@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1814

seen from T1

seen from China
seen from T1

seen from T1
seen from United States

seen from Malaysia

seen from T1

seen from T1

seen from Albania
seen from T1
seen from T1
seen from T1

seen from T1

seen from T1
seen from United States

seen from Sweden

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Philippines
seen from Sweden
@30haribercerita #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1814
Yang terlewatkan. . Pernah merasa melewatkan sesuatu? Atau mungkin seseorang? Apa iya itu bener-benar terlewatkan? Atau mungkin sebenernya bukan terlewatkan, tapi itu memang sebuah pelajaran. Pelajaran untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pelajaran dalam proses pendewasaan. Dan waktu yang kita punya terlalu sempit untuk sebuah penyesalan. . Biarkan yang sudah lewat.. Lupakan yang belum menjadi hak... . Bukan..ini bukan tentang kesedihan. Hanya mau bayar hutang #30haribercerita yang kemarin tak sempat diceritakan. 😅 . #30haribercerita #30hbc1814 @30haribercerita
Yang terlewatkan. . Pernah merasa melewatkan sesuatu? Atau mungkin seseorang? Apa iya itu bener-benar terlewatkan? Atau mungkin sebenernya bukan terlewatkan, tapi itu memang sebuah pelajaran. Pelajaran untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pelajaran dalam proses pendewasaan. Dan waktu yang kita punya terlalu sempit untuk sebuah penyesalan. . Biarkan yang sudah lewat.. Lupakan yang belum menjadi hak... . Bukan..ini bukan tentang kesedihan. Hanya mau bayar hutang #30haribercerita yang kemarin tak sempat diceritakan. 😅 . #30haribercerita #30hbc1814 @30haribercerita
14 Januari 2018 Pernah di suatu ketika, gue tidak mampu untuk mengenali apa yang sedang gue rasakan. Apakah senang, sedih, murka, ataupun sedang biasa-biasa saja. Pun pernah di suatu waktu, gue juga tidak mampu mengenali emosi orang yang ada di hadapan gue. Apakah Ia sedang bergembira, sedang menyembunyikan sesuatu, atau sedang mengekspresikan reaksi genuine mereka. Di waktu itu, gue merasa menjadi robot yang rusak. Berhadapan dengan manusia termasuk diri sendiri terkadang melelahkan. Jadi mikir, nanti apa kabar berhadapan dengan kecerdasan buatan? Atau mikir lagi, di kehidupan selanjutnya yakin mau jadi manusia lagi? Mau jadi apa dong? Ahli Surga? Seketika terngiang lagu.... "Oh Tuhan, ku tak layak ke surgaMu, namun tak pula aku sanggup ke nerakaMu" Dah gitu aja. #30hbc1814 @30haribercerita #30haribercerita #channeling #my #nasyidsoul #laginggapunyaide #hehehe #introvertsidenote
Lilimon. . Puti sangat suka dengan Lilimon. Lilimon itu cantik, warnanya hijau dan pink. Sepatunya kuning dan senada dengan warna kelopak di tangannya. . Waktu kecil, Puti pernah berandai, jika Puti ingin dilahirkan kembali sebagai tanaman, Puti ingin menjadi Kaktus. Bukan karena Puti ingin sekuat kaktus yang bertahan di padang pasir, penuh duri sehingga susah diraih, menghasilkan buah naga penuh gizi, tapi karena Puti ingin berevolusi menjadi Lilimon. . Namanya juga anak kecil, impiannya indah, khayalannya tinggi, oh wedding dress kabulkan lah. (*salah tema). . Puti memang dibilang aneh oleh teman-teman, Puti lebih menyukai pemeran yang tidak begitu populer dalam suatu cerita. Di serial Sailormoon, Puti lebih suka Sailor Jupiter dan Venus, di serial Pokemon, Puti lebih senang dengan Blossom dibanding Pikachu, begitu juga Power Rangers, puti lebih memilih Ranger Kuning dibandingkan Pink. . Sampai sekarangpun begitu, saat menonton film, Puti lebih menyukai para pemeran pembantu dibandingkan pemeran utama. Beda lah sama kak Raisa yang dibikin galau berkepanjangan sama Pemeran Utama. . Lilimon itu kuat kok, meski tak seheboh kekuatan Digimon yang lain. Puti menyayangi dan ingin menjadi Lilimon, sebab Puti tahu jika seseorang sangat menyukai suatu film, group musik atau klub sepakbola, mereka pasti akan mengidolakan sosok yang tidak mainstream. Misalnya, jika kalian Fans JKT48 yang the real vvota, pasti kalian tidak mau menjawab Melody atau Nabila sebagai Oshi favorit. Begitu juga dengan pemain sepakbola, pasti tidak akan menjawab CR7 atau Messy sebagai panutan. Pasti akan memilih orang yang tidak begitu populer tapi kita tahu bakatnya tidak kalah dibandingkan para "supernova" di bidangnya. . Perkara hati juga seperti itu, Puti tak ingin menjadi sosok yang supernova. Segini aja cukup, ndak perlu banyak. *bersambung . Terima kasih kak @penjelajah_rempah dengan pertanyaan lucunya "jika kalian jadi tanaman, tanaman apa yang kalian mau dan kenapa". #30haribercerita #30hbc18 #30hbc1814 #puti
. Sekembalinya aku dari Indramayu, aku langsung ke kuburan untuk bertemu Si Endra dan Jono. Tapi karena aku sampai pukul 15.00, aku mampir dulu ke pasar beringharjo buat beli bunga kesukaan Si Endra dan Jono. . Malam sudah akan datang, aku bersiap-siap ke kuburan. Tak lupa aku bawa bunga untuk Si Endra dan Jono. Sesampainya di kuburan, aku lihat Jono sedang usap-usap punggung Si Endra yang tak lagi rata. . "Mas Si En Kenapa Mas Jon?" Tanyaku ke Jono. "Dia panik, peletnya manjur. Dia diajak ketemuan sama Katemi Gombel di kuburan real estate." Jawab Jono. . "Kok panik? Gak punya modal po?" Tanyaku lagi. "Gak gitu Yog. Masalahnya dia ngajaknya dadakan. Waktunya tinggal satu jam lagi nih." Jawab Si Endra panik. . "Tuh Yoga bawa bunga. Kamu kan kreatif cong, hias aja bunganya." Jono memberi saran. "Bener juga kamu Wo. Sini Yog bunganya." Langsung diambilnya bunga yang kubawa dengan kaki lihainya. . Diambilnya pernak-pernik dari bawah nisan kuburannya. Mulailah Si Endra menghias bunga-bunga yang kubawa dengan tulang jari kaki ayam dan tangan kera koleksinya. . "Selesai." Teriak Si Endra kegirangan. . Langsung dia dandan yang menjadikan penampilannya sama saja. "Doakan aku yah Wo, Yog." Bilang Si endra. Aku dan Jono cuma ngangguk. . Si Endra sudah jauh. Aku dan Jono segera menyusulnya. Sampai di kuburan real estate, aku dan Jono mencari spot enak buat ngintip. Aku perhatikan kuburan milik Katemi berada di sebuah bukit kecil dan kuburannya sangat luas dan besar. . Tidak sampai 5 menit Katemi muncul dengan gaun putih bergliternya. Si Endra langsung mendekat, "Kat, hiasan bunga ini buat kamu." Hiasan bunga itu Katemi ambil dari sela kain kafan Si Endra. "Bagus Cong. Buat sendiri?" Tanya Katemi. "Iya dong!" Jawab Si Endra dengan kemantalan jiwa. . Duduk lah mereka dipinggir kuburan. Kepala Katemi disandarkan pada bahu Si Endra yang beraroma kamboja. Malam semakin larut dan gelap, mereka menikmati sepi dengan memutar lagu Kelam Malam. Nada yang mencekam bercampur liriknya yang indah. . "Kapan aku dan Lusi kayak mereka?" Jono berlinang air mata. . @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1814 #30HBC18
(14/30) NG.O.D.E . Kamu pernah ngode gak? Ya sesederhana "ehem ehem" cengcengin temen tanda "eh ada si itu tuh bawain siomay" Sampai kode-kode sederhana namun dibuat rumit, "Pak udah lama gak liat jalan tol nih" padahal artinya "Pak jalan-jalan yuk!". Kalau gak berhasil diterjemahkan, muncul alert error "Kamu kok gak pengertian?" . Ngode itu saat kita mencoba menyampaikan informasi yang sulit disampaikan secara to-the-point sehingga harus dimanipulasi agar tetap tersampaikan dan memang jalannya lebih rumit serta butuh waktu untuk mempelajarinya. Kadang analogi sederhana membuat otak kita terbiasa memecahkan kode-kode tersebut. . Jadi tukang ngode itu, ya tukang manipulasi. *Lho? . @30haribercerita #30hbc1814 #30hbc
Beberapa pekan sebelum tanggal 14 ini, hari-hari di Samarinda terasa seperti sedang liburan. Keluarga yang jauh dan merantau, semua kumpul disini. Karena sedang berkumpul semua, maka hari-hari diisi kebanyakan dengan jalan-jalan.
Tetapi mulai hari ini, semua kembali ke tempat perantauan. Dan Samarinda kembali menjadi hari-hari seperti biasa sebelumnya.
Oke, sekarang saatnya back to real life. Selesaikan apa yang belum selesai, sapa kembali apa yang kemarin-kemarin belum sempat disapa ~