Curhat, boleh?
Kerap kali bicarakan tentang perjalanan. Bukan kisah jalan-jalan, yang walaupun ingin tapi belum kesampaian, semoga suatu saat nanti bisa wujudkan tafakur alam Indonesia, dan keliling dunia, semoga.. Aamiin. Ini masih tentang perjalanan dari hari ke hari, tahun ke tahun yang telah terlewati. Tentang makna perjalanan dari masa ke masa.
Bicara perjalanan, bicara perubahan, ada satu hal yang sulit diitingkatkan. Rasa percaya diri. Dari zaman masih SD sampai tingkat akhir bangku kuliah rasa percaya diriku segitu-gitu aja, nggak nambah. Pemalu akut, nggak pede bicara di depan orang banyak, bahkan berjalan sendirian di tengah keramaian merasa gelisah sendiri, merasa dilihatin semua orang, padahal mah nggak ada juga yang ngelihatin, perasaan doang. Bahkan di keluarga besarpun dicap sebagai anak yang pendiam, kalau ditanya satu dijawab satu, ngomong cuma kalau ditanya. Sampai dibilangin sombong lah, padahal emang anaknya aja yang gak bisa basa-basi. Ada ya orang minang yang nggak bisa basa-basi? Ya ada, nih contohnya haha. Di keluarga besar loh ya, kalau di keluarga inti, di rumah nenek beserta adik-adiknya mama aku mah termasuk yang cerewet juga. Gak tau kenapa juga bisa gitu haha.
Pas SMP sudah merantau, mulai jauh dari keluarga. Pemalunya sudah mulai berkurang, berteman sama banyak orang, tapi tetap pede nya nggak bertambah. Sampai SMA dan Kuliah pun begitu, di tanah rantau, belajar mandiri. Terbiasa berbaur dengan anak rantauan yang berasal dari berbagai daerah, berbagai kalangan. Ikut organisasi dan komunitas perlahan-lahan menjadikan percaya diri bertumbuh. Walau tak secara drastis, tapi aku tau ada yang berubah. Aku tau Aku yang harus berubah.
Setidaknya harus terus mencoba, perlahan-lahan. Sekeras apapun batu jika ditetesi air terus menerus akan berlubang, kan?
Panam, 13/10/17
23:11WIB
#day3











