#geslaagd geef een memorabel shirt of polo kado. Diverse kleuren en maten beschikbaar. #examen #diploma #4juni #mbo #havo #vwo #atheneum #proficiat https://www.instagram.com/p/CAQlIJAFGLy/?igshid=14o98tsxgf70j

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Australia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from France
#geslaagd geef een memorabel shirt of polo kado. Diverse kleuren en maten beschikbaar. #examen #diploma #4juni #mbo #havo #vwo #atheneum #proficiat https://www.instagram.com/p/CAQlIJAFGLy/?igshid=14o98tsxgf70j
Dream as you'll live forever, live as if you'll die tomorrow ✨ . . . #bijzus #wijsheid #quote #4juni #dream #live #tomorrow #forever #harrypottercastle #makedreamscometrue #wisdom #joy #memories #blogger #discoverunder1k #miniblog (bij Warner Bros. Studio Tour London) https://www.instagram.com/p/ByTYMJBoL0I/?igshid=1d54gj9luqmwu
🥀 Senin, Empat Juni.
Hari itu ..
Letih sudah raga ini
Menuruti tingkah konyol mu
Ku pacu kendaraan ku
Menemanimu tanpa henti
Kita membelah dunia,
Membelah kelam bersama roda dua
Melaju membasuh seluruh tubuh kita berdua
Menjelajah waktu hingga senja menyapa
di sudut ruang kosong
Kita duduk berdua
Kita dua insan yg sedang berbicara tanpa berkata
Seakan udara meresapkan segenap pesona, dan
cuaca mengekalkan geliat senyum di mata mu
Radar mu seakan menarik ku
Menarik kedalam relung sukma
Sungguh tak kuasa diri ini
Sungguh lemah di hadap mu
Tubuh ini seakan mematung
Menatap mata lugumu
Ingin ku menyelam kedalam matamu
Tenggelam dalam arus tenang jiwa mu
Ah, Senja...
Gelombang mu sangat tenang
Sedang aku terlalu risau
Menebak nebak relung hati mu
Aku terjebak dalam jiwamu
Hatimu seakan labirin
yg membuat diri ini
tersesat kedalam pesona indah mu
Aura mu memancarkan keindahan
Seakan mengajak bayangku masuk ke dalam aura indah mu
Akankah hanya bayangku?
Dan rindu ku kian bergemuruh
bagaikan penghujan
Senja, salah kah diri ini yg telah
memasuki gelombang tenang mu?
Aku tak tahu kemana arus ku mengalir..
Dalam ruang kosong ini
Ku ingin menyapa hati mu
Memasuki jiwa mu
Aroma tubuh mu menusuk ku lemah
Hingga aku lemah dibuat nya
Aku lemah menatap mata indah mu
Dan aku terlarut kedalam hangat tatap mata mu
Dan dalam rindu ini,
Ku beranikan diri mengecup kening mu
Menyentuh kening mu dengan lembut
Ku sentuh bibirmu
Menyentuh bibir mu dengan hangat
Hingga kau terpejam dalam alunan rindu ku
Kedua tangan melingkar, memeluk erat mendekap tubuh.
Kecupan memerahkan hati,
peluk menggelorakan
seluruh gairah
Seakan utuh, luruh membasuh rindu
Membasuh kesepian yang terus menyergap
Abadi di dalam relung hati
Hingga diri ini terlupa
Sedang dimana aku berpijar
Apa yang salah dengan rasa ini
Maafkan diri ku yg membuat air mata mu jatuh
Ingatlah senja, tak perlu terluka karena ucap ku
Karena hati ku selalu milikmu
Sedang aku, tak perlu memilikimu
Berlabuh lah sesuka hati mu
🥀 My Fourth, June
Aku ingin bercerita tentang suatu waktu
Dimana bahagiaku ada kamu didalamnya
Seharian itu aku memang egois
Memintamu menjemputku di tempat yang begitu jauh jaraknya
Aku pikir kamu tidak mau melakukannya
Tapi ternyata kamu menjemputku dengan sukacita
Terima kasih, Jingga!
Sudah membawaku larut bersama langit sore
Berpadu mengiringi senja ke tempat peraduannya
Menikmati indahnya guratan senja di langit biru
Aku bahagia berada diatas motor itu bersamamu!
Walaupun berulang kali kau tanya aku lelah, tapi nyatanya aku tidak
Hei jika kau tahu..
Aku ingin memelukmu
Kau begitu sabarnya memperlakukanku
Hingga malam tiba,
Kau tetap membuatku bahagia
Walaupun dengan goresan sedih didalamnya
Jingga..
Gejolak cinta dan rindu yang kau ciptakan ini
Tak pernah berhenti mengalir dalam diri
Saat diriku bertanya tentang perasaanmu,
Kau menarikku dalam pelukan
dan lagi-lagi kita berhasil tenggelam
Dalam balutan yang menenangkan
Aku bisa merasakan denyut nadimu
Aku ingin mengalir bersama pusara waktu
Didalam dirimu
Beristirahat dan menetap disana
Suatu tempat yang tak pernah sirna
Aku merasa aman bersamamu
Ingin rasanya aku menemanimu hingga ujung waktu
Tapi kemudian kau berbicara tentang kepergianmu
Demi kebaikan bersama,
katamu.
Kau bilang suatu saat akan menghilang
Saat waktunya telah datang
atau bisa saja aku yang mengharuskan
Tapi percayalah,
Aku tak pernah ingin kau benar-benar menghilang
Jingga,
Pembicaraanmu tentang hilang waktu itu,
Merasuk jauh dalam relung hati
Bagaimana jika kau benar-benar akan hilang?
Siapa yang akan menemaniku disini?
Semesta ku akan sirna,
Melebur bersama putaran waktu yang fana
kemudian pikiran burukku akan menjadi nyata
Jingga,
Mengapa kau tawarkan aku yang akan memintamu hilang?
Padahal kau tau, aku tak benar-benar ingin kau pergi
Jangan meninggalkanku sendiri,
Aku tak sanggup menjelajahi dunia ini dalam sepi
Ah, kau pun telah berjanji
Tapi mengapa aku masih gusar hati..
Tanpa kusadari aku meneteskan air mata waktu itu
Lalu kau menghapusnya,
dan berusaha menghiburku
Berharap pembicaraanmu tentang pergi tak pernah menjadi nyata
kemudian kita berpelukan lagi untuk waktu yang lama
Ah pelukanmu memang menenangkan
Seperti ku dapati sebuah harapan disana
Setelah kau melepaskan peluk eratku,
Kau bertanya padaku,
Sebuah pertanyaan yang sulit kujawab, pada waktu itu
“Aku ingin menciummu” katamu..
Saat aku berpikir untuk mengatakannya
Kau mendaratkan sebuah ciuman di bibirku
Menyampaikan sebuah rasa yang tak terjelaskan
Bibir kita saling terpaut
Hingga tak sadar malam semakin larut
dan kita belum juga pulang merunut
“Kau jadi punya bahan untuk puisimu”
Lalu kau menarikku,
Menciumku dengan tanpa ragu
Dan selanjutnya aku tak ingin meneruskan
Jingga,
Aku tenggelam bersama detik waktu itu
Segala ragu dan gelisahku lenyap dalam sekejap
Saat kau menarikku mendekap
pun denganmu aku tak ingin bersekat
Malam itu terasa sangat cepat berlalu
Ingin rasanya aku membawamu terbang
Bersama harapan yang selama ini melintang
Melewati batasan ruang waktu yang menggelisahkan
Aku dan dirimu,
Ada untuk menghadapi takdir alam
Sejak malam itu, aku tahu..
Yang kumau hanya dirimu,
Tenggelam bersamaku dalam panggung kehidupan