Jika kamu adalah mi instan, maka aku adalah nasi. Kamu yang sudah menimbun karbohidrat harusnya tak lagi membutuhkanku. Namun selayaknya manusia lain yang hidup di belahan dunia bernama Indonesia ini, kamu tetap memilihku untuk mendampingimu. Banyak orang beranggapan jika kita tak boleh disatukan. Mereka bilang kita berbahaya, bisa membuat orang kekenyangan, kelebihan berat badan atau bahkan semakin dekat dengan kematian. "Jangan dengarkan! Mereka berlebihan," katamu waktu itu. Dan aku hanya bisa terdiam. "Apapun kata orang tak perlu terlalu dipikirkan. Mereka terbiasa menilai dari satu sudut pandang tanpa tahu kalau kita sebenarnya bisa saling mengisi dan melengkapi." "Begitukah?" tanyaku masih ragu. "Yup!" jawabmu yakin, "Sudah, ya, nasiku. Besok kita ketemu lagi." Aku mengangguk pelan, "Boleh, asalkan besok tidak hujan." Karena jika hujan, daerah tempatku tinggal rawan banjir. Dan jika banjirnya parah, semua jadi susah. Semua warga terjebak, tak bisa kemana-mana atau melakukan apa-apa. Terpaksa menahan lapar sebelum bantuan datang. Ah, ya. Aku baru ingat. Mungkin saat seperti ini yang kamu maksudkan bahwa kita saling mengisi dan melengkapi. Bantuan bencana yang datang bukanlah nasi dan lauk-pauknya, melainkan... mi instan. Aku sadar, kamulah paket lengkap nan mudah penghilang lapar orang. Tidak sepertiku yang masih harus dipadukan dengan berbagai macam bahan, pun dihasilkan oleh proses panjang yang petani lakukan. Aku pantas merasa beruntung telah dipilih untuk tetap mendampingimu kalau begitu. Kamu yang dicipta mesin masih mau bersanding denganku yang diolah manusia. "Kamu ngomong apa, sih?" komentarmu ketika membaca tulisanku. "Yang makanan pokok itu 'kan kamu. Yang diurus petani selama ini juga kamu. Harusnya aku yang merasa beruntung bisa bersamamu." Iya, deh. Kita berdua merasa beruntung bisa saling melengkapi satu sama lain, karena aku lebih suka jadi petani daripada jadi mantan pacarmu. --- (a/n: #30hbcmengarang kemarin, ngga ada ide sama sekali yang mampir. Dan pagi ini, ide yang lewat semakin ngawur. Hihi.) @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1725 #fiksimini #writingprompt #writingchallenge