Maaf Aku bisa memaafkan asal kesalahanmu bukan akibat perempuan. Aku bisa menerima asal kau berjanji masa lalumu yang kelam takkan pernah terulang. Aku sadar diri, meski hanya perempuan biasa dan tak berlimpah harta, sepatutnya aku tidak menuntut apa-apa. Namun, justru aku bangga dengan segala cinta yang bisa kuberikan, lengkap dengan kesetiaan. Permintaanku sederhana, Mas. Jangan duakan aku dengan yang lainnya, jangan bersembunyi untuk mendapat kenikmatan di luar sana. Meski tak seindah mereka, aku begitu menghargai tubuhku yang nyaris tak tersentuh siapa pun. Kau paham betul akan hal itu. Aku memang sempat mencintai beberapa orang sebelum kamu, tapi aku mati-matian menjaga, Mas. Tidak diobral sampai halal. Kau tahu itu. Bukankah terjaganya diriku lebih berharga dibanding kekayaan dunia? Kupikir kau yang terakhir dan tak terganti. Kukira kau dan aku akan bersatu menjadi kita. Bahkan aku yakin kita memang diciptakan untuk bersama. Cukup satu nama yang bersedia menetap tanpa berpikir untuk beranjak. Yang tak terbesit dalam dirinya untuk mencoba, walau sempat tergoda. Apa kita telah berada di dimensi yang berbeda, sehingga kau bebas berkelana tanpa suara? Apa aku memaksamu memikul janji masa depan berdua? Apa aku menuntutmu terus memberi hal-hal indah? Apa aku membebani pikiranmu dengan banyak hal yang ternyata sia-sia? Aku amat terpuruk memeluk sayap-sayap harapan yang patah. Merajut rindu yang tak mereda. Bahkan, sesekali masih memintamu untuk menyapa. Sekali lagi, maaf. #30DJ #30DJ5 #30DJ5Day06 #30DJ5Cluster5 #kaLIMAtmantra https://www.instagram.com/p/CfrLXPIlUvQ/?igshid=NGJjMDIxMWI=












