KISAH YANG USANG (bagian 1)
###
Dunia perlahan membaik, jalanan ibukota mulai dipadati kendaraan roda dua kembali. Setahun terakhir orang-orang takut bepergian kecuali terpaksa keluar rumah karena harus membeli stok bahan pangan yang menipis dirumah mereka.
Ariana menandaskan isi botol yogurtnya sambil melihat pemandangan yang biasa ia lihat ketika sedang menikmati waktu istirahatnya yang lumayan lama. Hari ini begitu ramai, sehingga menjelang sore ia baru bisa istirahatnya. Setidaknya masih bisa istirahat daripada tidak sama sekali, sama saja bunuh diri.
Ia beruntung, bisa mendapatkan pekerjaan disaat dunia sedang sulit-sulitnya. Disaat semua pekerja di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak yang dilakukan oleh perusahaan yang mengurangi pengeluaran karena daya konsumen yang menurun.
Senja mulai mengudara, membiaskan bayang – bayang, meng-orange-kan langit kala sore itu. Ariana segera kembali ke dalam menuju tempatnya, sebentar lagi shiftnya akan berakhir untuk hari ini. Ia ingin segera merebahkan badannya yang sudah terlalu kaku setelah seharian melayani konsumen yang silih berganti datang tanpa henti.
Tepat jam 6 sore penggantian shift malam dengan shift sore dilakukan. Ariana, memilih untuk beristirahat sebenatar di ruang karyawan. Hanya sekedar duduk menselonjorkan kaki, sudah membuatnya bahagia menciptaakan senyuman kecil di wajahnya.
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman : 13)
###
“Ri, belum pulang?” sahut Jihan yang baru saja sampai dan hendak mengganti seragam.
Sahutan Jihan membuyarkan Ariana yang hampir terlelap, ia hanya membalas pertanyaan Jihan dengan senyuman.
Melihat itu Jihan tidak bertanya lebih jauh dia tau maksud dari senyuman Ariana. Artinya hari ini super sibuk, kemungkinan terbesar malampun sama. Ia harus siap mental dan tenaga malam ini, shiftnya baru saja di mulai.
Tak berapa lama mereka berpisah, Ariana menuju belakang untuk pulang ke kosannya sedangkan Jihan menuju depan ke tempatnya berada.
###













