Kemuliaan sholawat
Part 3
Saya mendengar kisah yang diceritakan oleh Al Habib Hasan bin Ja’far Assegaf pada saat Nabi Muhammad Isra Miraj Rasulullah Muhammad SAW bersabda : “Disaat aku tiba di langit di malam Isra’ Mi’raj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari..”
“Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.. Aku bertanya kepada Jibril pendampingku Siapa gerangan malaikat itu, dan apa tugasnya..? Jibril menjawab, “Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi..”
Rasulullah bertanya kepada malaikat (penghitung tetesan air hujan) tadi, “apakah kamu tahu berapa jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam..?
Malaikat itu pun menjawab, “wahai Rasulullah, demi yang telah mengutusmu dengan haq (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, dari mulai diciptakan Adam sampai sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung”
, ke lembah”, ke sungai”, ke perkebunan, dan ke tempat yang tidak diketahui manusia..” Mendengar uraian malaikat tadi Rasulullah sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan Kemudian malaikat tadi pun berkata kepada Rasulullah, wahai Rasulullah, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keahlian untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.
Rasulullah pun bertanya.. apa kekurangan dan kelemahan kamu..?? Malaikat itupun menjawab “Kekurangan dan kelemahanku wahai Rasulallah adalah jika umatmu berkumpul disatu tempat mereka menyebut namamu lalu bersholawat atasMu pada saat itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas sholawat yang mereka ucapkan atas Dirimu”
Begitu besar pahala yang diberikan oleh Allah sehingga malaikat yang tangannya banyak pun tidak bisa menghitung pahala yang Allah berikan.
رَبّ فَانْفَعْنَا بِبَرْگتِهِمْ وَاهْدِنَااْلحُسْنَی بِحُرْمَتِهِمْ
Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, kelebihan hanya murni dari allah dan kekurangan datangnya dari diri saya sendiri.
Semoga kita mendapatkan Syafaat Mulia Baginda Nabi Besar Muhammad dan kelak dikumpulkan di syurga bersama Nabi Muhammad . Aamiin.











