Untuk bisa seperti ini fokus kita memang hanya perlu ke Allah semata, bukan manusia. Fokus pada yang Allah beri, reward kita sebagai muslim berupa pengurangan dosa dari rasa sakit dan juga pahala jika menerima, bersabar dan memaafkan. Dan sadari bahwa ini ketetapanNya, bukan random, bukan karena Allah lupa atau skip. Dan Dia adalah Yang Memiliki hidup kita. Bukan sekadar menciptakan lalu dibiarkan dan dilupakan.
Bukan fokus ke manusia, karena kalau ke manusia kita masih memikirkan seolah kalah, lemah, ngga penting, dll. Padahal untuk bisa memaafkan hal yang begitu dalam menyakitkan itu butuh kekuatan besar dan langka pada umumnya. Belum lagi dukungan syetan yang selalu siap jika ada kejadian menyakitkan seperti ini, dukungan negatif untuk merasa marah dan ingin balas dendam. Walau membalas yang setimpal itu dibolehkan dalam islam, tapi apakah membuat kita tenang dan pikiran serta kesehatan kita baik untuk ke depannya? ini kan bicara sakit yang dalam ya, bukan yang biasa.
Maka pertimbangkanlah untuk lapang dada, untuk melepas dendam itu walau tanpa diminta. Bukan demi mereka, bukan mengiyakan perilaku mereka melainkan demi ketenangan, pahala dan kesehatan kita. Jangan pedulikan penilaian orang yang hanya berpikir di permukaan saja. Ikhlaskan dan terima saja walau tidak perlu kita benarkan.






