Anak
Dahulu,
Di antara peralihan waktu
Banyak Anak berlari tak kenal kaku
Melengkapi daftar panjang hal yang seharusnya kita tahu
Tak ada yang berubah sejak dulu
Anak tetap manusia pemersatu
Bukan sebaliknya dianggap bak benalu
occasionally subtle

JVL
art blog(derogatory)
KIROKAZE

Kiana Khansmith

Kaledo Art
Peter Solarz
almost home
Keni

No title available
styofa doing anything
Alisa U Zemlji Chuda

★
i don't do bad sauce passes
Claire Keane
DEAR READER
NASA

titsay
Show & Tell
Today's Document

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Indonesia

seen from China

seen from Australia

seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from Ecuador
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Italy
seen from United States
@rinaldikhsan
Anak
Dahulu,
Di antara peralihan waktu
Banyak Anak berlari tak kenal kaku
Melengkapi daftar panjang hal yang seharusnya kita tahu
Tak ada yang berubah sejak dulu
Anak tetap manusia pemersatu
Bukan sebaliknya dianggap bak benalu
Pencarian Jiwa
Waktu tanpa terasa telah berlalu
Meninggalkan orang-orang yang meragu
Silih berganti berupaya menyentuh hatimu
Namun tak juga temukan apa yang benar kau mau
Mungkin dunia sedang menerka
Maksud baik siapa yang benar untuk mencinta
Bukan hanya perkara dia indah di mata saja
Dia yang terlanjur menyentuh inti terdalam jiwa yang sempat terluka
Ketika Hujan
Di antara kerumunan manusia
Terselip bait kata dan cita
Mengangkasa rindu tak kunjung sirna
Bermandikan awan gelap tanda hujan segera tiba
Bersatu menyambut karya cinta
Berhiaskan lampu-lampu yang enggan menjaga
Situasi
Seburuk-buruknya situasi
Adalah perkara sepi
Menggerogoti lemahnya hati
Jiwa raga duniawi
Lihat lah sisi baik nanti
Sepi berujar mewanti-wanti
Jaga diri
Jaga hati
Jaga hal-hal yg benar kau nanti
Tak ada jalan pulang kembali
Jadikan sepi teman sejati
Niscaya kau memahami
Sepi adalah situasi yang dinanti
Malaikat Kecil
Lahir dari cahaya penuh cinta
Terlukis aroma harum wangi surga
Mewariskan harapan juga masa depan
Meninggalkan perselisihan yang kerap ditimbulkan
Malaikat kecil,
Berharap tak cepat beranjak memanggil
Tetaplah jadi pemanggil terampil
Tengah malam pun serasa tak ingin berakhir
Titip Hati
Mungkin terlalu dini,
untuk mengatakan cinta ini.
Berharap cinta ini sejati.
Tapi terimakasih sudah sudi.
Hati-hati jaga hati,
jika sakit tak ada jalan untuk pulang kembali.
Titip hati ini, sekali lagi.
Ujar sepasang kekasih di muka kedai mini.
Di antara sekat-sekat
Berharap dunia ini aman dan nyaman.
Sama sulitnya dengan memastikan hatimu benar-benar tereka.
Sekat-sekat ingatan lalu membentang mengibarkan bendera jarak.
Membuat tembok tebal di hatimu yang penuh ragu itu.
Tak apa, tidak ada cara lain selain belajar menjadi ada.
Untuk kemudian mati dan hidup bahagia.
Janji Janji Imajinasi
Layar kaca hendak bersuara
Mengabarkan sebuah berita
Manusia hendak bersandiwara
Lalu terkenal bak seorang diva
Ada pula badut senayan hingga gedung gagah perkasa
Memoles elok paras hingga tutut katanya
Lagi lagi kita tau siapa mangsanya
Terbuai akan imajinasi dunia hidup di tanah surga
Resep Bahagia
Bahagia itu sederhana
Seirama dengan tawa dan derita
Meramu menjadi sebuah kehidupan penuh makna
Bermandikan cahaya langit biru rona
Ibarat sang Ara penuh kata
Keluarga menjadi hal utama
Hanya berhiaskan ‘ada’
Karena bahagia itu tentang kita
Cinta Tak Pernah Cukup
Cinta itu dirasakan
Hanya jika kamu beruntung dapat menemukan
Selebihnya merelakan
Tak apa, juga suatu kelebihan
Dewasa ini kita perlu banyak mengingat cinta
Sebuah hal yang dibutuhkan oleh dunia kita
Kata demi kata dibuat seketika
Mencipta dan mencinta
Roda-Roda di Margonda
Margonda di masa lalu
Besar dan hidup menjadi tak menentu
Berbaris gedung-gedung tak kenal malu
Hidup dari selembar kertas penuh tinta palsu
Alam meringis berganti tangis
Bermandikan aspal yang mulai mengikis
Roda-roda tak hentinya berbaris
Menambah derita kehidupan yang tragis
Kamus Hidup
Lelah itu wajar
Ketika warna biru langit perlahan memudar
Malam enggan menunggu bulan
Kemudian terlelap dan sukar diatur
Biarkan suara kereta itu menjadi teman tidur
Hilang sementara tak apa
Kembali kemudian berlipat ganda
Ibadah Garis Lucu
Ramai-ramai menjalankan ibadah penyempurna
Niat baik berharap dapat dicerna
Berlandaskan keyakinan hal utama
Kesampingkan ego dunia manusia
Ibadah bukan perkara siapa yang pertama
Pun juga tak pula hal yang dilomba
Siapa yang benar-benar Allah semata
Niscaya dunia dan surga dirasa
Saka sang pencipta
Empat mata satu cita
Larut dalam kenangan terlewatkan
Berbeda harap saling mengerdilkan
Bak sutradara sibuk membuat jalan ulang cerita
Ratusan orang berharap makna telah tercipta
Lupa akan makna tentang dua insan manusia tercipta
Mengawani sang saka mencari pencipta
Membina rasa bukan semata perkara cinta saja
Ketika Senja Mencipta
Pukul lima sore disangka
Senja menyambutnya dengan cinta
Perlahan tumbuh menjadi dewasa
Berharap jadi pribadi mengabdi
Siapapun namanya
Jadilah manusia sejati
Dengan cinta dan ambisi mengasihi
Teologi Maut
Mudah menyulut bak api terbalut
Merasa paling benar mencari tenar
Dunia seolah prioritas kedua
Lupa akan hidup dari sebuah negara tercinta
Kurang ajar memang
Jangan pernah biarkan hal bergairah
Lawan dengan argumentasi senyuman
Hidup dan mati
Manusia kadang lupa
Bahwa lemah adalah kata yang tak terpisah
Hidup dan mati seolah tak dimiliki oleh kita
Mengumbar benci penuh tipu daya
Berlagak seperti malaikat yang lupa
Moralitas tergadai
Berganti jadi idealisme penuh tanda titik dua