L.E.O = Love Endless? no, its Over.
Di satu hari Minggu itu, aku menyaksikan langit sedang menangis. Ia tampak... menyedihkan. Langit berteriak melalui guntur; sangat memekikkan telinga...
Ternyata,
aku juga demikian menyedihkan.
Di satu hari Minggu itu, aku menerima undangan pernikahan darimu, seseorang yang tidak pernah aku ceritakan dalam tulisanku. Aku tidak menceritakanmu karena menurutku, aku sudah bisa melupakanmu. Memang, nyatanya aku sudah tidak bisa mengingat dengan baik bagaimana rupamu, bagaimana suaramu. Namun... rupanya ada satu bagian darimu yang masih tertinggal di hatiku dan —oh shit, aku mengingatnya dengan jelas. Kenanganmu masih ada disana, jauh didasar lubuk hatiku. Bagaimana mungkin kenangan yang seharusnya terhapuskan oleh waktu, malah terekam dengan jelas di ingatanku?
Berbahagialah, bersama pelabuhan barumu.
Doaku menyertaimu.











