sepohon kayu daunnya rimbun
lebat bunganya serta buahnya
walaupun hidup seribu tahun bila tak sembahyang apa gunanya 2x
dst...........
Lirik lagu tersebut sering saya dengar sejak kecil. Dan kini baru saya ketahui kalau itu merupakan ciptaan Alharhum Ust Jefry Al Buchori. Ummilah yang mengenalkan lagu tersebut kepada kami. Tiap dini hari saat ummi membangunkan kami dan kami belum bangun maka ia memilih bernyanyi, hingga kami bisa menebak kapan waktunya ummi akan bernyanyi. Padahal saya tidak hafal lirik nya secara keseluruhan.
Jika awalnya ummi sering dengungkan tiap subuh khususnya membangunkan kakak maka seiring berjalannya waktu setiap waktu sholat dan kami masih santai mengerjakan aktivitas lain maka secara otomatis backsound itu terdengar seisi rumah dengan penekanan kepada kalimat “walaupun hidup seribu tahun bila tak sembahyang apa gunanya”. Ummi lebih memilih bernyanyi dibandingka dengan mengeluarkan emosinya. Awal-awal kami biasa mendengar ummi marah, namun hadirnya lirik lagu itu menekan pengeluaran emosi ummi dan ternyata lebih berefek juga ke kami.
Hingga sampai saat ini ketika berkumpul di rumah dan waktu sholat tiba, kakak akan bercanda lalu melirik ke ibu berkata “yuk sholat sebelum ummi berdendang”..
Yogyakarta, Januari 20 th 2021
















