Hari ke-26 Kecemasan datang lagi hari ini, selalu baru setiap hari layaknya kasih Tuhan. Saya mau percaya bahwa selalu ada alasan atas apa pun yang terjadi. Hanya saja, kita tak punya kemampuan untuk mengetahuinya lebih dulu. Di lubuk hati saya yang terdalam, saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia mencukupkan kita hari ini, setiap hari. Seperti yang tertulis dalam doa, "berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Tanpa pernah bermaksud meragukan Tuhan, kecemasan tidak pernah hilang dari perasaan saya. Cemas ini, cemas itu, mencemaskan hal ini, mencemaskan hal itu, semua hal. Benar-benar selalu ada kecemasan baru setiap hari. Dulu sewaktu masih berkantor, saya pernah berkelakar, "sepertinya hari ini kita menyelesaikan masalah kemarin, lalu membuat masalah baru untuk diselesaikan besok." Saya rasa inilah yang sedang terjadi pada kami saat ini. Hidup kami hari ini dipakai untuk meredakan cemas kemarin, sambil mendapatkan kecemasan baru untuk dapat kami redakan esok. Tidak ada lagi yang dapat saya pegang selain janji Tuhan, yang saya percaya akan memberikan kami makanan yang secukupnya pada hari ini. Dan tak lupa, besok, lusa, tulat dan hari-hari berikutnya juga akan menjadi hari ini jika saatnya tiba. *** Kami berdua menautkan tangan, dan membisikkan ke telinga satu sama lain, "jangan takut, kita punya satu sama lain." Kami lalu berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. MUC, 26 Juli 2022 Kelsi Sawitri #30DJ #30DJ5 #30dj5day26 #menyempatkanbercerita @awi_official https://www.instagram.com/p/Cgej3dRMjDv/?igshid=NGJjMDIxMWI=














