Kalau terima kasih yang paling tulus itu mendoakan, mungkin cinta yang paling tenang itu … memaafkan. Bukan karena semuanya sudah baik-baik saja, tapi karena kita memilih untuk tidak lagi menyimpan luka.
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from United States

seen from Chile

seen from Germany

seen from Brazil
seen from United States
seen from Belgium
seen from Türkiye
seen from Belgium
seen from China
seen from Belgium
seen from China

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Czechia

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
Kalau terima kasih yang paling tulus itu mendoakan, mungkin cinta yang paling tenang itu … memaafkan. Bukan karena semuanya sudah baik-baik saja, tapi karena kita memilih untuk tidak lagi menyimpan luka.
Lebaran dan maaf.
Lebaran dan maaf adalah hal yang biasanya tak terpisahkan, ia merupakan momen untuk memaafkan sesama, dari kata عيد dalam bahasa arab yang di artikan sebagai hari raya, dan فطر yang berarti suci. Kemudian jika kita gabungkan keduanya terbentuklah ungkapan hari raya idul fitri yang berarti merayakan kemenangan dan kembali suci, dari sini lah yang menjadi momentum penting dalam hal memaafkan.
Sebelum menginjak dewasa, rasanya aku belum sepenuhnya memahami arti maaf, ku pikir bahwa maaf hanya sebatas untaian kata yang sangat mampu di ucapkan banyak orang, yang di tujukan sebagai solusi untuk setiap kesalahan kecil maupun besar. Karena mungkin saat itu, aku belum kenal dengan luka-luka yang akhirnya membawaku menjadi lebih kuat.
Nyatanya, setelah ku sadari, memberi atau menerima maaf tidak semudah itu. Ia perlu di pelajari.
Aku memahami perlahan lewat kejadian besar, belajar melihat sesuatu dengan lapang dada, dan akhirnya menyadari satu hal, bahwa maaf adalah sebuah proses penerimaan diri.
Saat kita memaafkan, kita telah berani memulai proses tersebut. Proses mengelola emosi, belajar menyinkronkan hal yang sudah terjadi dengan yang saat ini. Layak ataupun tidak semua soal waktu. Dan momen ini ku rasa kelayakan untuk ku mulai prosesnya adalah dengan diri sendiri.
Menerima diri dengan segala kurang dan kesalahan di masa lampau, sangatlah membuka jalan menuju ketenangan hati. Dengan memaafkan, kita membuka jalan baru yang belum pernah kita tempuh, dan melepaskan beban serta dendam dalam tubuh dan pikiran kita.
Katanya memaafkan sangatlah sehat, namun menempuhnya harus dengan kelapangan hati dan pelan-pelan. Karena luka harus di sembuhkan, bukan sejenak di lupakan.
Mari memulai proses dengan pelan, agar hati lega tak membawa beban.
Tidak pernah memiliki hubungan.
Tapi menyakitinya paling dalam.
Bukan
Bukan berarti belum memaafkan.
Hanya terkadang ingatannya muncul ketika malam.
mengapa sangat sulit memaafkan saat tidak diminta? padahal dengan memaafkan ialah tempat untuk tenang berasal. mungkin karena, aku hanya manusia biasa. bukan super, entah super kaya hati, super rendah hati, atau super pasrah atas apa yang sudah terjadi.
sebabnya sampai kini aku tak akan berhenti belajar. untuk terus menghargai, menikmati, dan tidak lagi meratapi betapa perihnya relung hati.
Memberi Maaf Itu Nggak Gampang, Tapi Berkelas
Surau.co. Memberi maaf itu tidak sesederhana ucapan “aku udah maafin kamu.” Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kalimat itu—yakni pergulatan hati. Kita bisa saja tersenyum di luar, tapi di dalam dada masih menyimpan bara yang tak padam. Namun justru di titik itulah, memaafkan menjadi seni hati yang paling tinggi: ia bukan kelemahan, tapi kemenangan batin. Dalam kehidupan modern yang serba…
Jangan Jadi Orang yang Suka Balas Dendam: Menyelami Hikmah Ibnu Miskawaih dalam Tahdzīb al-Akhlāq
Surau.co. Manusia hidup tak pernah lepas dari luka. Ada kata yang menyakitkan, sikap yang mengecewakan, atau pengkhianatan yang menancap dalam. Sebagian orang memilih untuk memaafkan, tapi sebagian lain merasa lega hanya jika dendam terbalaskan. Di sinilah keadilan berubah menjadi racun. Balas dendam sering disamarkan sebagai “pembalasan yang setimpal”. Padahal, di balik keinginan itu,…
Ketenangan Hati: Kunci Menuju Pikiran yang Jernih dan Hidup Bermakna
SURAU.CO – Dalam pusaran kehidupan yang serba cepat dan penuh dengan tekanan yang tak henti, ketenangan hati seringkali menjadi sebuah kemewahan yang langka. Kita terus-menerus mendengar gelombang informasi yang tak terbatas, tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, ekspektasi sosial yang kadang memberatkan, serta kekhawatiran yang tak berujung mengenai masa depan yang belum pasti. Akibatnya,…
Menyibak Tirai Kebencian: Perjalanan Menuju Hati yang Damai dan Bersih
Menyibak Tirai Kebencian: Perjalanan Menuju Hati yang Damai dan Bersih SURAU.CO – Rasa benci. Sebuah emosi kuat yang kerap tanpa disadari mengakar dalam sanubari, seolah gulma liar yang mengancam keindahan taman jiwa kita. Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang sarat dengan ketidakpastian, berbagai kesalahpahaman, serta rentetan ujian hidup yang datang silih berganti, kebencian bisa muncul…