Guru Matematika Favorit Bagi sebagian siswa, pelajaran Matematika itu sulit. Teringat keluhan teman-teman sekolah dulu yang pusing saat mengerjakan soal. Bagiku bisa sulit bisa mudah. Tergantung bagaimana dan siapa guru yang mengajarkannya. Waktu masih duduk di bangku STM beberapa tahun lalu, beruntung kelasku mendapatkan guru yang cukup sabar. Aku masih ingat, namanya Bu Anita. Ia masih muda, kuperkirakan usianya 28 tahun. Tapi soal kedewasaan, menyamai ibu-ibu usia 35 tahun yang keibuan. Bu Anita ini guru STM Muhammadiya. Ia berkerudung, kulitnya putih terlihat dari wajah dan telapak tangannya. Kalau sedang menerangkan di depan kelas, ia sesekali meninggikan suaranya, biar yang belakang memperhatikan. Dan tak jarang suaranya menjadi sedikit cempreng. Bu Anita mampu menyederhanakan soal rumit menjadi mudah. Ia seperti sedang membimbing murid-muridnya memecahkan teka-teki. Mengasyikan! Kalau kamu ingin tahu bagaimana cara ia mengajar, perhatikan saja Bu Guru TK atau Playgroup di sekitar tempat tinggalmu. Kurang lebih seperti itu. Murid-murid yang bandel pun akan luluh ketika diajar Bu Anita. Wkwkw Bu Anita manusia biasa, juga bisa ngambek. Hal itu terjadi saat murid-muridnya susah diatur. Tapi, tetap saja ngambeknya dewasa. Tidak lantas pergi begitu saja atau marah-marah. Ia justru mengutarakan kekesalannya pada murid-muridnya. Hehe Ya. Bu Anita memang guru cerdas. Ia tahu bagaimana memperlakukan anak-anak STM, yang sebagian besar muridnya laki-laki. Keterampilannya mengajar seolah bakat dari lahir. Ia terlihat enjoy menjalani profesinya sebagai guru. Berkesan pernah diajar Matematika oleh beliau. Bu Anita, apa kabar ya? Ilustrasi by: japantimes.co.jp @30haribercerita #30haribercerita #30hbc08 #30hbcSMA











