Semua ini bermula dari perasaan yang kemudian tumbuh menjadi harapan yang lalu berubah menjadi pikiran tak terucap yang lalu berubah menjadi kata-kata tak terucap.
Dan lalu kata-kata itu semakin keras. Hingga menjadi tangisan.
Aku akan kembali. Saat kau memanggilku. Maka tak perlu ucapkan selamat tinggal.
Hanya karena segalanya berubah. Tak berarti semuanya tak pernah begini sebelumnya.
Yang bisa kaulakukan adalah mencoba mengenal siapa teman-temanmu. Saat kau berangkat menuju perang.
Ambillah bintang di ufuk yang gelap dan ikutilah cahayanya. Aku tahu, kau akan kembali saat semuanya berakhir. Maka tak perlu ucapkan selamat tinggal.
Kau kan kembali saat semuanya berakhir. Tak perlu ucapkan selamat tinggal.
Kini kita kembali ke permulaan. Hanyalah perasaan dan tak ada yang tahu. Tapi karena mereka tak bisa merasakannya, bukan berarti bahwa kau harus melupakan. Biarkan kenanganmu semakin kuat. Hingga semuanya ada di depan matamu. Kau kan kembali
Saat mereka memanggilmu. Maka tak perlu ucapkan selamat tinggal













