Happy Fathers Day
Sebenarnya aku baru tahu bahwa ada Hari Ayah. Iya, aku baru tahu.
Aku memanggil ayahku "Bapak". Bapak adalah seorang laki-laki yang pertama kali aku kenal di dunia ini. Beliau adalah orang pertama membisikkan kalimat yang mengenalkanku kepada Sang Pencipta. Beliau adalah laki-laki pertama yang memelukku, menciumku, menjadi pelindungku. Beliau adalah satu-satunya laki-laki yang tak pernah menyakiti puterinya. Beliau adalah pejuang hidup yang luar biasa. Beliau selalu mengizinkan hal apa pun yang kukehendaki asalkan itu baik. Beliau tidak pernah memaksaku. Beliau begitu sabar dan menyayangi keluarga besarnya.
Tidak ada laki-laki lain yang setia dan selalu menanyakan dan mengkhawatirkan keadanku sampai detik ini. Tidak ada laki-laki lain yang setia mendoakanku sampai detik ini. Tidak ada laki-laki lain yang selalu memberikan dukungan dan motivasi untukku sampai detik ini. Tidak ada, iya, tidak ada! Kecuali Beliau, iya Beliau!
Bapak, aku selalu berdoa kepada Allah SWT, semoga kau selalu berada di tempat ternyamanmu dalam keadaan sehat bersama Ibu sehingga bisa senantiasa mendoakan puterimu ini. Puterimu yang hanya bisa mengeluh ini. Puterimu yang hanya bisa mengecewakanmu ini. Puterimu yang hanya bisa menangis ini. Puterimu yang penakut ini. Puterimu yang belum bisa membanggakanmu. Puterimu yang hanya bisa membuatmu lelah.
Bapak, aku pasti akan sangat menyesal jika Allah memanggilku terlebih dulu, sementara aku belum bisa membuatmu bangga dan tidak membuatmu bahagia dunia dan akhirat. Maafkan aku, sungguh maafkan aku. Tapi aku di sini berusaha, aku berusaha untuk menjadi yang terbaik dan lebih baik lagi.













