Kita masih dijajah, kita masih harus berperang, wahai pemuda...
seen from Germany
seen from Kazakhstan
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Romania
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Slovakia

seen from United States
seen from South Korea
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from China
Kita masih dijajah, kita masih harus berperang, wahai pemuda...
masih ingat dengan #12Mei1998 jangan amnesia #pakwiranto #AdaptasiDenganCorona dengan #sekala jangan lupa untuk kunjungi situs resmi kami hanya di http://daftararenabet88.com
12 May 2019. "Belum Selesai" . These four are the students of Trisakti University who were shot and killed by the military after a demonstration demanding government reformation on 12 May 1998. Today in Indonesia, we remember the Trisakti Tragedy and the dark days that followed, when our friends, family, and countrymen were maimed, tortured, razed, raped and murdered so that the shadows could rise to power. To this day, the mastermind of this unspeakable act has not yet been caught and the government has yet to show resolve in pursuing the truth. But we will always remember and we will never stop asking for it ✊. (edited) . . Drawn with markers on vellum by @tomassoe . . #12mei1998 #peringatantrageditrisakti #trageditrisakti #menolaklupa #tragedi98 #pahlawanreformasi #universitastrisakti #drawing #illustration #comics #comicbooks #comicbookartist #blackandwhitedrawing (at Pamulang, Jawa Barat, Indonesia) https://www.instagram.com/romojava/p/BxVoHvAgw-H/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=17wtf5a5wix6g
20 tahun Tragedi Trisakti 12 Mei 1998. Foto saat Aksi Mahasiswa Usakti di depan Istana Negara 12 Mei 2010. Saya sedang berorasi . . . #12mei #throwback #12mei1998 #12mei98 #20tahun12mei1998 #12meitrisakti #trisakti #usakti #trisakti12mei #menolaklupa #20tahun12meitrisakti1998 #20tahunreformasi #mahasiswa (at Jakarta, Indonesia)
#MenolakLupa #TragediTrisakti #12Mei1998 dimana empat mahasiswa Universitas Trisakti, yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie ditembak dengan menggunakan peluru tajam hingga tewas. 19 tahun sudah berlalu, namun masih hingga kini masih belum jelas siapa pelakunya. Pemerintah tak boleh melupakan kasus ini, dan harusnya dapat mengusut hingga tuntas dalang dibalik penembakan ini! Doa selalu dipanjatkan kepada para korban, semoga mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Amin 🙏🙏🙏 (at Univ. Trisakti)
Panggil Saja Mereka Dudung dan Maman
Panggil saja mereka Dudung dan Maman. Ceritanya, Maman update status dan ganti profile picture di BBM dan Sosial Media pake Hashtag #12MeiTragediTrisakti #MenolakLupa , bla bla bla bla …. Wihhh, Mahasiswa banget kan !!! Dudung sebagai orang awam merasa penasaran, maka berkomentarlah ia dengan status tersebut. Kurang lebih begini kalimatnya :
Du2ng: “Semangat Perjuangan broooo ! kayanya keren tuh acaranya. Aksi dimana ?”
Ma2n: ”Itu moment ziarah kubur ke makam Mahasiswa yang kena tembak waktu tragedi tahun 98”.
Du2ng: berkata didalam hati “sempet-sempetnya selfie saat ziarah ke makam pahlawan reformasi. Ohh mungkin cuma buat dokumentasi pribadi “ . Sedang Menulis Pesan… “wih, solidaritas lo tinggi juga yah. Emang nama mahasiswa yang meninggal pas tragedi 98 itu namanya siapa ?”
Ma2n: Sedang Menulis Pesan…
Sedang Menulis Pesan…( 1 Menit berikutnya )
Sedang Menulis Pesan…( 3 Menit berikutnya )
Semoga Maman tidak sedang Googlingnya , nanya sama mbah google tentang nama Pejuang Reformasi. Atau bingung mau bales apa, jadi pesannya ditulis terus dihapus kembali, ditulis dihapus kembali cari kata-kata ngeles karena ga tau jawabannya.
12 Mei, lagi kami Mahasiswa Trisakti seharusnya bukan hanya sekedar turun kejalan, melakukan aksi atau memilih aksi tanpa orasi sekalipun dengan melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dalam persepsi masing-masing. Itu sah, sah saja dilakukan.
Yang patut di kritisi, jangan sampai #Moment12Mei kehilangan essensinya. Apa yang diperjuangkan mahasiswa di jaman itu, adalah atas kesadaran bahwa peran mahasiswa bukanlah hanya sekedar mencari gelar.
Teman saya berkata, “TRAGEDI TRISAKTI akhirnya bukan peristiwa yang harus dirayakan setiap 12 Mei, tapi suatu kejadian yang harus dikawal setiap hari untuk sebuah keadilan” (Galeh A.Irawan, 2015) .
Walaupun tidak ikut berkontribusi secara penuh dalam mengungkap dan menuntut keadilan hukum atas kejahatan Hak Asasi yang dilakukan pada saat itu, sehingga menyebabkan saudara se-almamater tewas yang biasa kita peringati hari tumbangnya mereka, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, Hendriawan Sie. Sebagai Peringatan 12 Mei. setidaknya, kita tahu. Siapa yang kita hargai perjuangannya.
Pake huruf kapital nulis MENOLAK LUPA , bagaimana bisa lupa ? pernah tau aja enggak siapa yang mereka sambangi makamnya sebagai bentuk aksi mengenang dan rasa peduli.
Tolong dikaji kembali, peringatan 12 Mei bisa jadi ajang mempererat sillahturahmi seluruh Mahasiswa Trisakti yang tersebar di Jakarta, mencari relasi sebanyak mungkin, sekedar cari eksistensi, atau minimal coba-coba merasakan bagaimana rasanya ikut aksi.
Kembali saya katakana itu sah, sah saja. Toh menuju sebuah tempat tak mesti ditempuh dengan jalan yang sama, kendaraan yang sejenis, atau rute paling sistematis. Asal lokasi yang dituju tetaplah sama. Saya juga bukan mahasiswa yang sepenuhnya paham tentang hal ini. Hanya ingin mengkritisi diri sendiri, sebagai salah satu Mahasiwa Sekolah Tinggi Trisakti yang merasa malu, saat kita sibuk dan lantang meneriakan 12 Mei sebagai aksi kepedulian. Di sisi lain, kita tidak tahu untuk siapa rasa peduli itu diberikan.
Hidup Mahasiswa !!!
Salam,
ElsaCandra.D
( Bukan Aktivis )
-ep