29 Januari 2026
Tidak semua kabar baik langsung terasa menyenangkan. Ada kabar yang datang bersamaan dengan rasa ragu, pikiran yang bercabang, dan pertanyaan yang pelan-pelan mengendap di kepala. Begitu juga yang saya rasakan saat proses penyerahan SK penempatan kerja dulu. Di satu sisi ada syukur, di sisi lain ada kegamangan yang sulit diabaikan.
Salah satu hal yang paling berat untuk diterima saat itu adalah jarak. Penempatan kerja berada cukup jauh dari rumah, dan jarak bukan hanya soal kilometer, tetapi juga tentang energi, waktu, dan kesiapan mental untuk menjalaninya setiap hari.
Namun saya dinasehati agar mencoba menjalani dulu, sembari mencari apa sebenarnya yang sedang Allah siapkan di tempat ini. Bertahan sambil membuka mata dan hati.
Pelan-pelan, jawabannya datang lewat pengalaman sehari-hari. Lingkungan kerja yang saya temui ternyata melebihi ekspektasi saya. Orang-orangnya hangat, saling menghargai, dan tidak memaksa saya menjadi versi lain dari diri saya. Saya merasa diterima apa adanya, tanpa harus menyesuaikan diri secara berlebihan.
Dari situ saya mulai menyadari bahwa Allah tidak sekadar menempatkan saya di sebuah lokasi, tetapi di lingkungan yang sesuai dengan karakter saya. Banyak hal yang selama ini saya harapkan dari tempat kerja justru saya temukan di sini, di tempat yang dulu hampir saya tolak.
Memang yaah tidak semua takdir perlu langsung dipahami di awal. Ada kebaikan yang memang menunggu untuk ditemui, bukan ditebak dari kejauhan.
Tidak terasa sudah hampir delapan bulan saya berdamai dengan jarak rumah dan tempat kerja yang jauh dan memilih untuk bolak balik setiap hari. Lama-lama jadi berasa dekat juga, siih meski tetap kerasa juga capek karena duduk lama di mobil hehe.. Alhamdulillah
Bulan depan insya Allah, Allah menakdirkan saya untuk bisa mendapatkan nota dinas bekerja di tempat kerja yang dekat sekali dari rumah. Hanya lima belas menit jaraknya dari rumah. Alhamdulillah. Cara kerja Allah selalu bikin geleng-geleng tidak menyangka. Ada saja jalannya. Nanti saya cerita di hari berikutnya, yaa.
















