Day 18 - Aku Rindu
Aku rindu Saat denting sendok beradu Pada terik yang syahdu Aku rindu Hanya itu
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from India
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
Day 18 - Aku Rindu
Aku rindu Saat denting sendok beradu Pada terik yang syahdu Aku rindu Hanya itu
Day 17 - yang Berbekas
Setelah kulepas kau mau apa ? Merasa bebas ? Sudah puas ? Cuih... Lihatlah Sungguh ia meninggalkan bekas
Day 16 - Angan Tanpa Harapan
Katakanlah ini takdir Tuhan Yang mengatur perjumpaan Pada rupa sebuah kebetulan Kau heran ? Aku pun demikian Perlukah aku tahu semua ini Hingga menerbangkan anganku lagi Dan jatuh pula ia dalam memori Pada hati tak berpenghuni Kau tetaplah sang tuan Yang menjadi angan Tanpa adanya harapan
Day 15 - Petak Umpet
Aku menjumpamu dalam ketiadaanmu Tanpa sapa lembut seperti biasa Juga senyummu yang terlalu mempesona Pikirku kau sedang main petak umpet Tapi Ah, sudahlah Ini pun bukan permainan remaja Kau, terus bermainlah Aku, akan menjumpamu Lagi Saat kau telah menyudahi Segala lelucon permainan ini
Day 14 - Pulang
Bukankah sudah kubilang Aku bukan jalanmu pulang
Day 10 - Tanda Seru yang Tak Seru
Yang bertanda dengan garis dan titik Melengking ataukah menukik Samalah saja kurasa Meski tak sedatar yang biasa Terpecah perhatian olehnya Kau pikir ini lucu ? Tidak, ini hanya tanda seru
Day 9 - Kepompong
Ingat kulihat kepompong sore ini Tubuhnya membulat Tenang menggantung Pada ranting pohon jambu
Angin sore menari centil Si kepompong jatuh tergelincir Mungkin mati Ah dia sudah pergi
Day 8 - Melangkah Lagi
Kita terbiasa menjadi biasa Terlena akan buaian seadanya Yang menjadikan kita terasing saat istimewa Yang tak kan mampu lebih dari sekadar bisa
Jika dinding hati bergelayut Pada hasrat yang tak bersambut Jangan kau cegah aku jika memang tak ingin turut Pun jangan nampak padamu wajah cemberut Karena tak perlu pula kubawa engkau hanyut Sedang jiwamu tak jua beringsut
Cukup relakan aku melangkah Karena pada jarak ku masih mengharap berkah Bilamana kutemu persimpangan arah Doakanlah Dan kutelusuri cahaya berlimpah Hingga aku pulang dengan kabar nan indah
*kejar apa yang ingin kau kejar, tingglkan apa yang pantas tuk ditinggalkan. Hidup bukan hanya soal zona nyaman