Today in History | Major events of 21st April in Indian and World History.
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from China
seen from Egypt
seen from China
seen from Indonesia

seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Finland
seen from China
Today in History | Major events of 21st April in Indian and World History.
@NathanCHubbard: Subscribe to Every Single Album
“Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab ini terlalu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.”(Surat kepada Ny. Abendanon )
“Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?” R.A Kartini
do not waste time.... . . . . #tbt #tuesday #21april #2020 #gastronomie #chefslife #chefsoninstagram #dontgiveup #thailand #germany #udonthani #mannheim #love #🇩🇪 #🇹🇭 #🦊 #sony6500 #samsung #9plus #nextlevel (hier: Pai Restaurant•atelier) https://www.instagram.com/p/B_QWK1uJW4z/?igshid=1k0sz44ntff1k
Kartini
Ibu Kita Kartini WR Supratman
Ibu kita Kartini Putri sejati Putri Indonesia Harum namanya
Ibu kita Kartini Pendekar bangsa Pendekar kaumnya Untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Putri jauhari Putri yang berjasa Se Indonesia
Ibu kita Kartini Putri yang suci Putri yang merdeka Cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
Ibu kita Kartini Pendekar bangsa Pendeka kaum ibu Se-Indonesia
Ibu kita Kartini Penyuluh budi Penyuluh bangsanya Karena cintanya
Wahai ibu kita Kartini Putri yang mulia Sungguh besar cita-citanya Bagi Indonesia
21 April, hari peringatan kelahiran Kartini. Seorang Raden Ajeng dari Jepara yang tergolong bangsawan dengan segala liku sejarahnya. Dari sekian banyak tokoh wanita yang ada, Kartini adalah salah satu simbol melegenda untuk perjuangan kebebasan perempuan di Indonesia. Di tengah riuh peringatan ini perlu ditilik lebih dalam lagi mengenai konteks perjuangan beliau.
Dimulai dari kebiasaan untuk telaten belajar dari kecil, beliau mencontohkan kepada kaum perempuan untuk tidak takut mengenyam pendidikan seperti yang bisa dilakukan juga oleh kaum laki-laki. Belajar tentang ilmu apapun itu, termasuk bagaimana kita mendalami ilmu dari karakter beradab yang ada dalam budaya Indonesia. Penguasaan ilmu itu dimulai dari kemauan yang kuat, pemahaman yang mendalam, sampai pada analisis yang tajam pada apa yang kita terima atas sebuah kerangka ilmu pengetahuan.
Kartini juga merupakan seorang gadis yang gabisa anteng sama sekali. Selalu gelisah dengan apa yang dilihat dan didengarnya yang kemudian diolah dengan perasaannya agar menjadi sebuah tabungan makna untuk pemikiran Kartini dewasa nantinya. Kegelisahan Kartini yang dimulai dari keikutsertaannya pada perjalanan Romo ke sebuah daerah untuk membahas tentang tanam paksa dan petaninya. Lalu disambung rasa penasaran yang lain yang mengantarkan dia pada sebuah layar kenyataan kehidupan di luar dalem kabupaten, rumah Romonya.
Hingga kegelisahannya pun memuncak pada masa dimana dia tiba di waktu wanita bangsawan Jawa harus dipingit sebelum akhirnya dinikahkan dengan pria bangsawan yang mendatangi. Tangis Kartini membanjir saat Romonya mengantar beliau ke kamar pingitan, sampai beliau pun ada di titik putus asa atas hidup. Dimana rasa ingin untuk berkelana melanjutkan sekolah ke luar negeri, seperti kangmasnya Kartono, sangat menghantui nurani Kartini.
Namun pada akhirnya pikiran Kartini pun sampai pada titik sadar bahwa fokus usaha yang harus diupayakan Kartini waktu itu bukan pada apa yang mampu membawa dia kepada keadaan yang masih jauh dari realita, melainkan memulai usaha dengan apa yang mungkin untuk dilakukan di tengah batasan tradisi waktu itu.
Ya, Kartini pun mulai memanfaatkan ilmu dan jaringan yang dia miliki dengan menulis surat yang berisi pemikirannya, dan dengan mendirikan sekolah untuk perempuan bersama adik-adik perempuannya yang akhirnya jadi contoh untuk kaum-kaum bangsawan perempuan di karesidenan Jawa yang lain waktu itu, salah satunya Dewi Sartika dari Bandung.
Kartini dewasa juga sempat menerima harapan gemilang tentang sekolah di luar negeri namun akhirnya pupus karena banyak hal yang salah satunya adalah banyak yang harus dilakukan di kampung halamannya, tempat dimana dia diterima sepenuhnya. Yang akhirnya Kartini menikah dengan bupati Rembang dan meninggal tepat setelah beliau melahirkan anak laki-lakinya.
Kartini setidaknya mengajarkan kepada kita...
Bagaimana mata kita bisa terbuka pada kondisi di luar zona nyaman di sekitar, bahwa tidak ada kehidupan sempurna yang dimiliki seseorang, yang ada adalah bagaimana satu dengan yang lain saling melengkapi untuk menghayati pesan garis takdir semesta.
Bagaimana kita bisa gelisah atas apa yang seharusnya kita lakukan dan apa yang seharusnya kita dapatkan sebagai manusia bermartabat yang tinggal di tengah sistem yang memiliki aturan.
Bagaimana kita bisa menerima hal yang kita tentang menjadi sebuah mimpi perubahan yang harus disebarkan agar kegelisahan kita bisa direalisasikan oleh bantuan energi dari lingkungan sekitar.
Bagaimana kita bisa memajukan manusia mulai dari isi kepalanya agar hati dan jasadnya mampu memahami dunia dengan segala kerumitannya.
Bagaimana kita bisa kembali pada setinggi-tingginya Pencipta dan apa yang diajarkan kepada manusia atas makna ketenangan hidup adalah ketika kita bisa bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri.
Terimakasih Ibu !
Melalui sepenggal kecil kisah Kartini yang muncul di permukaan zaman, sewajarnya kita membuka mata lebih lebar lagi bahwa banyak perempuan-perempuan hebat Indonesia yang lain, hidup dengan perjuangan mereka masing-masing. Dan untuk perempuan Muslim, bila lebih diperluas lagi dimensi waktu dan tempatnya, banyaknya sahabiyah di zaman Rasulullah SAW lebih dari cukup untuk menjadi teladan kita dalam menghayati apa yang bisa perempuan lakukan.
Jangan salahkan keadaan atas apa yang tidak bisa kita dapatkan sebagai kaum perempuan. Jangan lampaui batas pada apa yang kita tidak sepatutnya lakukan. Jangan merasa puas pada fatamorgana pencapaian yang seolah seperti terlihat lebih dibanding yang lain. Karena, sejatinya pembelajar adalah yang mawas diri selalu.
oleh Ega Zulfa Rahcita yang tahun 2016 kemarin diberi kesempatan lebih untuk perhatian pada isu perempuan karena takdir yang tidak pernah terpikirkan, yang harus mau untuk menjadi pemantik diskusi tentang isu perempuan sebagai wakil Kabinet KM ITB di Forum Perempuan BEM SI.
Bandung, sehari sebelum 21 April, 2017
Chad Stahelski ('Highlander') dirige la segunda entrega sobre el legendario asesino, que se estrena este viernes 21 de abril.
iheartradioca: The secret is out! Niall Horan is returning with 'The Show' and you and a friend could be headed to a secret location in Toronto for an intimate and exclusive performance, interview and photo opportunity with the man himself! Enter for a chance to win at the link in @iheartradioca bio now! #theshow #iheartliveniall
04/21