sepi, bagiku, bukan hanya keadaan
tapi suara-suara kecil di kepala
yang bilang aku tidak cukup
tak penting
tak dicari
tapi aku masih di sini
karena mungkin, suatu hari nanti
aku bisa menjadi rumah
bagi diriku sendiri
seen from Brazil

seen from Brazil
seen from South Korea
seen from United States

seen from Brazil

seen from Brazil

seen from United States

seen from Vietnam

seen from Spain

seen from Brazil
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from Kyrgyzstan

seen from Türkiye

seen from Brazil

seen from Germany

seen from Indonesia
sepi, bagiku, bukan hanya keadaan
tapi suara-suara kecil di kepala
yang bilang aku tidak cukup
tak penting
tak dicari
tapi aku masih di sini
karena mungkin, suatu hari nanti
aku bisa menjadi rumah
bagi diriku sendiri
Aku tidak yakin lagi sekarang jika merindukanmu itu adalah sebuah perasaan atau kebiasaan yang tidak bisa lagi aku hentikan.
Aku hanya ingin kamu tahu, dari saat pertama kali kita mengenal satu sama lain. Aku selalu menikmati saat bersamamu, baik sebagai partner diskusi, saat mendukung satu sama lain di waktu-waktu yang sulit, atau hanya sekedar berbagi kabar terbaru.
Tapi ada satu hal yang ingin aku katakan padamu sebagai pribadi; aku mencintaimu sebagai seorang manusia. Aku ingin kamu selalu mengingat ini, mungkin selamanya, bahkan mungkin saat kamu tidak mengenalku lagi, saat kita tidak berbicara seperti biasanya, atau saat kamu benar-benar melupakanku.
Aku ingin kau tahu dan selalu ingat bahwa di sini ada seseorang yang mencintaimu sebagai manusia, sebagai pribadi yang baik, di waktu yang menyenangkan maupun di waktu yang sulit.
christmas doodles....
Tak apa retak sendirian, asal tak menumpang di dinding yang mudah runtuh.
merindukanmu adalah indahnya rasa, yang sukar kusembunyikan keresahannya
Rian Prasetia, @sekadar_coretan
Kadang (hanya terkadang), orang-orang di luar sana sungguh berisik.
Banyak pertanyaan - pertanyaan penuh selidik. Tidakkah aku butuh teman dalam melakukan perjalanan? Misalnya. Sebagian lagi mengatakan tidakkah aku lelah berjalan sendirian? Sebagian yang lain mengatakan alangkah menyenangkan saat berjalan beriringan, tidak perlu lagi merasa kesepian.
Sikap mereka hampir tidak ada beda, antara bertanya atau memaksa. Atau barangkali mereka hanya tidak tahu saja, bahwa sepi yang terlihat di luar sana, adalah bagian paling inti dimana aku bisa dengan leluasa berbicara pada bagian terdalam dari diri.
Tenang saja, aku sudah bersahabat dengan sepiku sejak lama. Jadi menyoal kesepian itu hanya tentang bagaimana cara menyikapi dan mengisi hari juga hati. Sesekali cobalah posisikan sepi sebagai suasana yang memang harus dinikmati. Hingga hilang asumsi bahwa sepi adalah derita, karena memang bukan sama sekali.
Coba saja tanya sama anak indie, bagaimana mengubah sepi menjadi nikmat? Dengan berteman musik klasik dan kopi hangat, misalnya. Tapi aku lebih memilih cokelat. Sambil tenggelam dalam sebuah buku meski tanpa alunan lagu. Sepi itu akan berubah menjadi nikmat.
Lalu tentang tidakkah aku lelah berjalan sendirian? Sekali waktu merasa lelah, tentu. Tapi, jika kita coba berpikir dengan menyertakan hati, sebenarnya tidak ada yang terlalu melelahkan jika kita paham arah dan tujuan. Karena InsyaAllah lelah itu nanti akan terbayarkan. Tentang lelah, sebagai manusia normal pasti pernah merasakan. Dan itu hal wajar.
Lagi pula, sebenarnya kita tidak pernah benar-benar sendiri sekalipun di posisi tidak berteman sama sekali, meskipun berada di posisi sepi paling sunyi. Jika kita senantiasa menyertakan Illahi Rabbi, di setiap helaan nafas dan setiap langkah kaki.
Hanya saja, barangkali kita hanya harus mengubah cara berpikir sedikit saja.
"Aku merasa bahagia saat merasakan lelah. Karena aku tidak pernah lelah merasa bahagia" misalnya.
Atau "barangkali pada beberapa hal kita hanya perlu bertahan seperti yang sudah-sudah. Sampai lelah itu lelah mengikuti kita".
Atau barangkali dengan segenap kesadaran lisan perlu mengatakan bahwa memang dunia adalah tempat berlelah, sebelum nanti Allaah berkata sudah. Saat perjalanan di bumi, telah sepenuhnya selesai. :)
Yogyakarta, 9 Juli 2024
Kesepian tidak ditentukan dari jumlah hubungan kita, tapi seberapa berkualitas hubungan kita dengan orang lain secara emosional.
Dikutip dari halaman 29 buku Sepi oleh Pijar Psikologi