Agents of SHIELD 30 day challenge
Day twenty-one: Character you would be fast friends with
seen from Malaysia
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Canada
seen from China

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Russia
seen from United States

seen from United Arab Emirates
seen from Singapore
seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from Norway

seen from Russia
seen from Puerto Rico
seen from Honduras

seen from Russia
Agents of SHIELD 30 day challenge
Day twenty-one: Character you would be fast friends with
Day 27 : A Song That Breaks Your Heart.
Endah N Rhesa - When You Love Someone
Saya rasa tak ada yang lebih menyakitkan dari perasaan cinta yang tak pernah terungkap. Saya merasa lebih baik ditinggalkan karena sudah tak cinta daripada harus memendam cinta dalam diam. Kondisi itu selalu membuat hati saya patah, lebih patah dari saat ditinggal mantan.
I love you but it’s not so easy to make you here with me I wanna touch and hold you forever but you’re still in my dream
Pengalaman seperti ini bukan cuma sekali atau dua kali saya rasakan. Memang menyebalkan harus memendam rasa. Lebih sakit daripada mengalami penolakan. Tapi secara tak sadar hati saya kerap memilih untuk disakiti dengan perasaan yang tak kunjung disampaikan daripada harus mengalami penolakan.
Lagu When You Love Someone menasehati, “When you love someone, just be brave to say”. Tapi tidak sesederhana itu.
Ya lagu ini memang kerap membuat saya baper dengan tumpukan berkas cinta yang tak kunjung terbuka, sudah berdebu dan semakin membuat sesak.
Saya bahkan untuk beberapa saat sempat mengeluarkan lagu ini dari playlist karena efek baper yang dihasilkan. Bahkan membutuhkan keberanian untuk kembali mendengarkan lagu ini dan mereviewnya sebagai pemenuhan chellange ini.
Mungkin benar kata Wiranagara, dibalik seorang yang humoris tersimpan hati yang teriris.
Tapi bagaimanapun saya tidak bisa menampikan bahwa lagu ini adalah karya yang sangat indah untuk didengarkan. Mungkin malam ini saya akan mendengarkan lagu ini dengan sedikit efek berkas-berkas air mata di pipi.
Day 25 : A Song By An Artist No Longer Living.
Elvis Presley - Can’t Help Help Falling In Love.
Karya seorang legenda memang akan selalu melegenda. Elvis Presley meski sudah lama tidak ada, karyanya sampai sekarang masih dinikmati oleh banyak orang. Orang-orang digenerasi sekarang tentu saja sudah semakin sedikit yang mengenal sosok Elvis Presley, tapi nyatanya karya Elvis yang kembali diperdengarkan bisa diterima dengan baik oleh anak-anak generasi terkini.
Saya yakin anak-anak generasi sekarang tidak ada yang tau lagu Can’t Help Falling In Love milik Elvis ini sampai mereka mendengarkannya di film The Conjuring 2. Dari film itu, akhirnya lagu ini juga mulai banyak di cover dan kembali menyebar.
Lagu ini pertama kali dimunculkan tahun 1961 di film Blue Hawaii yang dibintangi oleh Elvis sendiri. Di film ini Elvis menyanyikan lagu ini untuk neneknya.
Suatu musik yang berkualitas, meski sudah lepas dari era kepopulerannya pasti masih akan tetap nyaman untuk didengarkan dan masih menyenangkan untuk kembali digali.
Day 24 : A Song By A Band You Wish Were Still Together.
Oasis - The Master Plan
Setelah Stone Roses come back, saya semakin ngebet banget bisa liat Oasis bisa balikan lagi. Udahlah Noel sama Liam jangan berantem-berantem lagi. Saudara kalo ada salah-salah yaudah lah saling memafkan.
Saya rasa semua pecinta musik juga cukup menantikan come back nya Oasis. Lagu-lagu mereka seperti sudah mendarah daging. Sampai sekarangpun saya masih sering ngeliat band-band lokal yang ngover lagu-lagu mereka. Ya ini salah satu bukti kalo Oasis memang dicintai banyak orang.
Buat saya lagu-lagu Oasis memang memiliki sesuatu yang spesial. Mulai dari musik sampai liriknya. Salah satu lagu yang sampe sekarang masih bertahan di playlist saya adalah lagu The Masterplan. Lagu ini memang tidak lebih tenar dari Don’t Look Back In Anger, tapi suka banget sama aransemen lagunya. Lagu ini pas dibawain Noel sendirian kaya ada yang kurang gitu, memang harusnya dibawain satu band lagi sih.
Day 22 : A Song That Move You Forward.
Pandji - Lagu Putus
Ada beberapa hal yang bisa membuat orang stuck dengan hidupnya, salah satunya adalah putus cinta. Yah, sebagai seorang cowok yang tidak terlalu ribet dengan urusan cinta, saya mengakui pernah mengalami stuck dalam hidup karena abis putus.
Wuih, sebulan bro gak keluar kamar. Nangis sih engga, nyesek ajah gitu rasanya. Kuliah males, ngapa-ngapain males, tidap hari cuma nonton film drama yang bikin hati tambah melow. Kalo film abis, nongkrong di warnet ber jam-jam nyari film lagi.
Tapi sesesak apapun hati setelah ditinggal pergi, kita harus tetap memilih untuk moving forward. Salah satu hal yang bikin saya bisa moving forward ya lagu dari Pandji ini.
Lagu ini catchy dan menyenangkan untuk didengarkan. Liriknya juga ngasih semangat gitu.
Boleh, kau sedih karna cintamu, tak berlanjut dan musnahlah mimpi indah itu. Tapi pantang kau merajuk dan merengek lalu, kau ngetwit no mention setiap malem minggu. Stop menyiksa diri dengan lagu sedih, ‘if you’re not the one’ Daniel Bedingfield berulang kali. Jadi laki-laki harusnya punya harga diri, turun pasaranmu kalau galau dan jarang mandi.
....
Ingat-ingat lagi alasannya meninggalkanmu, ingat-ingat lagi penolakanmu terhadap itu. Sekarang saatnya berkata sebelum berlalu, lebih baik cari pria lain yang mau jadi kacungmu.
Meski cara ngerap Pandji gak sekeren Eminem, tapi lirik-liriknya memang selalu mengena, dan kebetulan liriknya di lagu ini benar-benar relate sama hidup saya.
Alhasil saya mulai bisa moving forward dan bener ajah tiap kali mengingat alasan dia ninggalin saya, udah gak ada lagi rasa nyesek dan move on bisa saya tunaikan dengan begitu mudahnya.
Meski sampai saat ini masih jombo, alasannya bukan karena saya masih suka inget sama yang dulu atau gimana, alasannya ya karena cari cewek yang mau sama saya itu sulit. Sesulit membalikan tangan Kecoa.
Day 16 : One Of Your Favorite Classical Song
Beethoven - Moonlight Sonata
Penelitian menyatakan seorang anak yang mengambil kelas musik klasik, akan mengalami kenaikan umum di IQ nya. Sayang sekali orang tua saya tidak membaca penelitian ini, alhasil IQ saya termasuk kategori IQ terjerembab. Bagaimana tidak, waktu kecil saya sudah dijejali musik-musiknya Mantos dan Didi Kempot.
Hingga dewasa, jujur saja saya tidak pernah mendengarkan musik klasik. Meski kabarnya musik klasik bisa mengurangi stress, tapi entah mengapa jika mendengarkan musik klasik saya malah memikirkan hal-hal berbau psikopat. Tapi bukan berarti saya tidak mengapresiasi musik klasik. Jika ada pagelaran musik klasik yang masih bisa saya jangkau lokasinya, saya pasti nonton (asalkan gratis).
Salah satu musik klasik yang bisa saya nikmati adalah Moonlight Sonata dari Beethoven. Mendengarkan lagu ini diteras rumah sambil minum teh dan membayangkan hal-hal berbau pembunuhan berantai, wuw spoky. Tapi daripada musik klasik dengan balutan orkestra penuh, saya lebih menikmati musik-musik klasik dengan instrumen minimalis seperti dilagu ini yang hanya dimainkan dengan piano.
Moonlight Sonata terdengar begitu emosional. Mungkin ini menggambarkan kisah dibaliknya, dimana komposisi ini dibuat Bethoven pada tahun 1801 dimana dia sudah beranjak tuli. Komposisi ini juga menjadi wujud cinta Bethoven pada muridnya Countess Giulietta Guicciardi, namun harus kandas karena perbedaan kelas sosial.
Saya menghindari mendengarkan lagu ini terlalu sering karena takut jika sewaktu-waktu saya betulan menjadi Serial Killer.
Day 15 : A Song That Is A Cover By Another Artist
Morfem - Kuning (Rumah Sakit)
Untuk meningkatkan pamor, biasanya musisi akan membawakan ulang lagu yang sudah lebih dulu terkenal. Tapi nyatanya Morfem lebih memilih mengcover lagu dari Rumah Sakit berjudul Kuning yang notabene juga sama-sama berjalan di jalur indie.
Ramuan mencari kepopuleran nyatanya tidak digunakan oleh Morfem. Saya yakin motivasi mereka hanya untuk bersenang-senang. Lagu Kuning yang begitu fenomenal discene indie kembali diangkat dengan gaya Morfem yang lebih ngerock. Saat kalian masuk ke suatu konser di scene indie dan lagu ini dibawakan pasti semua penonton akan menjadi paduan suara massal.
Lagu ini dimasukan Morfem kedalam album terbaru mereka Dramaturgi Underground. Pembawaan Morfem yang lebih ngerock nyatanya membuat lagu Kuning ini tetap keren dan nyaman didengarkan. Saya bahkan bisa mendengarkan lagu ini berulang-ulang saat sedang bekerja.
Hi :) Do you know if there are any challenges like that 30 day Shenko challenge but for writers? I was hoping to use something like that to help me get out of my writer's block. It doesn't even have to be with that pairing, I just need something to jumpstart my non-existent muse
Hello! Sorry it took me a few days to answer you, but I was finishing off the term and I was pretty swamped with marking and assessing! But I’m free now! Mwahaha!
So, I see those writing challenges comes up fairly regularly, but off the top of my head I couldn’t think of any running at the moment. I took a look around, and I found a blog dedicated to challenges of all varying types and lengths! It looks amazing and if you scan down to the ‘W’ section there are a bunch of writing challenges.
The blog is called the 30 Day Challenge Archive: http://30daychallengearchive.tumblr.com/challengedirectory
I hope it helps you! :)
Though, if anyone knows of any challenges running at the moment and see’s this, it would be great if you could reblog with a link to them!