[DAY 8] Teman (?) Barang kali saya adalah satu-satunya orang di dunia ini yang tak pandai bersyukur tentang lingkaran pertemanan. Suatu ketika saya pernah merasakan tak punya siapa-siapa, termasuk sosok teman sekalipun. Saya pernah merasakan di suatu kondisi dimana saya dihakimi oleh teman saya sendiri. Saya berada di kondisi yang tak berani cerita ke siapapun. Sebab saat saya mulai bercerita, semua yang saya sampaikan, selalu dianggap salah. Sekalipun saya telah menyalahkan diri saya sendiri sebelum Ia menghakimi saya. Belum lama ini, saya pun sebenarnya mulai merasakan yang namanya "krisis pertemanan". Orang yang selama ini memeluk erat ternyata juga menusuk dengan kuat. Mereka tak peduli dengan apa yang saya rasakan. Yang mereka tahu: saya salah! Hingga saya tiba pada satu simpulan: mereka hanya ingin tahu, bukan peduli. Dan pada akhirnya, saya harus belajar, bagaimana cara untuk menjadi kuat meski seorang diri. Lagi-lagi, diri saya sendirilah yang bisa menjadi teman terbaik. Menjadi sebaik-baiknya penolong untuk segala situasi. Namun, Tuhan Maha Murah, Maha Membolak-balikkan Hati. Di saat saya tak percaya dengan lingkaran pertemanan saya, ternyata masih ada beberapa orang yang peduli. Meraih tangan saya, dan mengajak untuk segera beranjak. Selebihnya, saya mulai pasrah. Tuhan mengirim seseorang bukan tanpa alasan. Sekalipun orang itu hanya datang untuk menguji perasaan dan berlalu saat dirasa saya telah menjadi kuat. Itu hak mereka untuk tetap tinggal atau beranjak meninggalkan! Saya tak bisa memaksa seseorang untuk terus bersama saya, terus berteman dengan saya. . . . @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1708 #30hbc1801 #andbercerita #andberceritajanuari #andproject















