[baca bagian sebelumnya: Surat Al-Fiil Bagian 1]
Jadi sekarang kita masuk ke "alam yaj'al kaydahum fii tadhliil". "Alam" yang kedua. "Alam" yang pertama adalah "alam taro kayfa fa'ala robbuka biashhaabil fiil". Yang kedua adalah "alam yaj'al kaydahum fii tadhliil". Terjemahan umumnya adalah "tidakkah Dia menjadikan rencana mereka sia-sia?". Ini adalah terjemahan harfiahnya. Atau ada juga "Tidakkah Dia jadikan rencana mereka itu gagal, atau tidak berarti apa-apa".
Pertama mari kita perhatikan kata "alam". Kata ini disebutkan lagi disini. Jadi pertanyaan pertama adalah "alam". Dan pertanyaan kedua adalah "alam". Dan disini, tujuannya adalah... by the way, hanya ada dua "alam" di surah ini, tidak ada yang ketiga. Dan kata ini hanya satu-satunya yang menggunakan present tense. "Taroo" (ayat 1) dan "yaj'al" (ayat 2). Lalu akan ada "arsala" setelah ini, ya kan? Dan juga "ja'ala" setelah ini. Jadi ada perubahan bahasa disini.
Sekarang, saya sudah katakan bahwa ketika present tense digunakan, itu berarti ada keberlangsungan. Ada keberlangsungan. Dan kalau kau melihat dari segi bahasanya, Allah mengambil rencana mereka dan menjadikannya sia-sia. Ini bukan yang Allah SWT lakukan hanya untuk mereka. Tapi siapapun yang mempunyai makar terhadap agama Allah SWT. Allah SWT akan melakukan ini lagi dan lagi, sehingga menjadi bukti penggunaan present tense dari kata "yaj'al". Meskipun kadang terjemahannya muncul dalam bentuk ipast tense. Kata penghubungnya menggunakan present tense, menggunakan fi'il mudhari. Itu yang pertama.
Dan penggunaan kata "ja'ala", bukan "fa'ala". Ketika di ayat pertama, Allah SWT berkata "kayfa fa'ala" sedangkan disini digunakan "alam yaj'al", bukan "alam yaf'al". Kata yang digunakan berbeda. Apa manfaatnya ini?
"Ja'ala" digunakan untuk sesuatu yang sudah ada dan mengubahnya menjadi bentuk yang lain. Apa yang dimaksud kata itu adalah Allah SWT membiarkan mereka menjalankan rencananya. Biarkan mereka mengeksekusinya, merencanakannya berbulan-bulan, dan mengumpulkan dana dan pasukan dan melakukan latihan dan membuat rencana perjalanannya. Allah SWT biarkan mereka jalankan semuanya dan pada akhirnya Allah menghancurkannya. Pada akhirnya, Allah SWT akan mengubahnya, Allah SWT jadikan berbeda dari apa yang mereka rencanakan.
Dengan kata lain, Allah SWT tidak menggagalkan rencananya sejak awal. Dia bisa saja menggagalkannya ketika tahap mengumpulkan pasukan. Atau pada saat mengumpulkan dana, atau dalam perjalanan. Atau tidak membuatnya bertemu Abu Righal yang menjadi penunjuk jalannya. Kalau mereka tidak bertemu dengannya, mereka tidak akan sampai ke Mekah jika Allah SWT mau.
Tapi Allah SWT biarkan mereka mengira bahwa rencana mereka berjalan mulus. Tapi dia ubah rencana itu dan pada akhirnya menghancurkannya. Itulah yang dimaksud dengan "ja'ala" disini, atau "alam yaj'al". Dengan kata lain, Allah SWT berkata, "biarkan saja mereka menjalankan rencananya". Pada dasarnya Allah SWT hanya mempermainkan mereka. Kemudian Allah SWT memainkan benangNya atas mereka (seperti boneka, red.)
By the way, saya tidak tau apa saya sudah pernah memberikan ini sebelumnya. Tapi ini perbandingan yang cukup menarik. Guru saya, Dr. Samee yang memberikannya kepada saya. Jadi beliau berkata, Kau tau, seseorang yang memberontak, apa yang Allah SWT lakukan terhadap mereka adalah Dia biarkan mereka pergi, bebas. Dan mereka akan berpikir bahwa mereka tidak punya masalah. Mereka bisa menghindar dari apapun.
Dan bandingkan itu dengan seekor anjing liar, yang menggonggong dan suka menggigitmu. Jadi kau ikat mereka, ya kan? Jadi kau ikat mereka dengan tali sepanjang satu kaki sehingga mereka tidak bisa banyak bergerak. Tapi kalau kau benar-benar ingin menghukum anjing ini, bawa mereka ke lapangan terbuka, dan ikat dengan tali sepanjang 400 kaki. Karena kalau kau ikat mereka dengan tali sepanjang 400 kaki, kau tau apa yang akan terjadi? Mereka akan berpikir bahwa mereka bebas, dan mereka akan berlari dengan kecepatan penuh. Ketika talinya hanya 1 kaki, mereka tidak bisa berbuat banyak. Tapi ketika mereka berlari dengan kecepatan penuh dan mencapai 400 kaki, apa yang akan terjadi? Kau liat dia akan tersentak, ya kan? dia akan tercekik, dan rasanya jauh lebih sakit daripada cuma tali 1 kaki.
Si anjing berpikir dia bebas, tapi sebenarnya itu jauh lebih buruk untuk mereka. "wayamudduuhum fii tughyaanihim ya'mahuun" (Al-Baqarah: 15). Allah SWT perpanjang pemberontakan mereka, biarkan mereka menjadi buta karenanya. Jadi Allah SWT membiarkan mereka berjalan hingga ke Mekah. Dia bisa saja menghancurkan mereka jauh sebelum itu. Tapi Dia biarkan mereka menjalankan rencananya. Biarkan mereka bermain, biarkan mereka menggali lubangnya sendiri. Itu hanya akan menjadikan hukuman yang lebih pedih untuk mereka. Bukan hanya mereka itu musyrik, mereka juga telah bertindak kriminal kepada Allah SWT.
Oke, kemudian "wa arsala 'alaihim thoiron abaabiil"...