Wimbledon, London; 21.1.2020
seen from Germany
seen from Türkiye

seen from Portugal
seen from United States
seen from Germany

seen from China
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Yemen
seen from Russia
seen from China

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom
Wimbledon, London; 21.1.2020
[20200121] day6kilogram update
DANKE so much Berlin for an amazing night!! The way you enjoyed the show made us feel so much happier!!! Until the next time we meet, stay happy guys!!😁
Kazanmayı isterdim , kaybetmeyi değil ama olmadı yar.
De escolha própria, escolheu a solidão.
Eu sinto um nó na garganta sempre que escuto teu nome e um calafrio desagradável percorre toda a extensão do meu corpo ao sentir teu cheiro. Digo isso por que a sensação é frequente e ecoa em mim. Passo em frente ao teu apartamento e observando atenta, na esperança de te ver aguando aos jarrinhos de planta na janela; mas nunca aconteceu. As venezianas permanecem fechadas como se tu nunca as tivessem aberto. Me pergunto se tu nunca deixa o sol entrar e por quê. Será que tu não gosta da claridade? Ou tem medo de se queimar? Não sei, acho que me é inerente levantar questões aparentemente sem respostas. Eu mesma não sei se me preocupo com tais questões. Talvez, não de verdade .
Talvez, tu seja teu ap,
a janela seja tua alma,
e eu seja o sol.
E tudo não passe de uma metáfora.
Art 2020 - 21.01.2020
Slipping
Art 2020 - 21.01.2020
Rulers Reigns
January 21st, 2021.
Mitä kuuluu, rakas?
Aku tidak melihatmu di dunia maya hari ini, setidaknya hingga ini diunggah. Apa saja yang kamu hadapu hari ini? Semoga kamu baik-baik saja di luar apa yang aku tahu. Tidak ada hal yang benar-benar istimewa hari ini, bagiku. *** Pertama, aku memperbaharui data dan registrasi ulang di web sistem akademik. PIN sudah dikirimkan melalui surel kampus masing-masing, semoga kamu telah mengetahuinya. Semoga juga kamu tidak lupa untuk mengunggah surat pernyataan yang baru, memperbaharui data untuk menerima bantuan kuota internet, dan memperbaharui data lain seperti apa yang biasa dilakukan menjelang awal semester baru. *** Kedua, aku sempat dihubungi via telepon oleh nomor yang tidak kukenal selama beberapa kali dan tidak kuangkat... yang ternyata itu adalah dari tim drive test salah satu penyedia layanan telekomunikasi yang jaringannya bermasalah sejak berbulan-bulan yang lalu. Entah kamu tahu atau tidak, aku punya trust issue akan hal ini. Sebelumnya, aku sudah melaporkan masalah lemahnya jaringan internet di tempat tinggalku, dan ganya dihubungi oleh nomor info pelanggan yang hanya terdiri dari 3 digit. Untungnya, ada pesan masuk dari nomor yang berbeda, menjelaskan secara detail apa yang dapat kulakukan hari ini. Tim tersebut mulai meninjau kekuatan jaringan internet langsung dari wilayah tempat tinggalku, kemudian dilaporkan ke kantor pusat. Mungkin aku akan bahagia, jika nanti masalah ini 100% tertangani... karena dapat membantu orang-orang di sekitar yang mengalami masalah serupa. *** Ketiga, aku mulai bisa berinteraksi kembali dengan teman satu fandomku. Aku sempat mendeaktivasikan akun utamaku berkali-kali, sehingga benar-benar terasa sepi. Aku sempat mengunggah potongan video ulasan oleh David "GadgetIn" yang menghibur sekaligus merepresentasikan grup wanita idolaku saat 1 tahun debut kelak: si kecil udah bertumbuh banget ya, Bun. Dan berkat itu juga, temanku itu secara tidak langsung mengingatkanku dengan lagu ini. Lagu yang pernah kuputar beberapa kali, tentang ke(tidak)putusasaan dalam menjalani kehidupan. Ini mencerminkan diriku selama setahun terakhir.
*** Oh, iya, mungkin selama ini aku belum sempat membicarakan ini padamu: tentang selera musikmu. Aku terbuka untuk semua genre musik... namun memiliki kecenderungan untuk mendengarkan musik atau lagu yang emosional dan enerjik (?). Tidak sepertiku, sepertinya kamu menyukai musik atau lagu yang cenderung kalem, meski beberapa terdengar sentimental namun minim ketukan atau beat. Adakalanya ketika aku memutar suatu lagu di kamar, yang setidaknya pernah kamu dengarkan sekali, mamaku menanggapi dengan keheranan. Begitu tahu bahwa aku mengetahui lagu tersebut berkatmu, beliau memuji selera musikmu- sekaligus mengkritik selera musikku... yang seakan tidak mencerminkan genderku. Aku tidak bermaksud iri padamu, hanya saja ini mengingatkanku denganmu yang lebih suka memasak daripada aku: seakan tidak mencerminkan gendermu. Musik itu bersifat universal, kan? Rakas, aku sudah mendengarkan sebagian dari lagu-lagunya Day6, Tori Kelly - Dear No One, Pentagon - Daisy, dan OST film-film Studio Ghibli berkatmu. Dan itu membuatku lebih hidup, terima kasih! Tapi, aku butuh rekomendasi darimu lebih banyak lagi. Hampir tiada hari tanpa musik bagiku.
Bisakah kamu menyarankan lebih banyak lagu untuk kudengar, terutama ketika aku merindukanmu seharian penuh... seperti hari ini? *** Tadinya, sebagai penutup, aku ingin merekomendasikan 4 lagu untukmu. Tapi, karena kurang cocok, aku menyeleksinya hingga tersisa 2 saja.
Selamat beristirahat dan sampai bertemu kembali nanti, sayangku, AN.
Tips Membuat Podcast Menjelang akhir tahun lalu, saya tertarik untuk membuat podcast. Sebelumnya saya memang sudah senang mendengarkan podcast dengan berbagai macam tema. Dari yang kajian keislaman, sharing pengalaman, sharing tips, sampai pada komedi. Yang membuat saya tertarik karena podcast hanya audio. Hal ini sangat cocok untuk mereka yang malu-malu untuk tampil di depan kamera. Tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang suka tampil di depan kamera untuk membuat podcast. Lantas, apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mulai membuat podcast? Pertama, buat konsep. Tentukan dahulu siapa segmen pendengarmu? Tentukan tema apa yang akan diangkat? Kapan podcast akan dipublikasikan? Hal ini penting untuk menjaga konsistensi dalam membuat podcast. Kedua, tuliskan naskah untuk rekaman. Naskah ini bisa berbentuk naskah lengkap. Bisa juga berupa poin-poin yang akan disampaikan. Jabarkan poin-poin itu ke dalam hal-hal yang lebih rinci. Ketiga, tentukan alat rekamnya. Kamu bisa memakai microphone gawai untuk rekaman. Untuk kualitas yang lebih baik, kamu bisa membeli mic khusus rekaman, bila perlu yang memiliki penyaring suara agar suara yang dihasilkan semakin jernih. Keempat, tentukan di mana podcast akan diunggah. Saya sendiri memilih unggah podcast di anchor. Kamu bisa mengunduhnya di playstore. Kamu juga bisa menggunakan anchor untuk rekaman. Di anchor, kamu bisa menambahkan musik latar belakang dan memberikan deskripsi podcast. Dari anchor, podcastmu akan teersedia di beberapa platform podcast seperti spotify, apple podcast, google podcast, dan sebagainya. So, tunggu apalagi. Yuk mulai buat podcastmu sekarang juga. Semoga langkah-langkah di atas memudahkanmu membuat podcast. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc2021 #30hbc20tips #21012020 #day21 of #366 (di MAN 2 Kota Malang) https://www.instagram.com/p/B7lpHiaJH7d/?igshid=6k5duz7b8c9a