Lucunya, yang paling keras ngomong soal attitude kadang justru yang paling hobi ngerendahin orang.
Mungkin karena bahkan Fir’aun dan Abu Jahal dulu juga merasa diri mereka paling beretika di dunia.
Sebelum akhirnya . . .
Color Me Curious

@theartofmadeline
Not today Justin
Cookie Run:Kingdom Official!
I'd rather be in outer space 🛸
official daine visual archive
todays bird

tannertan36

gracie abrams

Origami Around
Lint Roller? I Barely Know Her
Xuebing Du

Kiana Khansmith

pixel skylines

No title available
Game of Thrones Daily
★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
h
The Bowery Presents
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Trinidad & Tobago

seen from Australia

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Spain

seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Nigeria
seen from Germany
seen from Belgium
seen from Vietnam
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from United States
@syaifh
Lucunya, yang paling keras ngomong soal attitude kadang justru yang paling hobi ngerendahin orang.
Mungkin karena bahkan Fir’aun dan Abu Jahal dulu juga merasa diri mereka paling beretika di dunia.
Sebelum akhirnya . . .
Rasa hormat itu diperoleh, bukan diminta.
Aku sering kepikiran, kenapa orang itu — atau mungkin lebih tepatnya aku sendiri—baru terpikir menulis sesuatu di bagian akhir, setelah semuanya terlewati. Seolah pengalaman hanya pantas dirangkum ketika ia sudah seterlambat itu. Padahal saat mencoba mengingat dari awal, banyak bagian yang sudah terlanjur lupa & kabur, seperti halaman yang pernah dibuka tapi lupa ditandai.
Segalanya pasti akan berakhir. Pasti ada akhirnya. Hanya saja tidak ada tulisan “Tamat”. Sama seperti saat menaiki anak tangga, di puncak tangga tidak akan ada tulisan “ini anak tangga terakhir, jangan melangkah naik lagi!”. -1Q84
Yang melekat sama orang jawa biasanya kalau nggak tani ya kuli bangunan.😮💨
Aku sendiri pun keturunan petani. Ada nilai baik dari para petani dan kuli.
Antara lain;
1. Petani selalu berprinsip Ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk.
2. Para petani kalau melihat suatu masalah sudah sampai tahap harus dicabut sampai akarnya, maka segera dicabut dan diganti tanaman baru. Memperbaiki hanya dari yg tampak saja hanya akan membawa musibah di akhir.
3. Prinsip kuli bangunan saat membangun suatu bangunan itu harus dari bawah. Yang di bawah itu sangat penting dan adalah sebagai pondasi. Pondasi harus kuat. Sekuat - kuatnya. Kalau bersih - bersih baru dimulai dari atas. Bukan sebaliknya
- -
Obrolan dengan ibuk.
Di rumah. sepi, dan cuma ada aku sama ibuk. Di suatu tempat di luar rumah banyak kejadian rumit dan huru- hara yang kabarnya terdengar dan atau mungkin terbaca melalui media oleh ibuk. Pembunuhan, asusila, penipuan, korupsi, pembegalan, perceraian dan sejenis kasus yang lebih aneh dari itu. Semuanya kejadian.
Sehabis banyak cerita dan geleng-geleng gumun nggak habis mengerti, ibuk pasti bilang, “Gen. Kalau udah Gen susah dirubah”. Bagi ibuk, mungkin berdasarkan cerita - cerita yang dia baca dan dengarkan atau bahkan pengalaman yang benar- benar udah dia lalui, gen itu sangat besar impact nya dalam hidup seseorang.
Manusia itu cuma tunggangan Gen.
Singkatnya dia seakan menginterpretasikan seperti itu. Jadi Gen menunggangi manusia dan jalan panjang yang dilalui penunggangan itu adalah garis takdir. Takdir menggariskan hal baik akan berakhir dengan baik begitu juga sebaliknya. Dan gen punya andil disitu. Gen diwariskan terus menurus dari generasi ke generasi. Apa-apa yang belum “berakhir” dari generasi sebelumnya akan berlanjut dan terbayarkan pada generasi berikutnya.
Gen mungkin juga bagi ibuk adalah rancangan Sang Pencipta Yang Maha Adil untuk menunjukkan keadilan-Nya.
Tapi Gen tidak 100% menunggangi manusia. Perjalanan di atas garis takdir, baik dan tidak baik nya suatu akhir garis takdir bisa manusia rubah diluar kontrol Gen tergantung lingkungan dan keteguhan hati dari manusia itu sendiri.
Aku tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi atau apa yang sanggup kulakukan. Itulah mengapa di dalam benak aku membelah diri menjadi dua aku. Yang satu menjaga hati dan yang lain mengontrol logika.
Kalau pulang kerja naik umum, pada beberapa kesempatan aku naik kereta yang jalan dengan urutan gerbong yang terbalik. Rasanya seperti lagi berjalan mundur. Tapi tidak dengan waktu ya, di dunia ini waktu terus-terusan maju dengan urutan yang tidak pernah terbalik.
“Laba-laba itu begitu sabar menunggu datang mangsa di sarangnya. Mungkin laba-laba belum pernah memikirkan dirinya sendiri yang bersikap sabar. Laba-laba tidak memiliki keahlian istimewa selain memasang jaring, juga tidak punya pilihan lain dalam pola kehidupan mereka kecuali menunggu diam-diam.
Berdiam di satu titik menunggu mangsa.
Kemudian jika sudah tiba waktunya, mati mengering.
Semua sudah digariskan dalam gen.
Tak ada keraguan, tak ada putus-asa, tak ada penyesalan.
Tak ada pertanyaan metafisik, tak ada perselisihan moral. Mungkin.
Tapi aku tidak seperti itu, aku harus bergerak maju ke tujuanku. Aku bergerak maju maka aku ada.”
— Haruki Murakami 1Q84
Everything is not hard when you understand why you’re doing it and what you’re doing..
Dumai_14 ramadan 1445 - 25 maret 2024.
Jadi pribadi pemaaf.
Lupakan semua kebaikanmu dan ingatlah semua kebaikan orang lain - - Ingatlah semua kesalahanmu dan lupakanlah semua kesalahan orang lain semata-mata karena Allah.
'It took the combined ingredients of idiocy, ineptitude, and total disengagement for this farce to have reached the full apex of incredulous disaster.' - Lieutenant Supervisor Belvin (Andor)
Semua yang kulakukan, kulakukan untuk tujuan yang kuyakini.
Setiap kali aku menghindar dari sesuatu yang ingin kulupakan, kukatakan kepada diriku sendiri itu untuk tujuan yang kuyakini.
Saat menahan diri untuk mengutarakan sesuatu yang sama sekali tak ingin kusembunyikan, kukuatkan isi hati ini demi tujuan yang kuyakini.
Tujuan yang sepadan.
Yang tanpa itu, aku tersesat.
An Arabic said, "Ketahuilah apa yang melewatkanmu mu tidak akan menjadi takdir mu, dan apa yang menjadi takdir mu tidak akan melewatkan mu."
Apa yang benar-benar menjadi takdir mu pasti akan kembali kepada mu.
"In my culture, we know death intimately. In Arabic, the highest expression of love is the phrase "ya'aburnee" Translated "you bury me" . It means "I love you so much, I'd sooner die than bury you". It was used by mothers in our lineage who were so used to losing their young in war. In my culture, we cannot talk about love without speaking death's name"
-George Abraham, "Untitled," Published In Black Napkin Press
Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan yang ganjil, demi malam bila berlalu..
Why would I worry about my life when I believe that Allah is taking care of me?
He saw things I didn't see.
He heard conversations I couldn't hear.
He made moves I wouldn't make.
Kepalaku berat.
Leherku kenceng,
Dadaku penuh,
Saya lelah tapi harus kuat.