Bergelut dengan isi kepala sendiri, ingin teriak, mencabik sekitar, harus bagaiamana aku?
Salahkan saja hatiku yang murahan, berharap pada angan tentangmu yang semu.
Nyaliku kecil, jangankan memimpikan masa depan bersamamu, memintamu pada Tuhan saja aku tak berani, aku cukup tahu diri, dan berhenti menanti.















