Dan kamupun adalah yang kesekian, yang tidak akan pernah bisa aku gapai.
Ada perasaan yang membuncah didalam kepalaku. Waktu itu aku ingat betul, bahwa kamu adalah penyebabnya. Aku memang telah mengenalmu jauh sebelum kejadian dihari itu. Tapi, saat itu aku bahkan tidak melihat kearahmu.
Hingga hari itu datang....
Sebenarnya, aku tidak tahu apakah ini takdir atau hanya sebuah kebetulan. Aku tidak tahu kalau kamu ada disana, yang sepersekian detik kemudian berhasil menghancurkan dinding pertahananku akan cinta dan tetebengeknya.
Manalah kutahu datang hari ini Hari dimanaku melihat dia Yang tak aku bidik, yang tak aku cari Duga benih patah hati lagi~ Itulah lagu yang kemudian terlintas dikepalaku ketika melihatmu.
Dengan tubuhmu yang tinggi itu, aku yakin pasti sudah banyak wanita lain sepertiku yang jatuh hati saat melihatmu. Dan kamu pun akan menganggapku sama seperti mereka, penggemarmu yang kemudian hari akan berhenti memperbincangkanmu, lalu melupakanmu.
Tidak, aku tidak seperti itu.
Hari-hari berlalu, minggu-minggu terlewati, dan kamu masih berlari dipikiranku.
Apa yang terjadi? Mengapa aku tidak bisa melupakanmu? Padahal aku tahu betul, bahwa kamu adalah yang kesekian, yang tidak akan pernah bisa aku gapai.














