ᴛᴀᴋᴅɪʀ-ᴍᴜ ᴅᴀɴ ᴘʀᴏꜱᴇꜱᴋᴜ ᴍᴇɴᴇʀɪᴍᴀ (4) Ada rasa lega ketika izin seorang malaikat berwujud wanita yang melahirkanku sudah kukantongi. Seketika, langkah ini menjadi begitu ringan, meskipun masa depan, yaitu berstatus menikah, belum pasti ada di genggaman tangan. Sebersit keraguan muncul di hati, tapi kali ini aku sadar kalau ini erat hubungannya dengan ego diri. Erat hubungannya dengan rida manusia. Apa kata manusia di luar sana jika tahu aku yang belum menikah, begitu lama menanti jodoh, eh malah menikah dengan duda beranak dua. Sebulan sudah taaruf dengan Khalid kujalani, semenjak mendapat izin dari ibu, seketika itu pula aku menghubungi Hannah untuk menyetujui tawarannya. Saat ini bagian yang cukup sulit harus kuhadapi. Bagian untuk melawan hawa nafsuku sendiri untuk tak jatuh hati sebelum waktunya. Aku hanya seorang wanita biasa yang hidup di zaman akhir. Wanita yang baru saja berhijrah, dengan segenap usaha dan segenap harap akan rahmat-Nya, Ia jadikan langkah ini teguh di jalan ketaatan. Sebulan mengenal sosok istimewa, seperti Khalid membuatku sulit untuk menahan diri untuk tidak jatuh hati padanya. Status duda yang di awal menjadi pertimbanganku menerima dirinya, kini seperti bukan lagi hal yang kupertimbangkan. Padahal baru sekali bertemu dan mengenal dirinya dan dua putri kecilnya melalui CV taaruf, namun sungguh sosoknya adalah sosok seorang imam yang selama ini kunanti. Sosok yang secara kepahaman akan ilmu agama begitu baik, sosok yang apa adanya. Padahal untuk seorang pemimpin sebuah perusahaan, ia dapat berpenampilan lebih. Namun ia memilih hidup sederhana, sebagaimana contoh teladan utamanya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Astaghfirullah. Jangan jadikan hati ini sibuk dengan dia yang belum halal, ya Allah. #30DWCjilid21day22 #30JHSday22 #tulisanumma #jodohhalal #nikah #nikahasik (at Malang) https://www.instagram.com/p/B6zEO-dnF4w/?igshid=1ouw451a47cki












