini adalah perayaan bagi setiap kaum wanita dalam mengingat jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor gerakan emansipasi wanita di Indonesia.
Demi menghargai jasa-jasa Kartini dan menumbuhkan rasa nasionalisme, maka Suitmedia merayakannya dengan menyelenggarakan beberapa rangkaian acara seru yang melibatkan seluruh Suitmedian. Tidak hanya di kantor Suitmedia Jakarta, para Suitmedian yang berada di kantor Suitmedia Bandung pun ikut merayakan Hari Kartini. Untuk melengkapi perayaan Hari Kartini tersebut, batik dan kebaya modern pun menjadi dresscode yang harus dikenakan para Suitmedian.
Dalam rangka mengapresiasi wanita Indonesia, Suitmedia memberikan bunga secara simbolis bagi para karyawati. Hal ini sekaligus menjadi ucapan terima kasih dari Suitmedia atas kontribusi mereka selama ini.
Apa saja keseruan yang di lakukan oleh Suitmedian?
Tiga karyawati dengan dandanan ala Kartini terbaik menurut tim juri, berkesempatan memilih kelompoknya masing-masing untuk mencari kepingan puzzle yang tersebar di seluruh sudut ruangan kantor. Setiap kelompok diharuskan berlomba untuk menyusun kepingan tersebut menjadi sebuah foto sosok Raden Ajeng Kartini.
Tidak hanya itu, keseruan lainnya berasal dari Dance Competition ala Suitmedia juga, lho! Tentunya pemenang mendapatkan hadiah yang menarik sebagai penutup acara.
Seluruh rangkaian acara tersebut membuat Suitmedian Jakarta dan Bandung menjadi lebih akrab dan kompak. Sekali lagi, Suitmedia mengucapkan selamat Hari Kartini bagi seluruh wanita tangguh di Indonesia!
Indonesia menjadi negara lalu lintas cyber crime tertinggi di dunia.
Berdasarkan data dari Cisco, sebanyak 40% lalu lintas cyber crime dunia terdapat di Indonesia yang kemudian disusul oleh Tiongkok sebanyak 38%.
Kejahatan cyber crime yang marak terjadi di Indonesia di antaranya penyalahgunaan penggunaan kartu kredit, perjudian online, pemalsuan identitas, pembobolan rekening, pembajakan website, bahkan yang paling memprihatinkan pada saat ini pemanfaatan sarana teknologi informasi oleh para terorisme.
Menanggapi hal itu, beberapa praktisi IT di Indonesia memberikan solusi terkait cyber crime. Joel Hutasoit, solution architect dari Suitmedia, perusahaan yang bergerak di konsultasi digital, berpendapat bahwa cyber crime di dunia Internet umumnya disebabkan 3 hal.
Pertama, kesalahan di tingkat infrastruktur jaringan yang kebanyakan merupakan kesalahan konfigurasi perangkat pendukung jaringan komputer.
Kedua, sistem dan aplikasi itu sendiri yang biasanya tereksploitasi oleh individu maupun komunitas tertentu. Ketiga, kelemahan dari para pengguna sistem atau aplikasi tersebut seperti lupa untuk logout, jarang mengganti password dan password yang mudah untuk ditebak.
Dalam menghambat pergerakan cyber crime di Indonesia, Suitmedia memberikan saran untuk membuat standard of procedure (SOP) terkait security dalam mengembangkan aplikasi, salah satunya adalah penggunaan protokol HTTPS pada implementasi aplikasi berbasis web ataupun API (Application Programming Interface) yang diakses oleh mobile application.
Jika dibutuhkan, implementasi application flow juga dapat memperkecil kecerobohan pengguna aplikasi yang bisa menjadi pertimbangan seperti validasi password saat registrasi agar tidak terlalu sederhana, penggunaan
CAPTCHA, serta sesi login pengguna yang dapat kadaluarsa jika tidak melakukan aktivitas dalam waktu tertentu. Sementara itu Agung Bakti selaku Direktur Indoguardika Cipta Kreasi. perkembangan Internet di Indonesia yang pesat saat ini tidak diimbangi dengan sistem pengamanan informasi yang memadai.
Payung hukum yang minim serta tingkat penegakannya yang kurang menyebabkan pelaku cyber crime bisa bertindak lebih leluasa.
Ditambah lagi dengan kesadaran masyarakat pengamanan dalam aktivitas dunia maya yang masih sangat terbatas sehingga meningkatkan resiko mereka akan serangan cyber crime.
Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang keamanan dalam beraktvitas di dunia maya.
Selanjutnya, membentengi diri dengan produk keamanan terenkripsi buatan dalam negeri yang telah teruji karena hanya teknik enkripsilah satu-satunya cara ampuh untuk menjamin keamanan dalam kegiatan di dunia maya.
Terakhir Kiki Sudiana dari Bandung Techno Park menyarankan bagi perusahaan yang ingin mengamankan datanya maka sangat penting melakukan security assessment secara berkala untuk mengecek apakah sistem informasinya sudah cukup aman dari gangguan para hacker, salah satunya dengan cara melakukan penetration testing secara berkala.
12 Perusahaan Indonesia Berpartisipasi dalam CeBIT
Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia kembali berpartisipasi untuk keempat kalinya di pameran terbesar komputer dunia CeBIT, yang berlangsung di Jerman. Dalam acara yang diadakan pada tanggal 16-20 Maret ini, terdapat 3.300 perusahaan yang datang dari 70 negara, 12 di antaranya adalah perusahaan yang berasal dari Indonesia.
Indoglobit, asosiasi perhimpunan perusahaan IT Indonesia, melihat ada peningkatan dalam hal jumlah perjanjian MOU yang ditandantangani dalam CeBIT. Jika tahun lalu perusahaan-perusahaan Indonesia hanya berhasil mendapatkan 3-4 perjanjian, tahun ini perusahaan-perusahaan Indonesia berhasil mendapatkan 5-7 perjanjian.
Ketua umum Indoglobit Hari Tjahjono, merasa peningkatan ini terjadi karena perusahaan-perusahaan Indonesia memiliki inisiatif untuk memperkenalkan produk mereka kepada para calon investor bahkan sebelum acara dimulai.
Sementara itu, Putu Juli Ardika, atase KBRI Brussels menjelaskan, "Perusahaan-perusahaan Indonesia yang berpartisipasi berhasil menunjukkan performa yang lebih baik dari yang diharapkan. Hal ini terlihat dari jumlah potensial pembeli yang mendatangi paviliun Indonesia yang signifikan. Selain itu, nilai kontrak kerja sama yang ditandatangani mencapai angka jutaan USD."
Suitmedia merupakan salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam acara CeBIT yang tahun ini diadakan di Hanover, Jerman. Suitmedia adalah perusahaan yang memberikan layanan jasa berupa pengembangan aplikasi offshore - layanan pengembangan yang diadakan di negara yang berbeda dengan negara di mana layanan tersebut diluncurkan - baik aplikasi web ataupun untuk mobile.
Selain itu, Suitmedia juga menawarkan layanan pemasaran digital. Layanan yang diberikan Suitmedia sesuai dengan tema CeBIT pada tahun ini, yaitu d!economy, yang berarti bahwa sekarang ini, kita sedang berubah ke era digital.
Suitmedia Wakili Indonesia di Pameran IT Terbesar di Jerman
Suara.com - Pameran tahunan teknologi informasi CeBIT sedang berlangsung dari tanggal 16-20 Maret 2015 di Hanover, Jerman, dan 13 perusahaan Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Satu dari 13 perusahaan yang difasilitasi Kementerian Perindustrian di CeBIT itu adalah Suitmedia, perusahaan konsultan yang menawarkan layanan digital marketing.
Anggriawan Sugianto, CTO (Chief Technology Officer) Suitmedia, mengatakan keikutsertaan perusahaan Indonesia di CeBIT 2015 akan memberi pesan pada dunia internasional bahwa Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi informasi dan mampu bersaing di tingkat global.
Ia juga berharap Suitmedia dapat dikenal baik secara global sehingga dapat menjadi mitra bisnis perusahaan-perusahaan di Eropa, khususnya di bidang web & mobile app development, serta digital marketing.
CeBIT merupakan salah satu pameran teknologi informasi internasional terbesar di dunia. Tahun lalu, pameran yang diikuti oleh lebih dari 3.000 perusahaan ini, dihadiri oleh lebih dari 210.000 pengunjung dari lebih dari 120 negara.
Adapun tahun ini pameran itu mengambil tema "D!conomy" yang menggambarkan bagaimana sebuah era digital memberikan pengaruh kepada semua bidang perekonomian yang ada pada saat ini.
Indonesia’s demand for top talent has outstripped supply: Here’s how one startup hires the best
Most Jakartans in the digital services industry can tell you that Indonesia faces a shortage when it comes to recruiting top talent. But this is not necessarily a result of fewer students interested in IT, web development, or design. On the contrary, people like Almika Indra, managing director of Suitmedia, believe that the local demand for digital skills is growing faster than the talent pool can keep up.
Suitmedia is a creative digital lab that focuses on web design and mobile app development for corporate clients in Indonesia. It is also the firm that gave birth to the archipelago’s popular consumer-to-consumer marketplace Bukalapak, which now competes with local players like OLX, Berniaga, and Tokopedia. Bukalapak CEO Achmad Zaky was also the managing director of Suitmedia until 2011. Today, Indra (the company’s former business director) now runs the show, having replaced his predecessor Fajrin Rasyid as managing director. Referring to the early synergy between the two companies, Indra says, “We grew together, side by side, while Suitmedia focused on servicing clients, Bukalapak developed its own platform.”
Suitmedia makes apps and websites for international brands, localized for the Indonesian market. Since it’s inception five years ago, the company has become arguably one of the most successful web design and app developers in Indonesia. Suitmedia’s list of clients includes names like Unilever, Samsung, Bank Mandiri, Johnson and Johnson, Proctor and Gamble, AirAsia, and Toyota.
Bottlenecks in digital talent
Indra, 32, believes web design and app development is a promising sector for a new generation of college graduates in Indonesia. But because the local market is upping its competitive game, businesses like Suitmedia are now facing challenges.
“The barrier to entry in this industry is quite low, so fresh graduates or new small companies can offer a few similar services with a very low price,” he explains. “In this case, our advantage is that we have an experienced team that has handled many projects from SMEs to big corporations.”
Indra says his two biggest challenges in Jakarta are an increasingly crowded market and what he refers to as “talent wars.” He explains, “With the rise of digital startups […] we find that it is quite challenging to find great talent. The demand of digital talent increasingly exceeds the supply.”
Suitmedia is not the only business in Jakarta feeling the digital talent bottleneck. In a recent interview with The Jakarta Post, Hasnul Suhaimi, CEO of local telco XL Axiata said:
The number of creative people out there is immense, but we have to be both diligent and prudent in searching for the right talent in the market. At XL Axiata, we have decided to recruit talent from relevant industries because headhunting those people from our competitors is difficult, given that they too are experiencing the same talent shortage.
A shifting paradigm allows employees to become entrepreneurs
According to a recent survey conducted by Accenture, 20 percent of Indonesian companies consider finding the right digital talent to be a major problem. The report says, “Digital Indonesia is no longer an aspiration. It is an expectation—from businesses’ shareholders and from the country’s citizens. Business leaders ignore that reality at their peril.”
The Boston Consulting Group’s Dean Tong and Bernd Waltermann write, “Indonesia is an optimistic nation. It has the will to succeed. Companies will now need to accompany that optimism with strong moves to acquire and develop the right talent”
Indra claims Suitmedia’s strategy for fighting Indonesia’s talent war involves cultivating strong relationships with the nation’s top universities. He also believes that agencies like Suitmedia are in a unique position to cut down on employee churn rates by allowing employees to make lateral movements within the company, and even pursue their startup aspirations while employed within the firm.
“Every person in here has an opportunity to explore […] any training suited to their capabilities, paid by the company,” explains Indra. “For IT talents with at least one year of experience in Suitmedia, we offer them the chance to build their own startup with company support.” If the success of Bukalapak is any indicator, Suitmedia might just be on to something.
A business model describes the rationale of how an organization creates, delivers, and captures value. In general, there are four main areas of business: customers, offers, infrastructure, and financial viability.
Alexander Osterwalder and Yves Pigneur, authors of "Business Model Generation", described business model components very well into nine building blocks:
Customer Segments
- For whom are we creating value?
- Who are our most important customers?
- Mass, niche, segmented, diversified, or multi-sided markets?
Value Propositions
- What value do we deliver to the customer?
- Which one of our customer’s problems are we helping to solve?
- What bundles of products and services are we offering to each segment?
Channels
- Through which channels do our customers want to be reached?
- How are we reaching them now?
- How are we integrating them with consumer decision journey?
Customer Relationships
- What type of relationship does each of our customer expect us to establish and maintain with them?
- How costly are they?
Revenue Streams
- For what value are our customers really willing to pay?
- How are they currently paying? How would they prefer to pay?
- Fixed pricing / dynamic pricing? One-time / ongoing payment?
Key Resources
- What most important resources do our Value Propositions require?
- Physical? Intellectual? Human? Financial?
Key Activities
- What most important activities do our Value Propositions require?
- Production? Problem solving? Platform/Network?
Key Partnerships
- Who are our key partners & key suppliers?
- Which key resources are we acquiring from partners?
- Which key activities do partners perform?
Cost Structures
- What are the most important costs inherent in our business model?
- Is our business model cost-driven or value-driven?
For example, the following is current business model of Suitmedia, a creative digital agency based in Jakarta, drawn in a business model canvas. Suitmedia provides digital marketing assistance to achieve your goals and IT solutions to increase your firm's performance.
From the existing business model canvas, we can easily identify whether our business financially make sense to succeed or not. Later, we can easily evaluate our business model from both big picture and building block perspective with a comprehensive SWOT analysis, or any other framework such as Porter's 5F, 4P, 3C, McKinsey 7S, BCG matrix, whatever we want to apply. Then, after we have our assessment result, we can re-engineer our business model to be more profitable.
Personal Business Model Canvas
We can use business model canvas not only for assessing companies, but also for personal life. It helps us describe the rationale of how we – as an individual – create, deliver, and capture value. In this article, we focus on using business model concept for individual in professional context.
The following are nine building blocks of personal business model, as well described by Timothy Clark, author of "Business Model You".
Key Resources
- Who are you? What are your interests, skills & abilities, personality?
- What do you have? What knowledge, experience, network, assets do you have?
Key Activities
- What do you do?
- What does distinguish your occupation from others?
Customers
- Who do you help?
- Supervisor, coworkers, clients, community?
Value Provided
- How do you help?
- What value do you deliver to your customers?
Channels
- How will potential Customers discover how you can help them?
- How will they decide whether to buy your service?
- How will they buy it?
- How will you deliver what Customers buy?
- How will you follow-up to make sure Customers are happy?
Customer Relationships
- How do you interact with Customers?
- Face-to-face or written communication?
- Single transaction or ongoing services?
- Acquisition-focused or retention-focused?
Key Partners
- Who helps you?
- Colleagues, mentors, professional network, family, friends
Benefits
- What do you get?
- Income sources + Other intangible benefits?
Costs
- What do you give?
- Hard cost (education, commuting, clothing, etc) + Soft cost (dissatisfaction)
We may notice there are slight differences in the building blocks sequence to emphasize its priority. It is important to assess our personal key resource first, especially the combination of our interest, skills & abilities, and personality, since they determine our career "sweet spot". Then, we can have our Purpose Statement by combining our Value Provided (how we help), Customers (who we help), and Key Activities (what we do). In addition, our Value Provided should be more Customer-oriented and beyond our Key Activities.
For example, this is personal business model of a software engineer. Her/his Purpose Statement is "to improve end-users' life quality and increase tech firm capability in innovation by developing application software."
Later on, we may use this personal business model canvas to revisit our life direction and consider how we want to align our personal and career aspirations. We can start with reflecting who we are and re-identify our career purpose. And then, we may use the same technique as we assessed business model for companies to our personal business model, both from big picture perspective (our world beyond work) and from building block perspective. Finally, we may need to redraw our personal business model canvas if we think we need to reinvent ourself and our career.
Ditulis oleh: Anggriawan Sugianto
Technology & Business Director, Suitmedia
Oke, sebelum membahas komunikasi berbasis media sosial WhatsApp, mirip seperti pertanyaan dalam beberapa post sebelumnya, apakah Anda mempunyai akun WhatsApp? Lagi-lagi, mohon dijawab sebab saya sekaligus ingin survei Tidak dipungkiri, WhatsApp merupakan salah satu sarana media sosial berbasis chatting terpopuler saat ini. WhatsApp didirikan sejak tahun 2009 dan saat ini merupakan salah satu media sosial terbesar di dunia dengan lebih dari 350 juta pengguna aktif (sumber dari sini).
Di Indonesia sendiri, WhatsApp baru populer sejak 1-2 tahun terakhir berhubung sebelum itu, BlackBerry masih sangat mendominasi di Indonesia dan begitu juga dengan platform chatting mereka, BlackBerry Messenger (BBM). Setelah dominasi BlackBerry agak berkurang dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena dipandang tidak mampu menyaingi ponsel cerdas berbasis Android, masyarakat Indonesia mencari platform chatting lain selain BBM dan ketika itulah WhatsApp mulai populer. Kini WhatsApp termasuk salah satu media sosial terpopuler disamping Line, KakaoTalk, dan WeChat. Diperkirakan jumlah penggunanya sudah lebih dari 10 juta orang di Indonesia.
Nah, yang ingin saya bahas lebih lanjut adalah bagaimana WhatsApp telah mempengaruhi dan mengubah cara orang berkomunikasi bahkan hingga membentuk komunitas. Kebetulan beberapa waktu lalu saya membaca kultwit mas@robymuhamad yang salah satunya menceritakan bahwa dahulu, komunitas terbentuk karena ada kesamaan lokasi geografis, baru kemudian membentuk kegiatan, sedangkan saat ini banyak komunitas yang terbentuk karena ada kesamaan kegiatan, baru kemudian berkumpul dalam satu lokasi geografis (kopdar). Nah, menurut saya, salah satu media sosial yang membentuk hal ini adalah WhatsApp melalui fitur group chat (disamping beberapa media sosial serupa seperti Line, KakaoTalk, dan WeChat, tetapi per saat ini ditulis, WhatsApp adalah yang terbesar – sumber ini dan ini). Bagi Anda yang belum tahu, group chat WhatsApp ini mirip seperti grup BBM, yaitu suatu bentuk komunikasi closed chat room, dimana tiap orang dapat menulis pesan yang terbaca oleh semua orang di dalam grup tersebut. Namun, tidak semua orang dapat masuk ke dalam grup tersebut. Orang hanya dapat masuk apabila diundang oleh admin grup tersebut.
Nah, saat ini banyak sekali grup WhatsApp yang terbentuk di mana tiap grup memiliki latar belakang yang berbeda-beda, misalnya:
Berdasarkan grup/komunitas formal/kultural yang sudah terbentuk, misalnya alumni sekolah/kuliah/asrama, divisi di tempat kerja, keluarga, dan sebagainya
Berdasarkan kesamaan atau kemiripan geografis – misalnya komunitas @nebengers yang tergabung dalam distrik-distrik, dan tiap distrik berkomunikasi melalui grup WhatsApp
Berdasarkan kesamaan kegiatan, misalnya panitia suatu event komersial atau aktivitas sosial
Berdasarkan kesamaan pengalaman, misalnya komunitas ibu-ibu yang memiliki anak yang lahir di bulan Agustus 2012 (lirik istri saya)
Berdasarkan kesamaan hobi atau kegemaran -- misalnya pecinta manga One Piece di alumni Informatika ITB 2004 (this is very specific)
Grup WhatsApp penggemar One Piece Informatika ITB 2004
Nah, ada satu komunitas yang menarik, yang mungkin bisa digolongkan ke dalam kesamaan kegiatan atau kesamaan hobi atau kegemaran diatas, yaitu komunitas ODOJ (One Day One Juz). Jadi, di grup ini, yang terdiri atas 30 orang, masing-masing orang bertugas membaca 1 juz per hari (berbeda-beda tiap orang), kemudian keesokan harinya membaca juz berikutnya, begitu terus setiap hari. Karena ada 30 orang, otomatis, grup tersebut khatam (tamat membaca) Al Quran setiap hari. Subhanallah, begitu reaksi saya ketika mengetahui adanya grup ini. Terus terang, saya belum mengikuti grup ini karena khawatir belum mampu (tetapi mudah-mudahan saya bisa ikut nanti). Nah, sebagai gantinya saat ini di salah satu grup saya, ada gerakan yang “lebih mudah”, yaitu gerakan sholat berjamaah di mesjid tepat waktu dan bersedekah. Gerakan ini belum ada namanya nih hahaha, tetapi intinya, tiap orang di dalam grup tersebut diminta untuk mengusahakan minimal sehari tiga kali sholat berjamaah di mesjid tepat waktu dan bersedekah. Siapa yang berhasil dianggap DONE di hari tersebut, dan dibuat klasemen (banyak-banyakan DONE). Berikut contohnya.
Grup WhatsApp dimanfaatkan untuk gerakan sholat berjamaah
Nah, diatas hanya beberapa contoh bahwa apapun media yang digunakan, entah itu media sosial ataupun lainnya, jalan untuk berbuat kebaikan itu akan selalu ada. Lalu, apakah fenomena ini akan terus berlanjut? Who knows. Perkembangan teknologi cepat sekali mempengaruhi pola komunikasi, dan bisa saja di masa yang akan datang akan ada bentuk komunikasi lain. Untuk saat ini, mari kita manfaatkan fenomena komunikasi berbasis media sosial WhatsApp ini semaksimal mungkin ke arah positif. Semangat!
(Masih) punya akun Facebook? Besar kemungkinan pasti menjawab iya. Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia (dan juga di Indonesia) ini telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna – dan terus bertambah. Suatu fenomena yang belum pernah dicapai jejaring sosial lainnya. Tidak heran, ketika ditawarkan ke publik, Facebook menjadi perusahaan terbesar yang terkait dengan internet – dengan nilai sekitar seribu triliun rupiah.
Tapi, skala Facebook yang sedemikian besar justru menimbulkan beberapa pertanyaan. Hal yang paling jelas mungkin masalah omzet. Para pemegang saham Facebook tentu berharap pendapatan Facebook terus meningkat ke depannya, dan sebagai jejaring sosial, pendapatan Facebook sangat bergantung dari jumlah pengguna. Permasalahannya adalah, jumlah pengguna Facebook tidak dapat meningkat pesat karena ada batas jumlah manusia di muka bumi yang sekitar 7 miliar. Bahkan jika kita kurangi para bayi, balita, dan orang-orang yang belum tersentuh internet, batas ini akan semakin turun. Artinya, Facebook perlu memikirkan bagaimana dapat memperoleh lebih banyak uang dari setiap pengguna Facebook – tentu dengan seminimal mungkin mengganggu user experience dalam menggunakan Facebook.
Selanjutnya, semakin banyak anggapan bahwa Facebook tidak lagi cool, salah satunya karena semakin banyak jejaring sosial lain yang lebih tersegmentasi – sebut saja Twitter, Instagram, Pinterest, Path, dan lain sebagainya. Artikel ini saya rasa merangkum hal tersebut. Pada intinya, beberapa karakteristik Facebook menjadi tidak lagi menarik khususnya bagi generasi muda:
Semua orang ada di Facebook, menjadikan Facebook tidak lagi elit
Facebook menjadi kurang personal (terkait interaksi di dalamnya dan juga jumlah teman yang dimiliki)
Semakin banyak konten yang tidak relevan atau tidak terstruktur, khususnya dalam bentuk iklan
Tiga hal diatas berdampak pada berkurangnya frekuensi penggunaan Facebook per orang. Namun, akankah Facebook benar-benar ditinggalkan oleh penggunanya, sehingga Facebook akan mati suri seperti beberapa jejaring sosial lain (Friendster, myspace, dan lain-lain)? Jawabannya, mungkin tidak.
Beberapa pihak memperkirakan masa depan Facebook adalah ubiquitous, yaitu – bahasa sederhananya – ada dimana-mana di dunia digital. Maksudnya, meskipun frekuensi pengguna Facebook akan berkurang, tetapi kebanyakan tidak akan sepenuhnya meninggalkan Facebook. Penyebabnya tidak lain adalah, semua orang ada di Facebook. Jadi, meskipun disatu sisi hal ini mengurangi keelitan Facebook, tetapi disisi lain, hal ini menyebabkan banyak orang menggunakan Facebook sebagai referensi untuk mencari dan menjalin hubungan awal dengan pihak lain apabila dia tidak menemukannya di dunia nyata.
Ternyata hal diatas juga yang menjadi visi Mark Zuckerberg. Dia mengatakan bahwa Facebook berambisi menjadi seperti listrik. Diawal penemuan listrik, listrik nampak cool. Kemudian, tiap orang tidak lagi membicarakan soal listrik, tetapi semua orang tetap menggunakan listrik. Selengkapnya tentang visi Zuckerberg ini dapat dilihat di artikel ini.
FACEBOOK CONNECT
Penyebab lain yang mendukung ramalan tersebut yaitu, semakin banyak situs dan aplikasi yang menggunakan sarana Facebook Connect – dimana untuk login dan register ke situs/aplikasi tersebut, kita cukup login menggunakan akun Facebook kita. Bahkan apabila di browser yang sama, kita sudah login di Facebook, kita cukup klik beberapa button sehingga otomatis kita berada di situs/aplikasi tadi dengan status login. Kenyataan bahwa semakin banyak identitas/user yang perlu dibuat tiap orang untuk tiap situs/aplikasi baru, maka akan semakin sulit orang tersebut me-maintain datanya inilah yang membuat Facebook Connect ini semakin banyak digunakan. Hal ini semakin memperkuat posisi Facebook sebagai penyedia identitas digital seseorang.
Menurut saya dua penyebab diatas cukup untuk mengatakan bahwa Facebook masih akan bertahan dalam waktu yang cukup lama, namun tentu saja ramalan masa depan Facebook ini bisa saja salah. Sebagai pihak yang menyediakan jasa konsultasi pemasaran digital termasuk melalui media jejaring sosial, saya harapkan yang terbaik untuk Facebook, dan semoga dapat lebih memberikan manfaat bagi masyarakat :D
"Saya sebagai salah satu intern merasakan pengalaman yang sangat berharga. Saya dan tim magang diberikan amanah untuk membuat aplikasi Android yang memudahkan penjual menggunakan Bukalapak.com. Bagi saya ini tugas yang menantang. Tidak seperti di perkuliahan, di kerja praktik kita dituntut untuk belajar sendiri apa yang kita butuhkan untuk berkerja. Kami terdorong untuk belajar tentang e-Commerce dan teknologi 'mobile'. E-Commerce sangat bermanfaat bagi dunia perdagangan, memungkinkan orang berjualan tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Adalah sebuah kebanggaan kami untuk membuat aplikasi ini. Kami menyadari bahwa aplikasi ini akan mendorong masyarakat Indonesia menggunakan e-Commerce, karena saat ini teknologi 'mobile' sedang menjadi tren. Tentunya ini tuntutan bagi kami untuk membuat aplikasi sebaik mungkin. Alhamdulillah, aplikasi Bukalapak.com versi Android berhasil diselesaikan tepat waktu. Proyek ini mengasah kemampuan kami untuk membuat aplikasi Android yang berkualitas.
Suasana bekerja di Bukalapak.com sangat menyenangkan. Kantor tidak pernah sepi dari interaksi sosial orang-orang di dalamnya. Selalu ada bahan pembicaraan yang segar setiap hari. Orang-orangnya juga ramah. Saya selalu menemukan hal-hal menarik tentang bagaimana orang-orang bekerja. Ada Mas Zaky yang selalu menjadi inspirasi bagi rekan-rekan kerja. Ada kakak-kakak mentor kami, Kak Khairul dan Kak Qoyyim yang super baik dan sabar membimbing kami dalam mengerjakan proyek, walaupun setiap hari kami tanyain. Mas-mas dari divisi teknik, seperti Mas Nugroho yang suka sharing pengetahuan tentang teknologi Ruby. Sebenarnya, saya sangat kepingin berguru dengan mas Nuk. Ada pula tim marketing yang sanggup membuat candaan sehingga seisi ruangan tertawa. Semuanya bekerja dengan karakteristik tersendiri, sehingga membuat lingkungan kerja benar-benar hidup. Selain itu, perusahaan ini selalu menghasilkan inovasi baik bagi produk maupun bagi perusaahan sendiri. Inilah yang membuat bekerja di Bukalapak.com sangat menarik.
Pengalaman ini tidak bisa digambarkan dengan singkat melalui tulisan. Oleh karena itu, sampai sejauh ini, dapat saya simpulkan bahwa Bukalapak.com adalah tempat yang terbaik untuk bekerja :)"
Semakin tingginya kebutuhan website untuk bisnis belakangan ini, tentunya juga menambah kreativitas dan skill para creator website. Oleh karena itu sebagai salah satu lab creative yang juga menangani pengembangan website, Suitmedia mulai bulan ini secara berkala akan mengeluarkan analisa website yang menurut kita terkeren/terhebat/terbagus pada waktunya. Untuk kali ini kita akan coba review website yang menjadi website of the week pilihan salah satu front-end developer Suitmedia http://www.bienvillecapital.com/
Kita cek yuk bahasan yang lebih mengarah technical dan tentunya menurut pandangan saya hal-hal ini yang lebih menonjol dari web perusahaan yang bergerak di bidang investment ini…
Video Background
Trend video background mulai marak belum lama ini. Trend ini mulai menggila setelah film LIfe of PI (http://www.lifeofpimovie.com/) yang menggunakan teknik ini pada website mereka dan ternyata memukau banyak orang.
Keuntungan dari menggunakan video background adalah memberikan experience yang berbeda dari web lainnya. Memberikan kesan REAL pada website. Contoh lain yang menggunakan teknik ini adalah
Spotify https://www.spotify.com/uk/video-splash/
I Surf Because http://www.isurfbecause.com/
Sedangkan kelemahan dari teknik ini adalah video background memakai resource (bandwidth) yang banyak, terlebih lagi apabila dibuka melalui mobile. Namun Bienvil Lecapital pintar untuk memberikan fallback image apabila dibuka melalui mobile.
Mobile Friendly Website
Memang tidak dipungkiri bahwa responsive web adalah masa depan. Sebab yang namanya website, tidak hanya dibuka melalui desktop, mobile, atau tablet. Mungkin pada ke depannya web bisa dibuka melalui TV, kulkas, mobil, dan di mana saja.
Pada website ini digunakan teknik user-scalable=no. Dengan digunakannya teknik ini, mempercepat performance website pada perangkat mobile karena tidak terikat pada aturan 300ms delay (https://developers.google.com/mobile/articles/fast_buttons). Meskipun banyak pertentangan untuk menonaktifkan fitur user-scalable (https://code.google.com/p/chromium/issues/detail?id=169642)namun teknik ini dapat digunakan sebagai quick solution untuk menghindari 300ms delay.
Selain itu cara mereka mengimplementasikan Responsive pada web mereka bagus, tidak membebankan user yang membuka dari mobile. Penataan menu dan besar teks untuk mobile sudah bagus. Terlebih lagi mereka memanfaatkan tag HTML5 dengan tepat, dengan memberikan akses direct call pada tampilan mobile. Teknik ini dapat dicapai dengan menggunakan tag <a></a> dengan value tel:xxxx untuk atribut href (<a href=”tel:021xxxxx”></a>).
Typography
Oliver Reichenstein berkata bahwa "Web Design is 95% Typography" (http://ia.net/blog/the-web-is-all-about-typography-period/). Penataan teks, besar font size, line height dari web ini membuat content mudah dibaca dan memberikan space bagi user.
Font yang dipakai dari web ini adalah Futura (http://www.myfonts.com/fonts/bitstream/futura/), yang merupakan geometric sans-serif typeface. Menunjang desain yang mereka pakai yang menggunakan bentuk bentuk geometric (hampir semuanya kotak). Tentu saja pemilihan warna juga berperan penting. Color Palette pada website ini adalah sebagai berikut:
Load time website ini adalah 1.58s. yang di mana jauh lebih cepat dari ekspektasi user mobile, yaitu 3s (http://www.strangeloopnetworks.com/resources/infographics/web-performance-and-user-expectations/website-abandonment-happens-after-3-seconds/).
Semoga review saya bisa membantu dan correct me if I'm wrong.