Suara millenials Kami yang bersuara. Gerakan perubahan Salah dimata tetua,membangkang tak hormat Membuka jaman baru, tak kenal adab beradab Itulah kami dimata mereka yang merasa asam,pait,manis hidup sudah ditelannya semua. Kami yang muda,jiwa membara menggelora Merunduk hormat kepada para penggila hormat, kebenaran ditanggalkan Demi harga diri masing-masing Sudut pandang kita yang beda Para tetua yang salah, tak disalahkan Karena hal biasa yang terbiasa dengan salah yang dibenarkan Memaksa,mengharap lebih. Bercita-cita tinggi Menekan batin,mengusik jiwa Kami yang tak berkutik Soal hati yang ingin di kulik Tapi tak ada berita yang asik Selalu tentang dulu. Jaman yang dielu-elu Semua tercipta dengan baik. Bekal budi pekerti luhur, lahir sukses yang nyata Bukan omong kosong belaka. Kami yang hina, yang dipandang sebelah mata Pembuktian akan keberhasilan tinggi yang bersyarat uang melimpah Barulah pujian berdatangan, "bangga" (banyak uang batinnya) Kami yang diminta "manut" Memaksa halus, agar tak terkesan layaknya diktator Beda jaman, masih sama "katanya" Ada guna perubahan? Kalau tak yang bisa menerima? Hanya sedikit yang terbuka, karena paham perbedaan. Lalu harus bagaimana kami? Padahal kami seperti ini karena jaman mereka yang tak begini, meninggalkan sejarah untuk kita yang masih dini Biarkan kami bebas karena kami paham betul batasnya Kekangan membuat kami tal bebas, dengan sengaja melampaui batas Agar mereka paham kalau kami millenials 30DJ #30DJ3 #30dj3day15 #30DJofAWI #30DJSeason3 #300Juni2020 #tantanganmenulis #tantanganmenulis30hari #kompetisimenulis #AWIOfficial #gilasastra #gaduh #sastradanbahasa #sastraluka #millenials #millenials #millenial #poetryoftheday #poetscorner #sajakpuisi #senjarindu #sajakkata #katakata #senjadiataplangit https://www.instagram.com/p/CBdSKpoDkiJ/?igshid=1bjzyhcuwdgc6














