RAPOR 21 TAHUN (PART 0)
Seharusnya tulisan ini ditulis satu tahun yang lalu sebelum usiaku menginjak 20 tahun. Namun karena berbagai hal, akhirnya baru aku tuliskan sekarang. Dan banyak hal-hal besar yang terjadi selama setahun ini. Hal besar yang mengubah hidupku menjadi apa yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya.
Sekiranya tulisan yang akan aku tulis di tahun lalu itu akan seperti ini:
“20 tahun. Apa yang kau bayangkan jika usiamu 20 tahun? And you’re not a teenager anymore. Entahlah. Mungkin jawaban ini yang akan terucap dari mulutku. Banyak orang bilang bahwa usia 20-30 adalah usia krusial dalam kehidupan kita. Karena di usia ini, kita akan memulai hal-hal yang besar dalam kehidupan kita: memulai karir, menikah, dan berkeluarga. Dan di awal periode itu, yaitu usia 20 tahun kau akan memulai petualangan yang besar.
Namun selama 20 tahun ini apasih yang aku kerjakan? Hmmmm.
Aku lahir Hari Selasa Pahing tanggal 29 November 1994, kurang tahu jammnya dan sampai saat ini aku belum tanya ke orang tuaku jam berapa aku dilahirin. Aku lahir dari pasangan orang tuaku, Mulyadi dan Sumarsi. Aku adalah anak kedua, dan terpaut 6 tahun dari kakakku. Aku dilahirin di suatu bidan yang namanya Bu Ismirah, kurang lebih 1 km dari rumahku.
Tahun pertama. Entahlah apa yang terjadi di usiaku satu tahun. Mungkin ingatanku di usia ini sudah hilang
Tahun kedua. Jujur ga ingat apa-apa
Tahun ketiga. Ga ingat apa-apa juga sih.Kata kakakku sih, di usia ini aku pernah jatuhin TV di rumah gara-gara mainan tarik-tarikan kabelnya. Hehe :-D
Tahun keempat. Di tahun ini kakekku[dari bapak] meninggal. Sebenarnya aku tidak terlalu ingat dengan sosok jelas kakekku, kecuali dari foto. Mungkin karena aku masih kecil, jadi memori itu sudah hilang. Namun memoriku dengan kakek [atau aku memanggilnya pak uek] hanya ada satu hal. Yaitu aku bermain dengan kakak sepupuku,di ranjang kakekku yang lagi berbaring di tempat tidur. Kakekku sendiri adalah seorang kusir Andong.
Tahun kelima. Di tahun ini aku masuk taman kanak-kanak. Aku masih ingat diantar sama ibu dan kakakku untuk daftar TK di sore hari. TK yang aku daftar yaitu TK/RA Baitul Makmur, dan aku adalah angkatan pertama di TK yang baru dibangun itu.
Tahun keenam. Aku hanya 1 tahun di TK. Di tahun ini aku masuk SD. Kenanganku pertama masuk SD adalah berangkat bersama anak-anak lain tetanggaku. Dan di kelas 1 SD ini aku ngompol di kelas.
Tahun ketujuh. Di tahun ini film boolywood lagi booming di Indonesia. Kakakku adalah penggemar berat film ini. Kuch-Kuch Hota Hai, Dil To Pagal Hai, Mohabatein, Kabhi Kushi Kabhi Gham, itulah judul-judul film india yang sering nongol di Indosiar waktu itu. Di tahun ini juga serial oriental seperti Endless love dan Meteor Garden memenuhi layar kaca Indonesia. Dan kakakku[dan juga adiknya] jadi penggemar setia.
Tahun kedelaapan. Kelas tiga SD. Muncul mainan-mainan legendaris dari serial kartun jepang macam Tamiya, Bey Blade, Crush Gear, dan Kartu Yugi Oh. Sebagai seorang anak kecil, aku minta dibeliin dong sama orang tua. Dan bapakku pun selalu menuruti keinginanku. Ohya di tahun ini aku dapet peringkat 3 di kelas lho.
Tahun kesembilan. Di tahun ini nenekku[dari bapak] meninggal. Nenekku adalah orang yang selalu menemaniku sepulang sekolah. Karena bapak dan ibu kerja, dan Mbak Ita yang sudah SMA pulangnya makin sore, maka siang hariku sering dihabiskan bersama nenek.
Tahun kesepuluh. Ini kelas 5 SD ya? Di tahun ini, aku pertama kalinya mendapat juara 1 di kelas. Yeaaah. Jadi di SDku tuh dari kelas 1-6 hanya ada 3 anak berhasil menjadi juara 1, yaitu Oki, Adit, dan aku. Tapi Adit yang paling sering dapet juara 1. Sedangkan aku hanya berhasil juara pas kelas 5 dan 6 saja. Sekarang Adit udah lulus dari akademi militer, sedangkan Oki bekerja di perusahaan otomotif di Jakarta. Ohya, di tahun ini motornya bapakku [Astrea Impressa] hilang dicuri orang.
Tahun kesebelas. Kelas 6 SD. Pertama kalinya berkenalan dengan yang namanya Play Station. Jadi di deket rumahku ada rental PS. Dan tiap minggu jadi agenda wajib untuk bermain disana bareng temen-temen. Dan untuk bermain di rental PS itu aku harus ngumpulin uang saku selama satu minggu. Walaupun biaya rental pada waktu itu Cuma 2000 rupiah saja.
Tahun kedua belas. Setelah lulus SD aku mendaftar ke SMP di Kota Solo, yaitu SMP Negeri 8 Surakarta. Yah ini pertama kalinya sekolah ke luar kota yang berjarak 9 km dari rumah. Bertemu orang-orang baru dan budaya yang baru. Tapi tetep peringkat 1 di kelas hehe.
Tahun ketiga belas. Kelas 2 SMP, di tahun ini merasakan pertama kalinya keluar dari Pulau Jawa, saat study tour ke Bali. Di tahun ini ada bencana banjir besar di beberapa kota di Indonesia, termasuk Solo. Di tahun ini juga aku disunat hehe. Aku disunat di suatu rumah khitan di Bogem, Jogja. Gatau juga kenapa harus jauh-jauh. Tapi bapakku dan beberapa kakak sepupuku lainnya juga disunat disitu. Biar berkah katanya.
Tahun keempat belas. Pertama kalinya menghadapi ujian nasional. Dan Alhamdulillah dapet nilai 10 bulat di mata pelajaran Matematika. Di tahun ini juga, aku bingung mo nglanjutin ke SMA atau SMK. Dan akhirnya aku disuruh bapakku untuk masuk SMA saja.
Tahun kelima belas. ‘Masa-masa paling indah masa masa di sekolah’ petikan lagu Alm Chrisye. Emang benar ya? Aku akhirnya melanjutkan sekolah di SMA Negeri 4 Surakarta, sebuah sekolah tepat di dekat Stadion Manahan Solo. Memulai kehidupan baru dan budaya yang baru juga. Di tahun ini kakakku [Mbak Ita] menikah dengan suaminya [Anton Wibowo] dan aku punya keluarga baru di rumah.
Tahun keenam belas. Kelas dua SMA. Aku punya keponakan baru yaitu anak kakakku yang diberi nama Nillam Qabil Afifi. Cewek imut dan cantik dengan tangisan yang selalu menghiasi malam di rumah kami.
Tahun ketujuh belas. Tahun-tahun terakhir di SMA sempet galau mo ngelanjutin kemana dan akhirnya milih ITB sebagai destinasi tujuan. Tahun ini bener-bener merasa akrab dengan temen sekelas waktu SMA: Hafid, Sinung, Aris, Usman, Yuliani, Erma, Lucky, Deva, dll. Ujian nasional pun aman dengan dapet nilai 10 di Fisika.
Tahun kedepalan belas. Masuk ITB. Pertama kalinya harus berpisah dengan keluarga di rumah untuk merantau ke kota Bandung. Merasakan homesick setiap hari sudah biasa. Di Fakultas Teknologi Industri banyak bertemu orang-orang baru yang mungkin karena hebatnya aku sendiri jadi minder. Berorganisasi di beberapa unit dan merasakan kesibukannnya.
Tahun kesembilan belas. Tingkat kedua ITB memilih Teknik Fisika menjadi jurusan pilihan. Osjur, satu hal yang paling berkesan di tahun ini.
Tahun kedua puluh. Tingkat ketiga nih. Banyak mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Diamanahi menjadi Koordinator Asisten Laboratorium 1 dan Kadiv Hubungan Alumni Tanggap Warsa 43 PSTK ITB. Ikut beberapa lomba dan beberapa kali kalah juga. Setidaknya berusaha untuk mencoba.”
Happy Birthday Nova yang berusia 20 tahun! Jujur aku iri dengan kamu yang saat itu.














