ORANG INDONESIA SUKA MENGGENERALISASI
Begitu banyak fenomena yang dapat dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyaknya fenomana tersebut seringkali mendorong kita secara psikologis berkeinginan untuk memilih dan memilah suatu hal kedalam suatu kategori agar kemudian dapat dengan mudah kita ingat dan maknai.
Untuk memberikan gambaran kita bahas fenomena yang sedang panas-panasnya atau ‘fresh from the oven’ di awal tahun atau setidaknya di sepertiga tahun 2019 ini yang merupakan pesta demokrasi rakyat Indonesia. Ya, pemilihan umum serentak baik Pileg maupun Pilpres. Misalnya, ada yang mengkritik keras pemerintah kemudian digeneralisasi menjadi pendukung oposisi. Sebaliknya, ada yang memuji kinerja pemerintah kemudian digeneralisasi menjadi pendukung petahana. Generalisasi yang lebih ekstrim lagi, fenomena foto dengan gestur jempol atau satu jari diasosiasikan dengan pendukung petahana dan foto dengan gestur peace atau dua jari diasosiasikan dengan pendukung oposisi.
Sebenarnya banyak fenomena dalam keseharian yang dapat bahas. Seperti generalisasi satire yang dilabeli bagi cowok yaitu, ‘cowok ya kalau gak homo berarti brengsek’, atau generalisasi yang dilabeli bagi cewek seperti untuk dia yang easy going di labeli murahan dan untuk dia yang cuek di labeli so jual mahal, misalnya. Come on, open your mind! (*ini yang cewek tidak perlu ngangguk-ngangguk sporadis begitu membacanya, yang cowok juga tidak perlu sibuk mencari pembenaran begitu) | [intermezzo].
Well, apakah kalian semua bisa relate dengan hal tersebut? Atau kalian salah satu pelaku atau korban generalisasinya? Ya, begitulah potret yang sering dijumpai dalam keseharian di berbagai platform. Menarik satu atau beberapa fenomena dan mengkategorikan fenomena tersebut menjadi suatu kesimpulan umum atau menggeneralisasi tanpa melalui suatu metode ilmiah dalam prosesnya.
Tapi, kalian sadar gak sih? Sebenarnya tulisan yang sekarang sedang kalian baca inipun ternyata adalah salah satunya. Ya, menggeneralisasi bahwa ‘orang Indonesia suka menggeneralisasi’.
Begini sedikit dijustifikasi, begitu sedikit digeneralisasi.
Jangan dengan mudah terbiasa untuk menggeneralisasi sesuatu,untuk menarik suatu kesimpulan, terlebih lagi jika tidak menggunakan metode ilmiah dalam proses penarikan kesimpulannya.
Tidak semua dan tidak selalu yang ‘begini’ berarti ‘begitu’ kok.
Tidak semua yang bukan A itu berarti B. Mungkin saja C,D,E ataupun U & I. Ciao!













