Ketika Hujan
Di antara kerumunan manusia
Terselip bait kata dan cita
Mengangkasa rindu tak kunjung sirna
Bermandikan awan gelap tanda hujan segera tiba
Bersatu menyambut karya cinta
Berhiaskan lampu-lampu yang enggan menjaga
seen from China
seen from United States

seen from Chile
seen from Canada

seen from Chile

seen from United States
seen from Chile
seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Mozambique
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from France
seen from Brazil
Ketika Hujan
Di antara kerumunan manusia
Terselip bait kata dan cita
Mengangkasa rindu tak kunjung sirna
Bermandikan awan gelap tanda hujan segera tiba
Bersatu menyambut karya cinta
Berhiaskan lampu-lampu yang enggan menjaga
Melipat Rindu
Rindu selalu punya cara untuk mengadu
Kadang ia menjadi lugu
Tak tahu apa yang dituju
Kadang juga menjadi tertipu
Lalu pergi , hilang dan malu
Rindu kerap kali lupa akan sesuatu
Bahwa dirinya tak pernah benar-benar bisa menyatu
Jarak adalah teman terbaik rindu
Sisanya hanya teman sekedar candu
Pelaku rindu
Tersebar bak udara di suatu waktu
Tak pernah bisa ditangkap walau hanya sekedar salju
Namun hanya satu yang rindu tahu
Ia akan selalu tepat waktu
Bagi mereka para kekasih yang benar-benar ingin bersatu
Puisi kesebelas dari Tantangan 30 hari Berpuisi di bulan April 2017
Anak
Dahulu,
Di antara peralihan waktu
Banyak Anak berlari tak kenal kaku
Melengkapi daftar panjang hal yang seharusnya kita tahu
Tak ada yang berubah sejak dulu
Anak tetap manusia pemersatu
Bukan sebaliknya dianggap bak benalu
Pencarian Jiwa
Waktu tanpa terasa telah berlalu
Meninggalkan orang-orang yang meragu
Silih berganti berupaya menyentuh hatimu
Namun tak juga temukan apa yang benar kau mau
Mungkin dunia sedang menerka
Maksud baik siapa yang benar untuk mencinta
Bukan hanya perkara dia indah di mata saja
Dia yang terlanjur menyentuh inti terdalam jiwa yang sempat terluka
Situasi
Seburuk-buruknya situasi
Adalah perkara sepi
Menggerogoti lemahnya hati
Jiwa raga duniawi
Lihat lah sisi baik nanti
Sepi berujar mewanti-wanti
Jaga diri
Jaga hati
Jaga hal-hal yg benar kau nanti
Tak ada jalan pulang kembali
Jadikan sepi teman sejati
Niscaya kau memahami
Sepi adalah situasi yang dinanti
Malaikat Kecil
Lahir dari cahaya penuh cinta
Terlukis aroma harum wangi surga
Mewariskan harapan juga masa depan
Meninggalkan perselisihan yang kerap ditimbulkan
Malaikat kecil,
Berharap tak cepat beranjak memanggil
Tetaplah jadi pemanggil terampil
Tengah malam pun serasa tak ingin berakhir
Titip Hati
Mungkin terlalu dini,
untuk mengatakan cinta ini.
Berharap cinta ini sejati.
Tapi terimakasih sudah sudi.
Hati-hati jaga hati,
jika sakit tak ada jalan untuk pulang kembali.
Titip hati ini, sekali lagi.
Ujar sepasang kekasih di muka kedai mini.
Di antara sekat-sekat
Berharap dunia ini aman dan nyaman.
Sama sulitnya dengan memastikan hatimu benar-benar tereka.
Sekat-sekat ingatan lalu membentang mengibarkan bendera jarak.
Membuat tembok tebal di hatimu yang penuh ragu itu.
Tak apa, tidak ada cara lain selain belajar menjadi ada.
Untuk kemudian mati dan hidup bahagia.