Resume Sembilan Tahun Pertama
Sembilan Tahun Pertama / Ringkasan Home Education Volume 1 Pemikiran Charlotte Mason / Ellen Kristi - Penerbit CMid - 2022 - 120hlm
Charlotte Mason adalah seorang filsuf pendidikan Inggris kelahiran tahun 1800-an. Dia menulis buku berisi tawaran idealisme yang tinggi sekaligus panduan praktik yang lemah-lembut, a gentle art of learning. Ada 6 volume buku CM masing-masing tebalnya ratusan halaman ditulis dalam bahasa Inggris ala era Victoria, muatannya filosofis. Para praktisi CM di Amerika Utara menulis situs amblesideonline.org. Mereka menyediakan ringkasan dari setiap volume buku CM. Terinspirasi dari situs tersebut Mbak Ellen Kristi membuat buku ini agar kita mudah memahami value yang dibawa CM.
- Pekerjaan paling penting di masyarakat ialah membesarkan anak-anak. Di tahun pertama kehidupan anak akan dipengaruhi oleh ibu, sehingga ibu harus berbekal pengetahuan. Ibu harus belajar serius tentang ilmu mendidik, ia perlu cinta yang berpikir, paham dasar fisiologi dan psikologi agar tahu cara membesarkan anak. Saat lahir anak terlihat tidak bisa apa-apa tapi semakin besar setiap ciri khas anak akan bermunculan. Pada tahun pertama prinsip masterly in activity tampak memadai untuk kegiatan anak. Meski orang tua tidak terlalu banyak ikut campur anak sibuk belajar, rasa penasaran mereka cukup besar. Kita cukup menyediakan makan yang bergizi, istirahat cukup, kasih-sayang, buku-buku, membiarkannya bermain bebas.
- Ada banyak pilihan cara untuk mendidik anak, zaman dulu orang-orang percaya mitos tetapi saat ini sudah banyak bukti sains yang mendasari pengasuhan. Ada yang memilih untuk mendidik dengan sangat disiplin sampai ke tahap kekerasan, ada juga yang sangat menghamba kepada anak. Tidak ada yang benar antara dua ekstrem itu, kita harus tahu visi pengasuhan anak kita sehingga bisa memilih prinsip mana yang sesuai.
- Kata CM anak tidak terlahir sebagai kertas kosong. Dalam agamanya, ada perintah : jangan melecehkan merendahkan atau merintangi salah satu dari anak-anak kecil ini. Contoh tindakan melecehkan anak dalam buku ini : melabeli anak nakal, membuat mereka melakukan sesuatu karena takut dengan hukuman, tidak konsisten mengajari aturan, membiarkan mereka tidur malam/ makan tidak sehat, menonton dan membaca yang tidak baik, pilih kasih. Contoh sikap merendahkan anak adalah Ibu tidak memberikan jam terbaik paling bugar untuk mengasuh anaknya, membiarkan mereka mengulang sikap buruk. Contoh perilaku merintangi anak adalah menganggap dia masih kecil dan tidak paham bab terkait relasi dengan Tuhan tapi jangan jadikan juga nama Tuhan untuk mengintimidasi anak.
- Setelah mengetahui yang tidak boleh dilakukan CM memberitahu apa yang sepatutnya dikerjakan. Pertama olahraga, Kedua istirahat - fokus kepada satu pekerjaan per satu periode waktu. Pagi hari setelah sarapan baik untuk pelajaran akademis. Setelah makan siang baik untuk kegiatan rekreatif di luar ruangan atau tugas prakarya. Malam sebaiknya tidak ada lagi pelajaran akademis. Cacah pekerjaan maksimal 20 menit per sesi sampai anak berusia 9 tahun dan sajikan variasi. Pendekatan ini bernama short lessons membantu anak agar tidak kelelahan, yang menjadi ciri khas metode CM. Ketiga nutrisi yang baik dan cukup, udara yang segar dan berlimpah minimal 1 jam sehari menghirup udara luar, sirkulasi udara yang bagus dan sinar matahari.
- Memahami hukum pendidikan, cinta, akal sehat dan doa tidak cukup. Perlu ilmu untuk menumbuhkan karakter anak.
- Never be within doors when you can rightly be without, melatih kepekaan anak untuk mengamati.
- Meminta mereka bercerita tentang yang dilihat, melatih kecermatan dalam mengamati.
- Melukis secara lisan, lihat lalu pejamkan mata dan cerita.
- Mengakrabi bunga dan pohon : mengamati ciri, membuat kalender alam, ngumpulin dan gambar tanaman.
- Menelateni binatang : mencatat makhluk yang dilihat, bentuk warna lokasi apa yg sedang.
"Alam sumber hiburan yang tak ada habisnya, meningkatkan rentang perhatian, menempa ketelitian dan ketekunan, berpusat pada alam (mengalihkan ego)"
- Membaca alam dan buku tentangnya : ciri tanaman dan hewan.
- Belajar lewat indra. Tanpa disuruh, bayi akan meraba/ mengemut dll apalagi di alam. Tidak berkata apa-apa bukan brati tidak belajar apaapa.
- Mengakrabkan anak dengan alam. Alam selalu baru, berubah dan tersirat.
- Geografi luar ruangan : menjelaskan kontur bumi yang bermacam, melihat bentuk awan, posisi matahari, konsep jarak
- Mengingatkan anak bahwa semua ini ada penciptanya.
- Permainan luar ruangan yg diciptakan anak sendiri : lari loncat naiknaik.
- Sesekali di cuaca buruk dengan syarat.
- Keterampilan mencari jejak.
- Udara dan sinar matahari akan membuat anak sehat dan bahagia.
- Setelah mengenal dunia dengan menjelajah, selanjutnya adalah membangun kebiasaan baik dalam diri anak. "The formation of habits is education and education is formation of habits.
- Anak belum bisa mengendalikan kehendak, melawan impuls2 yang ada.
- Anak membawa potensi fisik dan genetik dari orangtua, memiliki hasrat alami sbg manusia, pengetahuan, kebanggaan diri, cinta dan persahabatan, punya kemampuan merasa.
- Kebiasaan bisa mengganti sifat bawaan lahir "habit is ten time nature". Sifat bawaan lahir yang buruk. Dengan keseharian kita, kita menanamkan kebiasaan pada anak, pilihannya : yang baik atau buruk?
- Memasang rel kebiasaan dengan menetapkan tujuan / visi pendidikan. Anak tidak bisa mengenali otomatis mana impuls baik atau buruk. "Man is a creature of habit". Ada bbrp prinsip dalam habit training agar tidak ada penyalahgunaan konsep diantaranya adalah menghormati anak sbg pribadi yg utuh.
- Fisiologi kebiasaan : otot dan otak akan lebih mudah melakukan hal yang terus menerus diulang berkaitan dengan simpuls otak atas pengulangan tsb. Tidak semua kebiasaan bisa ditanamkan saat dewasa. Anak bisa 10x lebih cepat mempelajari kebiasaan baru.
- Kebiasaan buruk tidak bisa hilang dgn bertambahnya umur atau dengan ancaman dan hadiah. Bisanya dengan diganti kebiasaan baru. Kita harus memenangkan kerjasama dengan anak, mulai dari penjelasan lembut, kesepakatan dan peringatan.
- Kebiasaan bisa ditanamkan sejak bayi, mereka akan merekam. Dan perlu dilatih dgn bbrp kegiatan fisik.
- Sebagai guru baiknya mengenal siswa secara mendalam, jadi ortu adalah guru terbaik bagi anakanaknya. Tp mendidik tidak cukup dgn intuisi. Dalam habit training, perlu cara tepat. Ini akan mempermudah orangtua menjalani hari. Dari sekian banyak habit training, dilakukan secara bertahap.
- Habit of attention menjadi prioritas utama, fondasi untuk menguasai displin mental lain. "Pencapaian intelektual tertinggi bergantung kepada kebiasaan memperhatikan". Bisa dilatih sejak bayi dengan melafalkan apa yang sedang dikerjakan, pada umur sekolah memakai prinsip short dan varied lessons. Habit ini bertentangan dengan stimulasi audio visual berlebih. Beri apresiasi, bukan ranking. Sesuaikan target sesuai kemampuan, pelajari tenggat waktu, jangan biasakan berlambat-lambat.
- Kebiasaan terapan agar anak gesit dalam berpikir dan bertindak, melatih mereka lebih baik dari hari ke hari. Selalu antusias, tidak tergantung mood, tidak banyak mengeluh. Memberi mereka supply ide yang menarik dan menggugah, memuji saat bersungguh-sungguh mengerjakan sesuatu.
- Kebiasaan berpikir menumbuhkan pola pikir yang acak dan tak urut menjadi logis dan kritis pada anak. Kecepatan menalar harus kita latih sehari-hari, mereka perlu melacak/ menduga sebab dari akibat, membandingkan hal, melihat kesamaan dan perbedaan.
- Kebiasaan berimajinasi yang dilatih dengan buku berisi kisah khayalan/ adegan di zaman yang berbeda/ petualangan aksi dll.
- Kebiasaan mengingat dapat diperoleh dengan : atensi penuh yang tidak bisa dipaksa dari luar harus dari niat anak itu sendiri; asosiasi - materi pelajaran harus berkaitan satu sama lain; memakainya terus-menerus.
- Kebiasaan mengerjakan dengan sempurna/ habit of perfect execution dilatih dengan mengingat target yang sesuai dengan kemampuan, mengajak anak untuk evaluasi kesalahan, merayakan momen pencapaian, menyelesaikan apa yang telah dimulai.
- Orang tua adalah perwujudan dari semua otoritas (hukum alam, hukum sosial, Tuhan) untuk menanamkan kebiasaan taat kita harus bisa menjadi contoh untuk anak. Inti dari latihan habit of obedience ini adalah mengasah kepekaan anak pada kebenaran dan memperkuat kehendaknya untuk memilih kebenaran itu. Kita harus menaati aturan secara konsisten (pengulangan tanpa henti) dan paham mengapa itu harus ditaati. Ketaatan melahirkan kebebasan.
- Melatih kejujuran dengan menyampaikan sesuai keadaan, peka pada ketidakbenaran.
- Sebaiknya orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah kita harus tahu apakah sekolah punya visi misi yang jelas dan sesuai dengan keluarga masing-masing? Orangtua juga harus tau : apa tujuan belajar; mana yang harus diprioritaskan untuk dipelajari; belajar seperti apa yang efektif. Seharusnya pelajaran itu menggugah rasa ingin tahu anak; melatih kekuatan daya pikir anak; meningkatkan pengetahuan anak; membekaskan kesan pada jiwa anak untuk dikenang terus dengan hati senang dalam jangka waktu panjang.
- Untuk anak usia dini kita harus memilih guru yang tepat. Di bawah usia 6 tahun tidak perlu diberi target pelajaran, cukup dibiasakan melakukan setiap tugas sebaik mungkin. Dalam keseharian di rumah ada banyak sekali kesempatan belajar bagi seorang anak.
- Anak terlihat bahagia, dominasi guru yang terlalu besar, sosialisasi : membuat kita terlalu cepat memasukkan anak ke sekolah. Hal ini bisa menjadi overstimulasi karena akan menimbulkan gesekan emosi pada anak. Akan lebih baik memaparkan mereka dengan orang-orang berbagai umur seperti berkumpul dengan keluarga besar & komunitas. Di bawah 6 tahun tidak perlu pelajaran formal terstruktur akan lebih baik membebaskan mereka bergembira menciptakan permainan sendiri tanpa jadwal saklek. "Menciptakan berbagai peluang belajar lalu menyingkir dan mundur berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu anak butuh bantuan darurat"
- Mengajari membaca dengan memahamkan bahwa huruf itu melambangkan bunyi dan ada maknanya. Sering dibacakan, mengekspos mereka pada tulisan, memberi tahu nama huruf bunyi dan cara menyuarakan nya, mengajari mereka dengan permainan, dimulai dari kata-kata yang mereka pahami misal lirik lagu. Belajar membaca adalah lanjutan dari proses anak mengenal kata di sekitar. Ajari anak membaca terstruktur sejak 6tahun.
- Melatih anak untuk rutin deklamasi, bisa dari puisi pendek atau ayat suci. Kemudian ditambah latihan intonasi dan ekspresi agar makin memahami makna kata yang dibaca. Untuk anak 8-9tahun paparkan berbagai jenis buku untuk bisa dibaca anak. Buku yang menggugah ide. Gunakan prinsip short lessons, sekali baca lalu narasikan. Jangan brondong dengan pertanyaan, masuklah saat mereka bertanya dengan pertanyaan terbuka.
- Saat melakukan narasi anak akan mengerahkan kemampuan untuk mengingat, imajinasi, perbendaharaan konsep dan daya nalar. Sehingga bisa mengevaluasi seberapa jauh anak menyerap pelajaran. Dimulai saat 6 tahun tapi jangan lebih mudah daripada itu dengan menggunakan literatur klasik. Di umur itu mereka dibacakan buku klasik tapi tidak membaca sendiri cukup 10-15 menit per buku, sekali pembacaan.
- Belajar menulis diawali dengan menulis huruf yang mudah, ukurannya tidak besar/ tidak kecil alias sedang, bisa dimulai dengan alat yang mudah seperti spidol jangan langsung menggunakan pensil di kertas, biasa kan habits of perfect execution sebelum lanjut ke setiap hurufnya, 5-10menit.
- Belajar menulis diawali dengan menulis huruf yang mudah, ukurannya tidak besar/ tidak kecil alias sedang, bisa dimulai dengan alat yang mudah seperti spidol jangan langsung menggunakan pensil di kertas, biasa kan habits of perfect execution sebelum lanjut ke setiap hurufnya, 5-10menit.
- Menyalin : membuat anak belajar akan ejaan dan pemakaian tanda baca, anak dibiarkan memilih sendiri kalimatnya, batasi panjangnya sesuai kemampuan, menggunakan kertas bergaris ganda, durasinya 10-15 menit. Perhatikan postur tubuh dan cara tangan memegang alat tulis, juga cahayanya serta ketinggian meja dan kursi.
- Ejaan dan dikte : membuat anak untuk memvisualisasikan kata dan semakin hafal bagaimana kata-kata harus ditulis, dimulai dengan anak membaca terlebih dahulu kemudian seseorang membacakan frasa demi frasa, hanya diulang sekali, bacakan dengan ekspresi, tanyakan kata mana yang susah dipahami dan sulit ditulis anak.
- Anak sebaiknya tidak diminta mengarang sampai umurnya 10 tahun karena sebelum itu anak hanya akan mengoplos kata-kata. Biarkan saja mereka menyelami bahasa dan membaca buku-buku bermutu, membuat narasi dan menyalin juga diminta bercerita tentang kegiatan sehari-hari.
- Pelajaran kitab dimulai sejak anak berumur 6 tahun fokusnya untuk menggambarkan kasih sayang Tuhan kepada makhlukNya, biarkan mereka mencerna dan menyimpulkan sendiri bacaannya dan sudah bisa mulai menghafal. Gunakan ilustrasi untuk membantu pemahaman.
- Berhitung : meningkatkan kekuatan dan ketajaman daya nalar anak. Mulai dengan memperkenalkan konsep nyata matematika setelahnya baru melangkah ke simbol matematis. Bisa dibantu dengan alat peraga tapi perlahan untuk sementara. Selanjutnya masuk ke tambah dan kurang sampai angka 20. Berikan soal cerita untuk memahami pembagian dan perkalian sebagai bentuk mudah dari penambahan dan pengurangan. Selanjutnya anak belajar sistem bilangan puluhan dan nilai mata uang juga konsep ukuran dan berat.
- Mempelajari ilmu pengetahuan alam dimulai dengan membawa anak akrab dengan alam sejak kecil dan membiarkan mereka penasaran terhadapnya lalu mengajak mereka bereksperimen sederhana tentang alam.
- Mengenalkan anak pada konsep geografi dimulai dengan mengajak mereka berkegiatan di luar ruangan mengamati sungai, bukit, tanah lapang, kolam dan yang lainnya untuk membayangkan permukaan bumi di tempat lain dari cerita yang dia baca. Kemudian disambung dengan keterampilan membuat dan menggunakan peta, dimulai dari membuat peta rumah sekitar rumah, kota tempat ia tinggal, belajar menggunakan kompas, memahami kode dalam peta, mengamati bola dunia.
- Pendekatan umum ke khusus bukan pendekatan tepat untuk sejarah. Biarkan anak terlebih dahulu akrab dengan sosok historis tertentu menjalin relasi dengan hidupnya. Memahami periode sejarah saat toko hidup, siapa yang sezaman, bagaimana karakter masyarakatnya, seperti apa sistem sosialnya, hal apa saja yang terjadi di negeri lain selama periode itu --akan menjadi titik pijak anak untuk belajar babak lainnya.
- Tata bahasa tidak diminati anak sampai dia mungkin berumur 9 tahun yang penting anak itu bisa mengetahui logika berbahasa membedakan subjek dan kata kerja.
- Dalam mempelajari bahasa asing yang penting adalah telinga bukan mata yang pertama harus dilihat bagaimana dia bisa mengucapkan dengan benar, tidak perlu melihat ejaan tertulis dari kata asing tersebut, paling mudah belajar di usia muda dengan teknik imersi atau membuat anak bergaul dengan penutur asli, tapi jika tidak bisa bisa dikenakan lewat percakapan sehari-hari, dan diutamakan tahu kata kerja sebelum kata benda bahasa asing.
- Pelajaran seni dasarnya : menciptakan dan mengapresiasi yang paling utama adalah yang kedua. Sejak 6 tahun pelajaran seni bisa dilakukan dimulai dengan menceritakan ringkas tentang siapa seniman, memperlihatkan karya seni, mendorong anak untuk mengamati hal kecil dalam sebuah seni, melihat konteks lukisan, menanyakan anak tentang pesan yang disampaikan oleh lukisan, kemudian mereproduksi. Arahkan anak untuk terbiasa melukis dengan bentuk dan warna yang mereka inginkan. Ajari juga seni rupa dengan tanah liat atau play-doh, seni musik, seni olah tubuh, hasta karya juga.
Anak harus punya : (1) kehendak kuat untuk dapat menyelesaikan apa yang akan dikerjakan, (2) nurani sebagai pembeda mana yang baik dan buruk, (3) relasi dengan Tuhan agar menyadari setiap aktivitasnya adalah bentuk kasih sayang Tuhan.