There is ANT between TD and SCOT
Actor-Network Theory (ANT) does not typically attempt to explain why a network exists; it is more interested in the infrastructure of actor-networks, how they are formed, how they can fall apart, etc.
Actor-Network Theory incorporates what is known as a principle of generalized symmetry; that is, what is human and non-human (e.g. artifacts, organization structures) should be integrated into the same conceptual framework and assigned equal amounts of agency. In this way, one gains a detailed description of the concrete mechanisms at work that hold the network together, while allowing an impartial treatment of the actors.
(Sumber : https://www.learning-theories.com/actor-network-theory-ant.html)
Jadi, ANT merupakan pandangan yang ada diantara dua kubu teknologi yaitu TD dan SCOT. ANT menggabungkan apa yang dikenal dengan simetri umum yaitu unsur manusia dan non manusia yang bersifat saling melengkapi.
Sebagai contohnya, ketika seseorang mengendarai mobil. Mobil akan berjalan dengan bantuan mesin, juga bensin. Untuk menambah kenyamanan, biasanya digunakan pula AC sebagai pendingin mobil. Selain itu, mobil juga tidak bisa berjalan jika terdapat satu saja bagian dari mesin yang mengalami kerusakan. Hal ini dikarenakan terdapat hubungan antara mobil dengan si pengendaranya. Pengendara tidak bisa menyetir jika tidak ada mobil dan begitu pula mobil juga tidak bisa berjalan tanpa ada yang mengendalikannya. Elemen-elemen tersebut sangat berkaitan satu dengan yang lainnya. Begitulah sifat dari ANT sebagai ‘jalan tengah’ antara TD dan SCOT. Baik teknologi dan manusia punya peranan yang sama pentingnya. Manusia tetap butuh teknologi dan pada saat yang sama, teknologi perlu manusia untuk bisa mempunyai arti. Keduanya adalah actor dalam sebuah network yang masing-masing punya tingkat kepentingan yang sama.