Tuhan, maaf kami salah fokus. Kami terlalu sibuk untuk berkarya dengan sempurna. Sedangkan dalam hal beribadah, kami hanya sekedarnya saja. Menganggap penting apa-apa yang ada di dunia. Padahal dunia hanyalah tempat persinggahan sementara. Tuhan, maaf kami salah fokus. Pikiran kami dipenuhi oleh hal-hal yang dianggap penting. Padahal tidak. Hati kami terlalu sesak dengan iri, dengki, dan perasaan-perasaan yang kami buat sendiri. Lupa melapangkan dengan ketenangan yang Engkau beri. Tuhan, maafkan kami salah fokus. Memprioritaskan panggilan dunia. Namun begitu mudah melalaikan dan mengabaikan kewajiban kami yang seharusnya. Kami salah, padahal jika akhirat yang lebih dahulu kami kejar, maka dunia akan mengikut saja. Tuhan, maaf kami salah fokus. Terlalu fokus pada yang ada. Lupa pada yang sudah ada. Padahal orang lain belum tentu ada. Sibuk mencari apa yang belum didapat. Mengabaikan apa yang telah didapat. Terlalu sibuk mencintai manusia, namun menduakan pada Sang Pemilik Cinta. Tuhan, maaf kami salah fokus. Waktu kami dihabiskan untuk kegiatan, janji, pertemuan, dan obrolan yang tak tentu arah. Kami lupa bahwa waktu kami selalu berkurang, terbatas, dan begitu singkat saja. Padahal waktu disediakan untuk selalu mengingat-Mu. Maafkan kami Tuhan, kami salah fokus. Jangan biarkan kami lupa bahwa hanya dengan taat kepada diri-Mu adalah satu-satunya sumber kekuatan yang kami punya. Sungguh, Engkaulah sebaik-baiknya pemberi maaf untuk kami yang benar-benar bertaubat. *SalmanSyuhada Pekanbaru, 24 Februari 2017. 08:12. #30dwcjilid4 #30dwc - hari ke 23. Edisi bayar hutang. #SelfReminder #bookwarrior










