Suara dibalik Hujan
Berkumpul Menyatu Tumpah Semua basah Dingin Sendiri Terpaku di balik kaca
Asap mengepul Hangat datang Bersama secangkir teh tawar Dan sebuah suara berpendar Bergaung di udara Bergema di hati
#hujan #poetry #puisi
Color Me Curious

@theartofmadeline
Not today Justin
Cookie Run:Kingdom Official!
I'd rather be in outer space 🛸
official daine visual archive
todays bird

tannertan36

gracie abrams

Origami Around
Lint Roller? I Barely Know Her
Xuebing Du

Kiana Khansmith

pixel skylines

No title available
Game of Thrones Daily
★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
h
The Bowery Presents
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from Argentina

seen from Malaysia
seen from Morocco

seen from United Arab Emirates
seen from United Kingdom
seen from Peru
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Pakistan

seen from Ukraine
seen from Türkiye
seen from Philippines

seen from Ireland

seen from United States
@syahroyni
Suara dibalik Hujan
Berkumpul Menyatu Tumpah Semua basah Dingin Sendiri Terpaku di balik kaca
Asap mengepul Hangat datang Bersama secangkir teh tawar Dan sebuah suara berpendar Bergaung di udara Bergema di hati
#hujan #poetry #puisi
Cerita Gerhana
Dia menyambut pagi. Bersama dengan ribuan dia-dia lainnya. Berkumpul di bawah langit fajar. Menunggu sang surya terbangun dari peraduannya.
Dia berdiri tegak. Bersama dengan ribuan dia-dia lainnya. Menyongsong cahaya di timur. Bersama segudang tanya di kepala.
Dia terpana. Bersama dengan ribuan dia-dia lainnya. Mengintip sang surya. Bertemu dengan rembulannya. Bercerita tanpa aksara. Namun terekam dalam setiap lensa.
Dia tersenyum. Bersama dengan ribuan dia-dia lainnya. Menatap cahaya hangat sang surya. Bersama setiap jawaban dari tanya. Bersama setiap kenangan tak terlupa. Bersama cerita rembulan dan sang surya.
Lukisan Luka
Suara itu terputus Membekukan suasana malam Di bawah temaram cahaya bulan Di bawah setitik cahaya lampu taman Seorang anak laki-laki menatap hampa ke depan Hatinya terguncang Fikirannya melayang Badannya terpaku tak bergerak Menahan beban hati dan fikiran
Detik jam bergerak Sang anak laki-laki tetap duduk terpaku Dihujani ribuan memori masa lalu Dihantui bayang kenyataan yg akan datang Harapan dan ketakutan berperang menyisakan luka disetiap relung perasaan
Bulir air hujan berjatuhan Begitu juga dengan setitik air Disudut mata yang sendu Mencoba menyapu jejak-jejak peperangan hebat Yang bahkan empunya tak tau Kapan perang itu akan usai
Detik jam berganti lagi Sebuah pena menari di atas buku catatan kecil Dibawah sebuah titik cahaya kuning Di sudut cafe kecil beraroma kopi Melukis titik-titik luka dalam kumpulan kata beraksara
Lukisan Malam
Sinar kuning meredup di ufuk barat. Perlahan. Sang pengembara udara berterbangan kembali ke tempat peraduan. Satu persatu titik terang di sudut taman memperlihatkan eksistensinya. Membuat siluet cahaya diantara rerimbunan daun dan bunga. Menggoda seorang anak laki-laki di balik kaca jendela terpaku melihat sang surya yang perlahan sirna seiring dengan lekukan senyum di bibir nya. Kegelapan datang.
Seakan mengerti isi hati anak tersebut. Perlahan. Rembulan menyibak kegelapan itu. Memancarkan cahaya sendu diantara gelapnya malam. Menerangi setiap sudut-sudut muram Membangunkan titik-titik cahaya yang lebih kecil yang berterbangan diantara daun dan bunga taman. Melukis kembali lekukan senyuman di wajah anak laki-laki yang mulai terpejam.
Selamat Malam
Bulan suci. Bulan penuh berkah. Betapa ku merindu Hadirnya dirimu. Sudah lama ki tak bersua. Hingga akhirnya Ini malam pertama kita Yang ke sekian kalinya. Rasa syukur ku panjatkan. Untuk Allah Maha Segalanya.
1/3 Malam
Malam semakin larut. Terdengar jangkrik saling bersahut. Temani pikiran yang carut marut. Sembari kepada-Nya bersujud. Menenangkan hati yang kalud.
Do'a menjadi obat penenang hati. Penuh akan permohonan diri. Untuk mejaga hati penuh rindu ini. Bertahan menunggu sang bidadari.
Engkau bidadari ku. Tahukah engkau aku merindu ?
Cinta memberikan kekuatan untuk terus berkembang.
Malam Biasa
Malam ini, Seperti malam-malam lainnya. Terbaring di atas kasur. Menatap asbes kamar yang menguning, di tengah gelap nya malam.
Detik jam melengking haru. Detak nya membuat garis kaku. Penghubung titik-titik sketsa wajah mu. Menemani detik-detik terlelap nya mata ku.